Kamis, 21 Mei 2009

Jadilah Pemberi bukan Penerima

Hari-hari yang terus berlalu, mengiringi hujan yang tak juga berhenti, sampai kapan harapan ini bersemayam dalam raga. Aku hanya ingin mencapai sebuah harapanku, khayalan dan impian yang tak sempat menjadi kenyataan....

Untuk waktu yang terus bergulir di sampingku, aku hanya ingin kau tahu, bahwa kau tak akan membuat cita-citaku mati, jiwaku redup tanpa cahaya, walau kadang sulit kujalani hari-hari penuh perjuangan, namun selalu ku anggap semua ini sebagai tantangan yang harus dihadapi, karena hidup ini adalah sarana untuk mencari bekal, dan kehidupan ini hanya sekali saja...
Aku tak mau hidupku berisi dengan air mata kedukaan yang mendalam atau tangisan meratap yang menguasai setiap mimpiku yang tak pernah indah kini, namun kuyakin cinta Tuhan tak akan pernah meninggalkanku, aku mengharapkan hidup dariNya, namun kehidupan panjang yang menjadi sejarah ibadahku, yang tak tercatat oleh hati siapapun, namun aku yakin Tuhan mencatatnya sebagai kebahagiaan yang abadi di suatu hari yang kekal nanti...

Jauh langkah ini telah beranjak dari beragam masa lalu yang membuat pelajaran indah berarti menjadi sepenggal hidupku yang lalu, ia tak mungkin kembali, namun semangat juang dari diriku yang masa lalu serta pengalaman yang pernah aku alami dengan orang-orang yang sangat kucintai akan tetap menjadi motivasi hidup bagiku...

Dan seandainya kehidupan tak ada lagi untukku, ketika pijakan langkah ini telah sampai pada pijakan batas akhir yang akan membawaku pada dunia baru yang belum kuketahui, aku ingin mereka menganggapku sebagai manusia yang utuh dan berarti dalam jiwa mereka, aku hanya ingin hadiah berupa hati yang tulus mencintai dan menjaga keistimewaan kasih Tuhan yang selalu tak pernah luput...

Dalam gelapnya malam kau pasti memanggil diriku, dalam rindu yang selalu kaujadikan sebagai awal pertemuan kita. Karena saat terlahir dan aku melihat dunia yang tampak indah di sisiku, walau terkadang badai dan jurang terjal yang ada di hadapan selalu menyambut hari-hariku dengan ucapan duka dan air mata. Kini waktunya bangkit untuk menjadi wanita dewasa, bukan gadis manja yang haus kasih sayang. Jadilah pemberi kasih sayang, bukan hanya sekedar penerima.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Ada tanggapan???