All people smile in the same language... So, give your smile before exploring my blog...
Senin, 18 Maret 2013
DENTAL FREAKS
Jumat, 17 Februari 2012
ANTOGILAAAA!!!

“Buat temen-temen STM gue, temen-temen ngaji gue, temen-temen yang belum jadi temen gue, MAKAN NIH!” (Marsjanda, Mantan Artis Cilik dan Mantan Istri Duda)
“Untuk anak-anak Indonesia, saya sarankan untuk membaca kisah dalam antogila ini. Cerita yang dikisahkan oleh para kontibutor sangat menghibur, mencerminkan kecacatan psikologis penulisnya.” (Kak Seko Mulyedi, Pemerhati Mamanya Anak)
“Alhamdulillah banget. Sesuatu yah. Aku memilih buku ini untuk dijadikan ganjelan jambulku.” (Syahrimin, Penyanyi Berbulu Mata Anti Badai Kerispatih)
“Menurut analisa saya, buku ini tidak asli. Bila dilihat dari metadatanya, kita akan tahu bahwa buku ini sebenarnya hanya tipuan optik yang terjadi karena suatu objek terkena pancaran sinar yang ditimbulkan oleh matahari sehingga terlihat seolah-olah buku ini asli. Padahal hanya koran bekas bungkus nasi uduk Kang Bani. Tuh lihat masih ada bekas sambelnya!” (Ryo Sukro, Pakar Towelemaktika yang Belum Pernah Tamat Game Zuma)
AUDIT SDM
Audit SDM adalah proses meninjau (review) secara komprehensif suatu sistem dan/atau proses suatu organisasi apakah sudah memenuhi kebutuhan atau proyeksi masa depan kebutuhan fungsi SDM organisasi, baik apakah itu untuk memenuhi standar lokal (pemda, pemprov), standar internal (SOP, Company Policy) atau regulasi (International Standard atau Standar pemerintah).
Adapun definisi lain dari audit SDM ialah proses pengumpulan dan pengevaluasian bahan bukti tentang informasi yang dapat diukur mengenai suatu entitas ekonomi yang dilakukan seorang yang kompeten dan independen untuk dapat menentukan dan melaporkan kesesuaian informasi dengan kriteria-kriteria yang telah ditetapkan (Arens, 1997).
Sedang, audit SDM adalah pemeriksaan kualitas kegiatan Sumber Daya Manusia secara menyeluruh dalam suatu departemen, divisi atau perusahaan, dalam arti mengevaluasi kegiatan-kegiatan SDM dalam suatu perusahaan dengan menitikberatkan pada peningkatan atau perbaikan (Rivai, 2004, p. 548).
Menurut Gomez-Mejia (200 1 :28), audit sumber daya manusia merupakan tinjauan berkala yang dilakukan oleh departemen sumber daya manusia untuk mengukur efektifitas penggunaan sumber daya manusia yang terdapat di dalam suatu perusahaan.
Manfaat utama dalam audit SDM diantaranya bisa mengetahui proses mana yang belum memenuhi persyaratan hukum berlaku sehingga meminimalisir proses internal organisasi yang berpotensi melanggar hukum, dan yang terpenting adalah membantu organisasi secara sistematis untuk mengidentifikasi kondisi saat ini serta langkah aksi apa yang perlu dijalankan untuk meningkatkan kinerja proses fungsi SDM.
Kegagalan dalam mengidentifkasi penyebab potensial yang bisa membahayakan atau berpotensi melanggar hukum dapat menimbulkan efek yang merugikan perusahaan atau organisasi. Karena itu, audit SDM merupakan salah satu cara untuk mengenal sejauh mana proses internal, sistem prosedur organisasi sudah memenuhi aspek keamanan baik secara hukum maupun juga membantu mengidentifikasi bagian SDM yang belum berjalan secara efektif dan efisien. Peninjauan secara berkala terhadap sistem dan prosedur organisasi yang berhubungan dengan SDM, tidak hanya membantu agar sistem dan prosedur tetap memenuhi persyaratan, namun juga membantu aspek finansial perusahaan agar tetap stabil dan mantap.
