Rabu, 20 Mei 2009

Senyum Kehidupan

Ketika mataku memandang indahnya dunia serta harapan yang mungkin akan kurasakan dalam damainya cinta. Burung-burung itu terbang bebas bersama mimpi-mimpiku yang tak kunjung nyata. Tapi yang kutahu dengan semua kepasrahan yang indah dari kasih sayang Tuhan, aku yakin keajaiban pasti akan ada jika aku percaya. Walau terkadang jiwa ini lelah mencari kesejatian dan dunia. Namun aku tak akan mencari dunia lebih dalam lagi, jika dunia ini akan berakhir. Namun dalam berusaha aku akan tetap akan merasa hidup untuk selama-lamanya. Untuk orang-orang yang menaruh harapan padaku, untuk orang-orang yang kucintai dan mencintaiku. Aku ingin berjuang hidup untuk mereka, karena mereka telah memberiku senyuman harapan agar aku bisa menjadi apa yang mereka inginkan.
Ketika masa lalu yang membahagiakan datang menjemput mimpi itu, aku akan selalu berdoa agar sayap-sayap hatiku yang sempat patah akan kembali utuh sempurna karena imanku pada Tuhan Yang Maha Esa... Tuhanku yang tak pernah lelah memperingatiku kala aku bodoh, yang terus memberikan peluk hangatnya dalam setiap sujudku yang penuh harap. Walau aku penuh dosa dan tak termaafkan, aku yakin atas kemahapemurahannya, yang tak pernah habis...
Tak akan habis kata untuk mengungkapkan kemahabodohan yang telah kuperbuat dan kemahapemurahan Tuhan yang selalu memaafkanku. Aku akan selalu berusaha menjadikan diriku yang terbaik. Demi RidhoNya... Demi kasih tak terhingga yang tak bisa dibalas dengan apapun....
Yaitu...
Kasih Tuhan.....

Tak lupa pula aku menatap mata yang penuh binar kehidupan, sinar pengabdian dan senyuman harapan... Mata itu ialah mata mulia seorang ibu. Seorang ibu yang dengan penuh ketulusan mencintai buah hatinya. Menunggu, menanti, bersabar, dan membimbing permatanya agar menjadi manusia yang berguna, tak diabaikan oleh orang lain, dan berarti. Demi cintanya yng tulus wanita mulia ini memberikan sepenuh jiwanya, selalu mengutamakan buah hatinya yang mungkin tak mengutamakannya. Hatinya terletak pada dasar ketulusan yang bersinar terang seterang purnama dalam gelap. Tanpamu wahai bunda, aku tak tahu harus bagaimana...
Dan bagaimana aku bisa membalas semua kebaikan hatimu dan kejujuranmu menyayangiku, Wahai bunda, aku takut tak sempat membuatmu tersenyum bangga oleh apa yang aku lakukan, oleh proses aku menjadi seseorang, mengenai siapakah aku nanti, aku takut membuatmu menagis, kecewa dan menyesal telah melahirkanku ke dunia, walaupun aku tahu, itu tak mungkin kau rasakn karena ketulusan hatimu yang mulia selalu membukakan pintu maafmu yang lebar, sehingga setiap aku berbuat salah, kau selalu melupakannya.
Ya Tuhan... Aku tahu, akan tiba waktu itu.... waktu dimana aku tak akan melihat mata penuh harapannya yang tulus itu, entah siapa yang meninggalkan... tapi aku ingin saat kita berpisah nanti, kebahagiaan dan senyum abadilah yang melingkar dalam kehidupan kita masing-masing. Sesungguhnya aku tak bisa menerka, sampai kapan umurku di dunia ini.... atau sampai kapan aku bisa menyalami tangan ibuku saat aku pergi ke luar rumah... aku hanya bisa berusaha untuk menjadi yang terbaik, untuk bisa membuatnya bangga, dan terakhir dari usahaku yaitu doa.... hanya doa tulus yang bisa kupersembahkan untuk membalas budi baikmu yang telah mempermudah jalanku selama ini. Yang membuatku mengerti betapa hidup penuh dengan makna yang tak terlihat...
Salam penuh pengorbanan kupersembahkan juga untuk ayahandaku tercinta... Hanya sesaat mungkin Tuhan menakdirkan umur perjumpaan kita, namun tak kuanggap ini ialah suatu kesalahan, karena aku tahu Tuhan selalu menakdirkan kehidupan yang terbaik bagi ciptaanNya....
Ketika aku mendengar lagu-lagu mengalun dalam alam imajinasiku, atau gambar-gambar yang kulukis di atas kanvas hati, aku selalu teringat pada ayah yang pengorbanannya sangat nyata, membuat aku kecil merasa besar, namun tanpa tinggi hati, membuat aku bisa meraba hati yang tulus dalam setiap kenangan yang beliau bagi bersamaku... Walau banyak hal yang belum sempat kami rasakan bersama, walaupun ayah tak akan pernah menyaksikan kehidupanku di masa datang, ketika aku menapaki jalan-jalan hidupku yang semakin dewasa semakin sulit, ayah tak berada di sisiku lagi, tapi aku yakin, di hati ini selalu tersimpan senyuman, di ruang hatiku selalu tersimpan mimpinya yang belum sempat ia bagi pada anak-anaknya, Aku tahu mimpi itu begitu sempurna, hanya saja beliau belum sempat mengatakannya pada kami, namun aku berjanji ayah... akan memberimu sejarah kebanggaan dengan usaha dan doa-doaku yang tak terhingga... aku akan menjadi yang kau pinta... walau terkadang aku jatuh... walau berkali-kali gagal atas usahaku... aku tak pernah melihatmu tertunduk malu dan kecewa karena anakmu tak berguna dan gagal.... namun ayah selalu mengacungkan jempolnya, tanda ia bangga kepadaku atas hasil apapun yang kuperoleh...
Sehingga aku tak ingin lagi mengecewakannya, sehingga aku merasa percaya bahwa aku bisa. Dengan sisa-sisa kenangan dan mimpi yang belum terselesaikan olehmu... aku akan berlari mengejar mimpi, semangat dalam hidup dan membawa senyummu ikut bersamaku di setiap langkah yang kutapaki...
Ayah... kau lah inspirasi terindahku...... yang kini hilang, namun akan tetap melekat selamanya di dalam jiwa ini........

Tuhan, berkahi aku dalam hidup, jadikan aku hambamu yang bisa menjalani segala hal karena RidhoMu, yang akan tetap ikhlas, dan merasa hidup selamanya dalam keimanan, dan akan merasa tak kekal dengan kemunafikan...

Aku akan mengentikan kegiatan-kegiatan bodoh tak berguna yang hanya membuatku terjerat rasa bersalah yang berkepanjangan dan membuat malaikat penjagaku yang Allah kirim, kecewa padaku. Aku tak akan lagi melakukan kesalahan yang sama dalam hidupku...

Ketika aku terlahir dalam harapan dua makhluk mulia yang kupanggil mereka sebagai... Mama dan Papa.... Aku tak tahu mengapa mereka tersenyum saat aku menangis... Aku lahir ke dunia dan aku menangis... Tapi mengapa mereka menertawakanku.... Bukan hanya mereka, namun semua orang yang berada di sekitarku...
Mereka semua tersenyum dan tertawa saat aku menangis.. saat aku lahir ke dunia ini...
Dan aku bertekad akan balas dendam...
Di akhir hidupku, kuharap, akulah yang tersenyum, dan mereka yang menagis...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Ada tanggapan???