Di samping peraturan dan fungsi yang ada di keluarga, pihak sekolah juga mempunyai andil yang besar terhadap perkembangan kognitif dan psikomotorik dari pelajar. Dengan kata lain lingkungan tersebut memberikan kontribusi terhadap perkembangan anak. Dengan demikian bisa disebutkan bahwa ada keterkaitan yang erat antar individu, keluarga, dan masyarakat.
Kenakalan pelajar merupakan suatu outcome dari suatu proses hubungan antar anggotaa keluarga tersebut dan antara sistem keluarga dan sistem lingkungannya. Adanya gangguan dalam fungsi keluarga, khususnya fungsi sosialisasi dan pendidikan mengakibatkan buruknya interaksi antara orang tua dan remaja. Di tambah dengan adanya hubungan yang cenderung negatif antara remaja dengan lingkungan di sekitarnya, baik dengan teman sekolah maupun tetangga dekat yang dikombinasi dengan agresivitas dari pelajar itu sendiri, maka secara perlahan-lahan akan mempengaruhi kenakalan remaja. (Willis, 1994; Kartono, 1986, BKKBN, 2006)
Adapun sub-pokok analisis gender yang digunakan, meliputi :
- Pengaruh Ekologi Lingkungan Makro terhadap tuntutan pengasuhan responsif gender.
- Pengaruh Ekologi Lingkungan Makro : Fasilitas sarana belajar siswa sekolah menengah di rumah.
- Model empiris pendekatan ekologi keluarga : pengasuhan hubungan diadik orangtua dan remaja
- Garis besar pendekatan Ekologi Keluarga
- Hubungan diadik orangtua dan anak responsif gender
- Model empiris pendekatan ekologi keluarga : Kepribadian remaja berdasarkan analisis gender
- Model empiris pendekatan ekologi keluarga : Tujuan dan harapan hidup berdasarkan analisis gender
Pendekatan yang digunakan :
- Pendekatan Teori Perkembangan : Meliputi tahap-tahap perkembangan siklus hidup keluarga.
- Pendekatan Ekologi Keluarga : Pengasuhan responsif gender : perlakuan sosialisasi dan pendidikan orangtua terhadap anak yang memberikan perhatian kepada anak laki-laki maupun perempuan berdasarkan kebutuhan khusus dan spesifik (berkaitan dengan aspek biologis atau reproduksi) dan kebutuhan umum yang berkaitan dengan kebutuhan psiko-sosial dengan menjunjung asas keadilan dan kesetaraan gender dalam memperoleh akses, manfaat, partisipasi dan kontrol terhadap semua sumberdaya keluarga untuk mewujudkan sumberdaya manusia yang sehat jasmani dan rohani.
Ayah dan anak laki-laki : orangtua mempunyai ekspektasi anak laki-lakinya agar kuat dan agresif dalam mencapai cita-cita, lebih sering diperlakukan secara agresif seperti diayun-ayun ke udara dan diayun-ayun ke kaki. Anak laki-laki diarahkan pada kegiatan yang berhubungan dengan pelatihan independensi diri. Dididik untuk menjadi seseorang yang maskulin. Seorang ayah di negara Barat dengan tegas mendidik anak laki-lakinya mengenai bagaimana membedakan membuat hal-hal yang salah atau benar dan lebih memperhatikan kesuksesan anak laki-lakinya dibanding dengan anak perempuannya.
Ibu dan anak laki-laki : Ibu lebih banyak berinvestasi menyangkut kehidupan sehari-hari anaknya dibanding ayah. Ibu juga lebih sering melakukan kegiatan emosional dan khawatir tentang kesejahteraan anak-anaknya. Perhatian ibu pada anak laki-lakinya lebih kepada makanan daripada hal yang lainnya dan memberikan kenyamanan dan lebih memperhatikan kesehatan anak laki-lakinya dibandingkan dengan anak perempuannya.
Ibu dan anak perempuan : lebih diterapkan pelatihan mengenai memakai pakaian yang rapi dan sopan, memelihara dan memberi saran-saran tentang penampilan fisik anak perempuannya seperti urusan pakaian, pemeliharaan rambut dan kulit agar tampak cantik. Memberikan contoh cara melindungi diri dari berbagai bahaya dari lingkungan dan memelihara serta melindungi alat-alat reproduktif dan pendidikan tentang masa puber beserta gejala biologisnya.
Dimensi Kenakalan Pelajar
• Baik kenakalan umum maupun kriminal masing-masing dipengaruhi oleh sifat kepribadian contoh. Secara umum, kenakalan pelajar dengan jenis kenakalan umum dan kriminal berbeda nyata berdasarkan kepribadian contoh. Contoh yang mempunyai sifat yang maskulin dan ekstrovert cenderung untuk berprilaku nakal di banding contoh yang mempunyai sifat feminim dan introvert.