Obyek SDM yang diaudit
Aspek SDM yang dapat diaudit cukup luas, karena SDM itu sendiri mencakup fungsi perencanaan, fungsi pengembangan, fungsi pemeliharaan, fungsi informasi, fungsi penghargaan dan penghukuman, serta fungsi peningkatan kinerja. Dengan demikian jika dirinci, obyek yang dapat diaudit adalah sebagai berikut :
- Fungsi Perencanaan : Manpower Planning, Manpower Recruitment, Manpower Fulfillment, Sourcing Candidate.
- Fungsi Pengembangan : Training, Development, Coaching, Mentoring.
- Fungsi Informasi & Teknologi : Personnel Data base, Sistem Informasi Manajemen SDM (HRIS).
- Fungsi Pemerliharaan : Industrial Relation, Corporate Social Responsibility.
- Fungsi Penghargaan dan Penghukuman : Compensation & Benefit, Reward, Termination, Punishment.
- Fungsi Peningkatan kinerja : Performance Management System, Pay for Performance. Audit memberikan suatu perspektif yang komprehensif terhadap praktik yang berlaku sekarang, sumber daya, dan kebijakan manajemen mengenai pengelolaan SDM serta menemukan peluang dan strategi untuk mengarahkan ulang peluang dan strategi tersebut. Intinya, melalui audit dapat menemukan permasalahan dan memastikan kepatuhan terhadap berbagai peraturan perundangan-undangan dan rencana-rencana strategis perusahaan. Audit SDM merupakan suatu metode evaluasi untuk menjamin bahwa potensi SDM dikembangkan secara optimal (Rosari, 12 Mei 2008).
Manfaat Audit SDM
Audit SDM mengevaluasi aktifitas SDM yang digunakan dalam suatu perusahaan dan merupakan pengendalian kualitas keseluruhan yang mengevaluasi aktifitas SDM dalam suatu perusahaan.
Ruang Lingkup Audit SDM
Dalam pelaksanaan audit SDM untuk mendukung jalannya kegiatan-kegiatan SDM perlu dilakukan pembatasan terhadap aspek yang akan di audit. Secara garis besar, prospek audit SDM dilakukan terhadap fungsi SDM yang berkaitan dengan kegiatan-kegiatan SDM yang dimulai dari perencanaan SDM, perekrutan, penyeleksian, pelatihan, dan evaluasi kinerja SDM (Handoko, 1997).
Sumber :
HR Audit. 2008. http://ilmusdm.wordpress.com/2008/03/06/mengenal-audit-sdm-hr-audit/. (28 Desember 2011)
Minggu, 13 Februari 2011
Selamat Menempuh Semester Baru

So, Selamat menempuh semester baru yaa...
Ganbatte...!!!
Sumber Gambar : sonicband.com
Kamis, 10 Februari 2011
Materi Program Pendidikan Karakter "We Are Great!"

- responsibility (tanggung jawab);
- respect (rasa hormat);
- fairness (keadilan);
- courage (keberanian);
- honesty (kejujuran);
- citizenship (kewarganegaraan);
- self-discipline (disiplin diri);
- caring (peduli), dan
- perseverance (ketekunan).
Nilai-nilai dasar kemanusian yang harus dikembangkan melalui pendidikan bervariasi antara
Berkenaan dengan pengertian karakter, dalam tulisan di laman Mandikdasmen, Direktur tur Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Suyanto, PhD menjelaskan sebagai berikut. Karakter adalah “cara berpikir dan berperilaku yang menjadi ciri khas setiap individu untuk hidup dan bekerjasama, baik dalam lingkup kehidupan keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara”.
Lebih lanjut, Prof. Suyanto, PhD juga menyebutkan sembilan pilar karakter yang berasal dari nilai-nilai luhur universal manusia, yang kelihatan sedikit berbeda dengan sembilan pilar yang telah disebutkan di atas. Sembilan pilar karakter itu adalah:
- Cinta Tuhan dan segenap ciptaan-Nya;
- Kemandirian dan tanggungjawab;
- Kejujuran/amanah,
- Hormat dan santun;
- Dermawan, suka tolong-menolong dan gotong royong/kerjasama;
- Percaya diri dan pekerja keras;
- Kepemimpinan dan keadilan;
- Baik dan rendah hati, dan;
- Toleransi, kedamaian, dan kesatuan.
