Jumat, 15 Mei 2009

Resume Stadium General

Dalam meraih impian, terkadang tidak mudah, banyak tantangan dan hambatan yang kita hadapi dalam proses pencapaian impian. Namun, jika kita percaya akan kemampuan diri sendiri dan mengabaikan pikiran negative yang datang dari luar, dan justru membangun pikiran positif tentang apa yang mungkin kita bisa lakukan, impian itu tidak mustahil tercapai. Karena pikiran dan kepribadian kita ditentukan oleh apa yang kita baca, apa yang kita lihat dan dengan siapa kita berteman, misalnya teman kita adalah orang yang mempunyai pandangan lurus ke depan dalam mengejar mimpinya, ia memiliki aura pikiran yang positif, otomatis, kita pun akan tertular semangat tersebut. Jadi, modal utama dalam mengejar mimpi ialah ubah mind set negative kita menjadi pikiran yang baik dan selalu optimis, disertai dengan usaha yang optimal, yakinlah bahwa mimpi itu bisa kita capai.Dalam hidup ini, kita sendiri yang memutuskan menjadi seorang apakah kita. Semua orang memiliki kebebasan untuk memilih, life is a choice dan Tuhan telah menganugerahkan pikiran, imajinasi, awareness yang sempurna bila dibandingkan dengan makhluk-Nya yang lain kepada manusia untuk memilih beberapa jalan.Terdapat empat pilihan dalam hidup, ketika kita memutuskan untuk memilih beberapa peran manusia dalam kehidupan ini, yang jelas pilihan itu harus sesuai dengan bakat, impian dan kenyamanan kita bila memilihnya. Empat pilihan tersebut ialah :- Karyawan (Employee) à Pilihan ini biasanya paling digemari oleh para lulusan sarjana, pilihan ini tidaklah buruk, bahkan baik, resiko kerugian pun sedikit, tidak seperti jika kita memilih untuk menjadi seorang wirausahawan atau investor. Pilihan ini sangat baik, kemungkinan berkembang pun ada jika kita lebih gigih berusaha dan berdoa.- Karyawan bebas (Self Employee) à Untuk menjadi karyawan bebas ialah kita harus mempunyai komitmen kepada diri sendiri untuk menjalankan sebuah keprofesionalitasan secara mendalam di bidangnya, misalnya pengacara dan dokter. Di dalam pilihan ini, kita sendirilah yang menjadi pemimpinnya, oleh karena itu pilihan ini pun tergantung pada self management-nya. Sekali kita tidak professional, yang rugi ialah diri kita sendiri.- Investor à Sistem ‘Money work for you’ investasi bisa berupa deposito, koperasi simpan pinjam, saham, property dan lain-lain. Dalam sistem ini uanglah yang bekerja untuk diri kita, namun orang yang memilih sistem ini haruslah mempunyai mental yang kuat karena jika sewaktu-waktu inflasi terjadi, maka kita akan mengalami kerugian.- Bisnis Owner à Own a job, jika kita memilih sistem ini, berarti kita menjalankan suatu sistem kewirausahaan, dan kita sendirilah yang menjadi pemimpin sebuah sistem yang kita buat sendiri dan kembangkan sesuai dengan penerapan kerja yang telah direncanakan sebelumnya. Karena pekerjaan apapun butuh ‘planing’ atau rencana, demikian juga dengan bisnis owner, bisa disebut juga ‘bisnis plan’. Bisnis seperti ini bisa diwariskan kepada generasi berikutnya.Setelah mengetahui tentang pilihan-pilihan tersebut, yang harus kita lakukan ialah memilih salah satu atau bahkan lebih dari satu lebih baik, asalkan jangan tidak memilih sama sekali, karena orang yang seperti itu ialah ‘jobless’ atau pengangguran tanpa usaha.Untuk menjadi entrepreneur sejati yang sukses memang tidaklah mudah, jika dikatakan memilih sebagai karyawan ialah pilihan dengan resiko terendah, sedangkan pilihan dengan resiko terbesar ialah jika kita memutuskan memulai berwirausaha, berbisnis mandiri atau bisnis owner. Karena dalam usaha pengembangan bisnis tersebut tidaklah selalu berjalan mulus, berhasil, namun pasti ada beberapa kegagalan yang akan kita hadapi dalam proses pengembangan tersebut. Namun, jika kita mampu mengatasi perasaan tidak percaya diri akibat gagal berulang-ulang kali, dan mengatasi rasa pesimis bahwa kita bisa, sebenarnya kita sedang membangun karakter entrepreneurship. Begitu pula tentang perbedaan antara pemenang dan pecundang ialah dalam mengatasi dan memberi reaksi atas kegagalan tersebut. Seorang pecundang mungkin akan menyerah dan mundur untuk berjuang jika mengalami kegagalan, namun seorang pemenang akan merayakan kegagalan tersebut dengan satu lagi upaya hingga berhasil. Kita dilahirkan ke dunia ini untuk menjadi seorang pemenang, bukan pecundang. Namun di tengah perjalanan kita pasti kita temui kegagalan, dan yang kita harapkan dalam terjatuh ialah terjatuh ke depan, bukan ke belakang, karena jika kita terjatuh ke belakang kita akan sulit bangkit, namun jika kita jatuh ke depan, kita akan mudah bangkit. Ingat bahwa kegagalan bukanlah sebuah dosa dan akhir dari segalanya. Karena masih ada impian yang kuat mengalahkan semua rasa takut kita.Mengenai pertanyaan ‘Why most entrepreneurs fail or stay small?’ jawaban atas pertanyaan tersebut ialah kurangnya pembangunan karakter yang dimiliki seseorang sebagai jiwa entrepreneur, selain itu jika dikaitkan dengan keadaan perekonomian negara kita pada saat ini. Hingga saat ini hampir 65 tahun Indonesia merdeka, namun negara kita masih tergolong ke dalam negara berkembang, lalu, mengapa bias seperti itu? Jawabannya ialah, karena kemajuan ekonomi suatu Negara atau daerah tertentu ditentukan oleh dunia bisnis negara atau daerah yang bersangkutan, ketika bisnis tumbuh, muncul potensi untuk meningkatkan potensi ekonomi di wilayah yang bersangkutan. Sedangkan kemajuan dunia bisnis ditentukan oleh tiga faktor, yaitu :- Pemerintah itu sendiri (pemerintah daerah, pemerintah pusat)- Para pelaku usaha- Pendidikan (Education)Berikut ialah contoh para entrepreneur sukses di bidangnya :- Hendry Ford (Produsers) -Bill Gates (Technologist)- Pierre Du Point (Organizers) -Warren Buffet (Investor)- Ray Krock (Merchandisers)Dengan mengoptimalkan potensi dari ketiga faktor tersebut, bisnis akan berkembang, pengangguran pun bisa teratasi, karena dalam berwirausaha, di sini kita memakai sistem ‘membuka peluang kerja’ bukan ‘melamar kerja’. Oleh karena itu, Indonesia butuh figure wirausahawan untuk meningkatkan perekonomian Indonesia.Dalam pelaksaannya, kita harus melaksanakan perubahan ‘change oriented’ selau berhijrah, tentunya ke arah yang lebih baik, sehingga kita dapat berkembang dan sukses. Tidak tetap di tempat dan hanya menunggu nasib, karena seharusnya kitalah yang membuat perubahan tersebut. Untuk mempersiapkan menjadi seorang entrepreneur, ada beberapa etika untuk kita menjadi seorang entrepreneur yang beretika, yaitu :- Orang-orang atau individu-individu yang berani ambil resiko, keberanian yang perlu dimiliki oleh seorang entrepreneur sejati. Ada yang pernah berkata bahwa orang yang tidak berani mengambil resiko tidak akan menjadi apa-apa. Mulailah belajar untuk berani mengambil resiko sesuai dengan kapasitas yang kita miliki sekarang (Learning Capabillity)- Create something new, kreatif. Misalnya, menciptakan produk-produk baru dengan kualitas yang baik, pelayanan dan managemen yang baru, sistem yang baru dan efektif. Dengan kita mencari dan belajar mengenai hal baru dari sesuatu yang lama, berarti kita telah memaksimalkan kerja otak kita untuk lebih kreatif dan hasilnya pun ialah sesuatu yang baru yang seharusnya dapat melebihi kualitas yang sebelumnya.Untuk menjalankan suatu bisnis, diperlukan keterampilan management bisnis yang memadai dan jiwa entepreneurship yang tidak mudah menyerah pada kegagalan, selain itu yang terpenting ialah menjalankan etika sebagai seorang entrepreneur dengan baik, dan ubahlah pikiran buruk kita mengenai diri kita sendiri dan bisikan orang lain yang terkadang bisa merebut impian kita dengan meneriakan bahwa ‘kita tidak bisa’. Ingatlah bahwa ‘You are what you think’ jadi, tanamkan dalam diri kita bahwa kita mampu menjalankan segala proses dengan baik. Kita harus terus menerapkan tiga inti penting dalam mengembangkan sebuah usaha, yaitu Learn, change and growth.Strategi menjadi entrepreneur yang sukses ialah finding the right bisnis, temukan potensi diri masing-masing, bisnis apa yang sesuai dengan kita, yang jika kita melakukan proses-prosesnya terasa nyaman, termotivasi dan menjadikan diri kita lebih percaya diri dan semangat, dengan begitu kita memperkecil kemungkinan gagal, selain itu yang perlu dipikirkan ialah barang yang dibisniskan ialah barang profitability, yaitu sesuatu yang dibeli oleh konsumen.Setelah mengetahui hal-hal tersebut, sekarang kembali pada diri kita masing-masing untuk memutuskan beberapa pilihan dengan resiko-resikonya. Diri kita sendiri yang memilih akan menjadi apakah kita. The Winner or The Looser?Tentunya kita semua tahu jawabannya.Mereka hanya melihat satu keberhasilanku saja, namun mereka tidak melihat beribu-ribu kegagalanku yang lainnya. -Bill Gates-

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Ada tanggapan???