Jumat, 15 Mei 2009

Kekhusyuan

Ada seorang pembantu yang diperintahkan oleh majikannya untuk melakukan suatu tugas. Pembantu itu sudah lama bekerja pada majikannya. Pertama-tama, Sang majikan memberikan tabung oksigen kepada pembantu tersebut, lalu majikan pun berkata, “Saya perintahkan kamu menyelam untuk mencari mutiara, waktumu hanya satu hari, dan tabung oksigen ini yang harus dimanfaatkan olehmu selama menyelam.” Akhirnya pembantu itu pun mulai menyelam ke permukaan laut, lalu mulai masuk ke dalam, namun setelah di tengah perjalanan untuk mencari mutiara ke dasar laut, ia melihat segala keindahan yang ada di sekelilingnya, pemandangan yang sangat indah di laut membuatnya terpana, ia betah di sana dan menikmati indahnya pemandangan ikan-ikan yang unik melewat di sekitarnya, serta terumbu karang dan hewan laut yang berwarna-warni lainnya yang menghiasi laut tersebut, saking terkesimanya ia, ia lupa akan tugas utama yang diberikan oleh majikannya, yaitu mencari mutiara, saat tabung udaranya hampir habis, barulah ia menyadari tugas utamanya, sedangkan ia belum mendapatkan mutiara satu butir pun. Setelah ia menyadari itu, ia langsung menuju ke dasar laut yang lebih dalam lagi untuk mencari mutiara, namun ternyata, tabung oksigennya telah habis, sehingga ia pun harus kembali ke daratan lagi. Sesampainya di darat, ia bertemu dengan majikannya. Sang majikan menanyakan tugas yang diberikannya, ”Mana mutiara yang saya tugaskan padamu?” lalu Si pembantu itu berkata,”Saya belum mendapatkannya satu butir pun, Tuan. Tapi jika Tuan memberikan kesempatan kedua untuk saya, saya akan bersungguh-sungguh mendapatkan mutiara tersebut.” Namun sayangnya kesempatan pembantu tersebut sudah habis, tak ada tabung oksigen lagi yang tersedia. Oleh karena itu sang majikan menganggap pembantunya telah gagal dalam menjalankan tugasnya.Kita bisa mengambil hikmah dari cerita tersebut, jika kita analogikan tabung oksigen itu ialah nafas kita, panjang kehidupan kita yang pasti akan habis, sedangkan mutiara tersebut ialah pahala dan bekal yang kita bawa untuk mempertanggungjawabkan tugas kita di bumi selama hidup, lalu kita ibaratkan majikan itu ialah Tuhan, kita diperintahkan untuk mengumpulkan pahala itu semata-mata hanya untuk mendapatkan ridho Allah, dan agar kita dpat mempertanggungjawabkan masa hidup kita yang tidak lama ini dan tidak mempunyai kesempatan yang kedua. Oleh karena itu, sebelum tabung oksigen yang diberikan tuan kita habis, kita tidak boleh terlena karena keindahan dunia, tugas hidup di dunia ini ialah untuk beribadah kepada Allah, dan tujuan kita ialah Allah SWT, Majikan kita yang akan mempertanyakan berapa mutiara yang telah kita bawa, bekal apa yang telah kita bawa untuk hari pertanggungjawban nanti.Materi AsistensiSholatSelama hidup ini kita telah melalui berbagai perjuangan hidup, kita telah mengambil hikmah dari semua peristiwa berupa kesabaran, perjuangan, dan mensyukuri nikmat yang Allah berikan untuk kita, walaupun terkadang kita tidak menyadarinya. Allah tidak pernah lalai dalam melaksanakan tugasnya sebagai pengatur semesta kehidupan yang fana ini. Oleh Karena itu, kita harus selalu berada dekat dengan Allah dengan cara membersihkan hati dari perbuatan yang tercela, zalim dan aniaya terhadap orang lain, lingkungan sekitar, dan juga diri sendiri. Rasul pun pernah berpesan, Orang-orang yang akan masuk surga adalah orang-orang yang hatinya bersih (bersih dari buruk sangka) dan lapang menerima saudaranya. Itu artinya orang yang selalu ikhlas dan yakin terhadap jalan yang Allah berikan padanya, dan selalu yakin bahwa Allah selalu memberikan hikmah dibalik semua peristiwa hidup kita, ialah hati orang yang bersih, yang selalu berpikiran baik pada Allah dan menerima semua aturan dan takdir terbaik dari Allah secara lapang hati dan pikiran.Untuk menjadikan hati ini bersih, ada sebuah sarana yang membuat jalinan hati manusia dengan Tuhannya sangat dekat, yaitu jalinan ibadah. Ibadah ini salah satunya ialah sholat. Yang sehari kita lakukan sebanyak 5 kali di subuh, siang, sore, maghrib, dan