Jumlah dan jenis pilar yang dipilih tentu akan dapat berbeda antara satu daerah atau sekolah yang satu dengan yang lain, tergantung kepentingan dan kondisinya masing-masing. Sebagai contoh, pilar toleransi, kedamaian, dan kesatuan menjadi sangat penting untuk lebih ditonjolkan karena kemajemukan bangsa dan negara. Tawuran antarwarga, tawuran antaretnis, dan bahkan tawuran antarmahsiswa, masih menjadi fenomena yang terjadi dalam kehidupan kita. Perbedaan jumlah dan jenis pilar karakter tersebut juga dapat terjadi karena pandangan dan pemahaman yang berbeda terhadap pilar-pilar tersebut. Sebagai contoh, pilar cinta Tuhan dan segenap ciptaan-Nya tidak ditonjolkan, karena ada pandangan dan pemahaman bahwa pilar tersebut telah tercermin ke dalam pilar-pilar yang lainnya.
Itulah sebabnya, ada sekolah yang memilih enam pilar yang akan menjadi penekanan dalam pelaksanaan pendidikannya, misalnya digambarkan sebagai berikut:
Dalam bukunya tentang Kecerdasan Ganda (Multiple Intelligences), Daniel Goleman menjelaskan bahwa kecerdasan emosional dan sosial dalam kehidupan diperlukan 80%, sementara kecerdasan intelektual hanyalah 20% saja. Dalam hal inilah maka pendidikan karakter diperlukan untuk membangun kehidupan yang lebih beradab. Maka terpikirlah oleh para pendidik tentang apa yang dikenal dengan pendidikan karakter (character education).
Sembilan pilar yang saling kait-mengait, yaitu:
- responsibility (tanggung jawab);
- respect (rasa hormat);
- fairness (keadilan);
- courage (keberanian);
- honesty (kejujuran);
- citizenship (kewarganegaraan);
- self-discipline (disiplin diri);
- caring (peduli), dan
- perseverance (ketekunan).
Nilai-nilai dasar kemanusian yang harus dikembangkan melalui pendidikan bervariasi antara
Berkenaan dengan pengertian karakter, dalam tulisan di laman Mandikdasmen, Direktur tur Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Suyanto, PhD menjelaskan sebagai berikut. Karakter adalah “cara berpikir dan berperilaku yang menjadi ciri khas setiap individu untuk hidup dan bekerjasama, baik dalam lingkup kehidupan keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara”.
Lebih lanjut, Prof. Suyanto, PhD juga menyebutkan sembilan pilar karakter yang berasal dari nilai-nilai luhur universal manusia, yang kelihatan sedikit berbeda dengan sembilan pilar yang telah disebutkan di atas. Sembilan pilar karakter itu adalah:
- Cinta Tuhan dan segenap ciptaan-Nya;
- Kemandirian dan tanggungjawab;
- Kejujuran/amanah,
- Hormat dan santun;
- Dermawan, suka tolong-menolong dan gotong royong/kerjasama;
- Percaya diri dan pekerja keras;
- Kepemimpinan dan keadilan;
- Baik dan rendah hati, dan;
- Toleransi, kedamaian, dan kesatuan.
Jumlah dan jenis pilar yang dipilih tentu akan dapat berbeda antara satu daerah atau sekolah yang satu dengan yang lain, tergantung kepentingan dan kondisinya masing-masing. Sebagai contoh, pilar toleransi, kedamaian, dan kesatuan menjadi sangat penting untuk lebih ditonjolkan karena kemajemukan bangsa dan negara. Tawuran antarwarga, tawuran antaretnis, dan bahkan tawuran antarmahsiswa, masih menjadi fenomena yang terjadi dalam kehidupan kita. Perbedaan jumlah dan jenis pilar karakter tersebut juga dapat terjadi karena pandangan dan pemahaman yang berbeda terhadap pilar-pilar tersebut. Sebagai contoh, pilar cinta Tuhan dan segenap ciptaan-Nya tidak ditonjolkan, karena ada pandangan dan pemahaman bahwa pilar tersebut telah tercermin ke dalam pilar-pilar yang lainnya.