malam hari, waktu-waktu penuh hikmah yang ditentukan Allah untuk kita melakukan komunikasi langsung dengan Allah, lewat sujud kita yang penuh kekhusuan, takbir kita yang mengagungkan Allah, kelapangan hati kita saat ruku, duduk diantara dua sujud dan gerakan-gerakan lainnya yang sarat akan makna. Semua itu mendekatkan diri kita kepada Allah. Posisi terdekat dan paling Allah sukai dalam sholat ialah saat sujud, saat sujud ialah saat-saat dimana kita merasa Allah sedang merangkul hati kita penuh kerinduan. Sehingga terasa kedamaian yang menenangkan, kita merasa hanya sekecil makhluk yang hina di hadapan Allah, makhluk yang membutuhkan pertolongan Allah. Tanpa bimbingan dari Allah kita tidak akan bisa melalui hari-hari kehidupan ini dengan baik. Selain itu, sholat yang kita laukan sehari 17 rakaat ini sangat menyehatkan tubuh, telah terbukti bahwa gerakan-gerakan dalam sholat dapat menyehatkan dan menyegarkan pikiran kita. Dengan sholat, kita mendapatkan banyak manfaat sekaligus. Kebahagiaan dunia dan akhirat akan kita peroleh bersama di jalan Allah. Belum lagi jika kita sempurnakan sholat kita dengan sholat sunnah yang lainnya. Kita akan lebih dekat lagi dengan Allah. Karena terkadang sholat wajib yang kita lakukan kurang sempurna. Artinya, kita kurang fokus dan khusyuk saat sholat. Kita sering tidak fokus pada Allah dan malah memikirkan hal lain di luar kekhusyukan kita dalam sholat, sehingga terkadang kita lupa sudah berapa rakaat kita sholat, atau tertinggal 1 rakaat, hal itu dikarenakan setan gigih mengganggu pendekatan diri kita pada Allah. Dan seharusnya kita harus lebih gigih dari setan dengan cara mengkhayati setiap bacaan-bacaan sholat, karena arti khusyuk yaitu fokus dalam gerakan, doa, dan hatinya. Pikiran tidak kemana-mana, hanya Allah fokus kita, tujuan kita, kita harus faham apa yang kita baca, Allah-lah yang senantiasa memberikan pertolongan, dan juga dalam melakukan wudhu harus benar. Ketika takbir, ingat bahwa betapa besar kekuasaan Allah, betapa mudah Allah mengatur segala sesuatu dengan baik.Mengenai pertanyaan, ‘mengapa kita harus khusyu?’ inilah jawabanya.Al Isra 107-109Katakanlah, “Berimanlah kamu padaNya, atau tidak usah beriman (sama saja bagi Allah). Sesungguhnya orang-orang yang diberi pengetahuan sebelumnya apabila al-Quran dibacakan kepada mereka, mereka menyungkur atas muka mereka sambil bersujud. Dan mereka berkata, “Maha suci Tuhan kami, sesungguhnya janji Tuhan kami pasti dipenuhi. Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyuk.Tiga ayat tersebut menjelaskan mengapa kita harus khusyuk. Maka celakalah pula orang yang sholat. Namun dalam sholatnya ia tak bersungguh-sungguh, melalaikan ataupun mengundur-undur waktu sholat. Kekhusyukan sangatlah penting, ilmu yang pertama kali diajarkan ialah ‘kekhusyuan’. Dan yang paling utama ialah kekhusyukan kita saat beribadah kepada Allah.Makna khusyuk yang lebih mendetail :· Kehadiran hati à Mengosongkan hati dengan hal-hal yang tidak boleh mengisinya saat kita sedang berkomunikasi dengan Allah.· Tafahum à Faham makna lafaz, yang terpenting ialah maknanya, karena dengan memahami lafaz-lafaznya kita akan menyadari bahwa sekenario Allah tidak akan mendzalimi hamba-hambanya, memahaminya juga menjadikan kita orang yang senantiasa menjauhi diri dari perbuatan keji dan mungkar.· Takzim à Rasa hormat, kerendahan kati membuat kita berkonsentrasi dan faham tentang apa makna hormat yang sesungguhnya.· Haibah à Rasa takut yang bersumber dari rasa hormat. Mengenali sifat-sifat Allah membuat kita merasa kecil dan membutuhkan bantuan Allah. Rasa takut kita kepada allah pun membuat kita enggan melakukan perbuatan dosa karena takut akan azab Allah dan mempercayai bahwa Allah selalu mengawasi kita.· Roja à Berharap hanya pada Allah. Allah-lah satu-satunya Dzat yang bisa menolong kita.· Hayya à Rasa malu.Kehidupan yang sesungguhnya ialah kehidupan hati . Jika hati kita baik, seluruhnya pun akan baik, namun jika hati kita buruk, akan runtuh keimanan kita.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Ada tanggapan???