Itulah sebabnya, ada sekolah yang memilih enam pilar yang akan menjadi penekanan dalam pelaksanaan pendidikannya, misalnya digambarkan seperti gambar di atas.
Dalam gambar tersebut, SD Westwood menekankan pentingnya enam pilar karakter yang akan dikembangkan, yaitu:
- Trustworthiness (rasa percaya diri)
- Respect (rasa hormat)
- Responsibility (rasa tanggung jawab)
- Caring (rasa kepedulian)
- Citizenship (rasa kebangsaan)
- Fairness (rasa keadilan)
Itulah sebabnya, definisi pendidikan karakter pun akan berbeda dengan jumlah dan jenis pilar karakter mana yang akan lebing menjadi penekanan. Sebagai contoh, disebutkan bahwa “character education involves teaching children about basic human values including honesty, kindness, generosity, courage, freedom, equality, and respect” (http://www.ascd.org). Definisi pendidikan karakter inilebih menekankan pentingnya tujuh pilar karakter sebagai berikut:
- honesty (ketulusan, kejujuran)
- kindness (rasa sayang)
- generosity (kedermawanan)
- courage (keberanian)
- freedom (kebebasan)
- equality (persamaan), dan
- respect (hormat)
Pengertian karakter ini banyak dikaitkan dengan pengertian budi pekerti, akhlak mulia, moral, dan bahkan dengan kecerdasan ganda (multiple intelligence). Berdasarkan pilar yang disebutkan oleh Prof. Suyanto, PhD, pengertian budi pekerti dan akhlak mulia lebih terkait dengan pilar-pilar sebagai berikut, yaitu cinta Tugan dan segenap ciptaannya, hormat dan santun, dermawan, suka tolong menolong/kerjasama, baik dan rendah hati. Itulah sebabnya, ada yang menyebutkan bahwa pendidikan karakter adalah pendidikan budi pekerti atau akhlak mulia.
Terkait dengan kecerdasan ganda, dikenal bahwa kecerdasan meliputi empat pilar kecerdasan yang saling kait mengait, yaitu: (1) kecerdasan intelektual, (2) kecerdasan spiritual, (3) kecerdasan emosional, dan (4) kecerdasan sosial. Kecerdasan intelektual sering disebut sebagai kecerdasan yang berdiri sendiri yang lebih disebut dalam pengertian cerdas pada umumnya, dengan ukuran
Dengan demikian, pengertian karakter sebenarnya merupakan bagian dari kecerdasan ganda yang dijelaskan Howard Gardner dengan teorinya kecerdasan ganda, yang meliputi tujuh macam kecerdasan yang sering disingkat SLIM n BIL, yaitu:
- Spatial (keruangan)
- Language (bahasa)
- Intrapersonal (intrapersonal)
- Music (musik)
- Naturalist (naturalis – sayang kehidupan alam)
- Bodily Kinesthetics (olahraga – gerak badan)
- Logical Mathematics (logikal –matematis)
Ketujuh tipe kecerdasan ganda menurut Howard Gardner tersebut terkait dengan potensi universal manusia yang perlu dikembangkan melalui pendidikan. Itulah sebabnya, amatlah tepat amanat Pembukaan UUD 1945 yang menyebutkan tentang empat tujuan negara ini didirikan. Salah satu tujuan itu adalah ”mencerdaskan kehidupan bangsa”, dalam arti menemukan dan mengembangkan potensi kecerdasan semua anak bangsa. Anak bangsa yang memiliki potensi kecerdasan spatial, didiklah menjadi arsitek yang handal. Anak bangsa yang memiliki potensi kecerdasan language, didiklah menjadi ahli bahasa yang hebat. Demikian seterusnya dengan potensi kecerdasan yang lainnya, sampai dengan potensi kecerdasan logical mathematics, didiklah menjadi intelektual yang handal.
Pengembangan ketujuh potensi kecerdasan tersebut, sudah barang tentu harus dibarengi dengan pembinaan karakternya. Arsitek yang handal sudah barang tentu harus memiliki enam atau sembilan pilar karakter yang telah disebutkan. Demikian seterusnya dengan potensi kecerdasan yang lainnya.
Anak-anak bangsa
Pendidikan Karakter dan Peningkatan Daya Saing Bangsa
Semua pilar karakter tersebut memang harus dikembangkan secara holistik melalui sistem pendidikan nasional di negeri ini. Namun, secara spesifik memang juga ada pilar-pilar yang perlu memperoleh penekanan. Sebagai contoh, pilar karakter kejujuran (honesty) sudah pasti haruslah lebih mendapatkan penekanan, karena negeri ini masih banyak tindak KKN dan korupsi. Demikian juga dengan pilar keadilan (fairness) juga harus lebih memperoleh penekanan, karena kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa banyak pendukung pemilukada yang kalah ternyata tidak mau secara legowo mengakui kekalahannya. Selain itu, fenomena tawuran antarwarga, antarmahasiswa, dan antaretnis, juga sangat memerlukan pilar karakter toleransi (tolerance), rasa hormat (respect), dan persamaan (equality).
Untuk tujuan khusus, misalnya membangkitkan semangat bagi para olahragawan yang akan bertanding di tingkat internasional, maka pilar rasa percaya diri (trustworthiness) dan keberanian (courage) juga harus mendapatkan penekanan tersendiri.
Akhirnya, dengan pendidikan yang dapat meningkatkan semua potensi kecerdasan anak-anak bangsa, dan dilandasi dengan pendidikan karakternya, diharapkan anak-anak bangsa di masa depan akan memiliki daya saing yang tinggi untuk hidup damai dan sejahtera sejajar dengan bangsa-bangsa lain di dunia yang semakin maju dan beradab.
Sumber : Suparlan.
Evaluasi Tempat Wisata : Curug Nangka

Menikmati sejuknya alam pegunungan dengan udaranya yang bersih, tentunya sangat menyenangkan. Berbagai keunikan yang tersimpan di alam pegunungan, memberikan sensasi wisata yang murah dan menyenangkan bagi siapa saja yang mengunjunginya. Air tejun adalah salah satu keunikan yang sangat menarik yang dimiliki alam pegunungan.
Air terjun terbentuk dari arus air yang mengair melalui suatu formasi bebatuan dan jatuh ke bawah dari ketinggian, fondasinya yang menarik dapat menjadikan air terjun sebagai salah satu fenomena alam yang memikat bagi siapapun yang melihatnya. Sehingga, banyak masyarakat yang memanfaatkannya sebagai salah satu objek wisata alam yang perlu dikembangkan untuk mendapatkan berbagai keuntungan, baik berupa materi maupun non-materi, serta baik bagi kelestarian alam itu sendiri, karena dikelola dengan baik pula oleh pengelola dan masyarakat.
Air terjun nangka atau dalam bahasa Sunda disebut Curug Nangka adalah salah satu curug yang terletak di kaki Gunung Salak. Curug ini merupakan kawasan ekowisata yang memiliki keindahan alam yang potensial. Kawasan Ekowisata Curug Nangka merupakan kawasan wisata air terjun yang termasuk ke dalam Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS).
Kawasan wisata di Ciampea, Bogor ini menyimpan banyak pesona. Air jernih, udara segar, dan suasananya yang tenang membuat pengunjung betah berlama-lama untuk menikmati keindahannya. Kesejukan udara dan keindahan lingkungan membuat banyak pengunjung senang bersantai di tempat duduk yang tersedia di bawah pepohonan bersama keluarga, kerabat, dan sanak saudara.
Kelestarian Flora dan Fauna di Curug Nangka pun menjadi salah satu daya tarik bagi para wisatawan yang berkunjung ke tempat wisata ini. Banyak pengunjung lokal maupun dari luar daerah yang berkunjung ke Curug Nangka untuk melihat fenomena alam yang indah berupa air terjun serta menikmati udara sejuk serta pemandangan indah di kawasan wisata ini.
Akan tetapi kawasan ekowisata Curug Nangka ini belum terlalu banyak dikunjungi. Aktivitas yang dilakukan warga sekitar Curug Nangka terkadang tidak memperhatikan kebersihan lingkungan dan kelestarian alam. Permasalahan masyarakat sekitar Curug Nangka yang masih memiliki kebiasaan menggunakan sungai di sekitar wilayah desa Sukajadi sebagai MCK. Hal tersebut bisa merusak pemandangan dan juga kualitas air. Oleh karena itu, penelitian ini ingin melihat pengelolaan untuk mengatasi hal ini agar keindahan dan keasrian ekologi wilayah Curug Nangka dan wilayah sekitar curug nangka dapat terjaga.
Curug Nangka adalah salah satu tempat wisata yang sangat berpotensi di Kabupaten Bogor, namun, dalam hal fasilitas dan kebersihan masih dalam tahap yang harus lebih diperhatikan oleh pengelola maupun masyarakat sekitar. Rasa tanggungjawab terhadap lingkungan sekitar tempat tinggal dan kenyamanan pengunjung menjadi faktor pendukung agar pengelola dan masyarakat dapat bekerjasama meningkatkan kualitas tempat wisata tersebut, baik dari segi fasilitas, maupun kebersihan dari fasilitas itu sendiri.
Peran masyarakat sekitar Curug Nangka yang saat ini dirasakan kurang, menjadikan sumberdaya masyarakat di sekitar Curug Nangka kurang optimal digunakan. Banyak masyarakat desa yang tinggal di sekitar Curug Nangka kurang peduli terhadap kebersihan lingkungan Curug Nangka, karena anggapan bahwa saat ini Curug Nangka telah dikelola oleh Taman Nasional, setelah sebelumnya dikelola oleh masyarakat. Sehingga, masyarakat sekitar yang sebelumnya mengelola, seolah lepas tangan terhadap tanggungjawab kelestarian lingkungan sekitar Curug. Kurangnya pengetahuan warga desa tentang keadaan sekitar curug dan tentang kondisi tempat wisata tersebut menjadikan warga bersikap acuh terhadap kebersihan lingkungan tempat tinggalnya, yang secara tidak langsung mempengaruhi kualitas kebersihan tempat wisata Curug Nangka yang berada dekat dengan lingkungan tempat tinggal warga.
Oleh karena itu diharapkan peningkatan partisipasi masyarakat dan perannya bersama pengelola untuk menciptakan kelestarian lingkungan dan menjaga habitat-habitat Flora dan Fauna yang berada di Curug Nangka. Agar kondisi lingkungan Curug Nangka dan sekitarnya dapat lebih baik dari sebelumnya.
Sumber Gambar : http://www.flickr.com
Minggu, 28 Februari 2010
The Relationship-Technology and Family
Definisi teknologi sebenarnya bukan hanya sekedar alat-alat canggih yang berkaitan dengan pemrograman dan dunia virtual yang berhubungan dengan komputerisasi.
Teknologi juga berarti cara-cara yang bisa digunakan untuk mempermudah manusia untuk mengolah sesuatu yang tidak berguna menjadi sesuatu yang memiliki value yang tinggi. Misalnya pada teknologi tradisional, tahap-tahap yang diterapkan oleh sebuah home industry yang mengembangkan teknik pendaur ulang barang-barang bekas yang sudah tak bernilai menggunakan teknologi sederhana yang sangat kreatif. Namun, alangkah baiknya, jika, industri-industri tersebut pun dikelola dengan teknologi modern, misalnya, sistem komputerisasi.
Dalam kehidupan keluarga saat ini, sistem komputerisasi sudah banyak diterapkan. Misalnya, teknik pengukuran perkembangan otak anak, dilakukan melalui rekap data yang diolah menggunakan komputer yang tentunya lebih memungkinkan para pengelola dan petugas menghemat waktu tanpa mengurangi tingkat kecermatan hasil yang diperoleh.
Para ahli perkembangan keluarga pun menggunakan sistem komputer untuk melihat grafik perkembangan perkawinan maupun perceraian yang terjadi di sebuah negara. Dari situ mereka bisa mengetahui kenaikan atau penurunan yang signifikan berdasarkan grafik yang mucul sebagai gambaran fakta yang ada dalam lingkungan sosial mengenai pernikahan dan perceraian. Hal Ini tentu sangat memudahkan para peneliti di bidang keluarga untuk memperoleh gambaran kondisi keluarga-keluarga di suatu negara. Dengan program-program komputer pun, mereka bisa menganalisis data dengan teknik-teknik yang telah ditentukan, misalnya, program SAS (Statistical Analysis System). SAS adalah sebuah software untuk analisis data. Pada sistem SAS terdapat fasilitas untuk menyimpan dan memunculkan kembali informasi, pembuatan program, modifikasi data, penulisan laporan, serta analisis statistika. Adapula Statistical Product and service Solution Base (SPSS Base). SPSS BASE mencakup semua perhitungan statistik deskriptif dan inferensia, dilengkapi dengan penyajian grafik. Kedua program tersebut merupakan contoh program yang bisa digunakan untuk melihat perkembangan kesejahteraan keluarga di berbagai daerah. Itulah contoh relationship antara teknologi, khususnya pada sistem komputeriasi dan informasi dengan aplikasi penelitian dalam lingkup keluarga.
Sedangkan hubungan di dalam keluarga itu sendiri, komputerisasi sangatlah penting. Jika dilihat saat ini, hampir semua Sekolah Dasar terkemuka di kota-kota besar diterapkan kurikulum penerapan komputer dasar. Fakta tersebut membuktikan bahwa saat ini anak-anak sudah mulai dididik dan dilatih menggunakan komputer. Tak sedikit pula, di dalam rumah suatu keluarga terdapat komputer yang juga dilengkapi dengan koneksi internet. Budaya tersebut sudah jauh berkembang, jika diaplikasikan dalam pertumbuhan ekonomi keluarga. Banyak anggota masyarakat dalam keluarga membangun bisnisnya melalui dunia virtual, dengan mengakses internet para orang tua bisa menghasilkan materi, Keuntungan pebisnis online ialah sambil bekerja tetap bisa berdekatan dengan anggota keluarga, mendidik anak (bagi orang tua) biasanya bisnis tersebut sejenis toko online, sekolah online, dan masih banyak lagi macam bisnis yang serupa dengan bisnis-bisnis berbasis sosial non-virtual, layaknya produsen dan konsumen pasar. Para pebisnis online membuat situs dan blog untuk promosi, ataupun bisa memanfaatkan situs-situs jejaring sosial yang diakses banyak orang. Fungsi lain situs-situs jejaring sosial ialah bisa dijadikan sarana komunikasi antar anggota keluarga yang tempat tinggalnya berjauhan, dengan demikian keharmonisan dan komunikasi antar anggota keluarga tetap terjaga.
Di era globalisasi ini, anak-anak pun sudah mulai dididik cara mengoperasikan komputer. Tak hanya microsoft word ataupun program-program office dasar. Namun, anak-anak sudah mulai diajarkan cara meng-create sebuah program sederhana dan mendesain gabar-gambar unik menggunakan program-program komputer ber-basic desain. Hingga tak jarang anak-anak masa kini lebih mengerti dan menguasai teknologi ketimbang orangtuanya.
Meskipun demikian, family control tetap harus diterapkan dalam mendidik anak dengan memperkenalkan teknologi, khususnya internet yang kini sangat mudah diakses. Karena, segala sesuatu di dunia ini, jika terlalu berlebihan, tetap tidak baik. Di samping sisi positif, terdapat pula dampak negatif akibat penyalahgunaan teknologi, kususnya internet, yang saat ini marak dibicarakan di berbagai media. Terkadang, anak menjadi kurang adaptif terhadap lingkungan alam sekitar. Banyak anak-anak atau remaja usia sekolah duduk berjam-jam di depan komputer, banyak hal yang mungkin mereka lakukan. Baik hal negatif maupun positif, itulah yang menjadi PR bagi orangtua, untuk tetap selalu mengawasi anak-anaknya. Agar tetap mempergunakan sarana IT dengan baik, sesuai dengan apa tujuan penciptaan semua teknologi ini, yaitu menjadikan manusia yang lebih produktif dan berkualitas, dengan tetap peka terhadap alam tempat semua teknologi-teknologi itu dibentuk.