• Baik kenakalan umum maupun kriminal masing-masing dipengaruhi oleh pengasuhan ibunya, pengasuhan ibu yang lebih dilandasi kehangatan dan dukungan akan mempengaruhi penurunan tingkat kenakalan baik umum maupun kriminal dibanding dengan contoh yang mendapatkan perlakuan pengasuhan yang kasar dan keras.
• Jenis kenakalan umum dipengaruhi oleh pengasuhan ayahnya. Perlakuan ayah yang lebih dilandasi kehangatan dan dukungan mempengaruhi penurunan tingkat kenakalan umum dibanding dengan contoh yang mendapatkan perlakuan pengasuhan yang kasar dan keras.
• Baik kenakalan umum maupun kriminal, masing-masing dipengaruhi oleh kualitas hubungan dalam keluarga. Contoh yang mempunyai kualitas hubungan keluarga lebih tinggi (lebih menghasilkan rasa puas dan bahagia) akan mempengaruhi penurunan tingkat kenakalan baik umum maupun kriminal contoh dibandingkan dengan contoh yang mempunyai hubungan dalam keluarga yang kurang baik.
• Baik kenakalan umum dan kriminal, masing-masing dipengaruhi penghargaan diri (esteem). Contoh yang mempunyai tingkat penghargaan diri lebih tinggi, akan terhindar dari perbuatan kenakalan baik umum maupun kriminal dibandingkan dengan contoh yang tidak mampu memberikan penghargaan terhadap diri sendiri.
• Baik kenakalan umum dan kriminal masing-masing dipengaruhi oleh kecerdasan emosi. Contoh yang memiliki kecerdasan emosi yang lebih tinggi akan terhindar dari perbuatan kenakalan baik umum maupun kriminal dibandingkan dengan contoh yang tidak mempunyai kecerdasan emosi yang tinggi.
• Baik kenakalan umum maupun kriminal, masing-masing dipengaruhi oleh hubungan dengan teman. Contoh yang mempunyai teman dengan kebiasaan perilaku baik dan kurang terikat hubungannya dengan teman justru akan terhindar dari perbuatan kenakalan baik umum maupun kriminal dibandingkan contoh yang memiliki teman berperilaku buruk dan sangat terikat dengan teman.
Perilaku Kenakalan Umum :
Jenis-jenis perilaku kenakalan umum :
- Membolos / terlambat
- Nongkrong di jalan
- Mengganggu teman / orang lewat
- Menyelewengkan uang SPP
- Meroko
- Pesta sampai larut malam
- Menggoda ’cewek-cewek’ atau ’cowok-cowok’ di jalanan.
Biasanya, kenakalan pelaku kenakalan pelajar umum ini didominasi oleh pelajar pria (siswa) tetapi tidak sedikit pula siswi yang melakukan perilaku tidak terpuji tersebut. Meskipun jumlahnya lebih sedikit dari pelajar laki-laki.
Perilaku Kenakalan Kriminal :
Perilaku penyimpangan dari norma dan bahkan melanggar hukum formal yang merugikan diri sendiri, dan merugikan serta menyakiti orang sehingga menimbulkan korban fisik berat kepada orang lain. Kenakalan kriminal menyangkut perbuatan yang ditangkap polisi.
Jenis-jenis perilaku kenakalan kriminal :
- Mengkonsumsi narkoba, minuman keras.
- Memalak atau mencuri
- Berkelahi dan menyakiti orang (Tawuran)
- Melakukan free sex.
- Meminum minuman beralkohol
- Membawa senjata tajam
Biasanya, kenakalan pelaku kenakalan pelajar umum ini didominasi oleh pelajar pria (siswa) tetapi ada pula siswi yang melakukan perilaku tidak terpuji tersebut. Meskipun jumlahnya jauh lebih sedikit dari pelajar laki-laki.
Hasil penelitian menunjukan bahwa beberapa responden mempunyai masalah dalam perilaku sosialnya, khususnya dalam kenakalan kriminal. Kondisi ini cukup mengkhawatirkan karena dapat merugikan bagi dirinya sendiri, sekolah, dan keluarga.
Proses Kenakalan Pelajar
Tiga titik rawan gejala kenakalan pelajar :
1. Terlambat sekolah yang dikarenakan oleh ’Nongkrong’ di jalan dan pergi keluyuran atau sekedar iseng-iseng melakukan sesuatu yang menggangu kelancaran proses belajar, mengajar di sekolah.
2. Menyelewengkan uang SPP untuk membiayai perilaku yang tidak sejalan dengan kegiatan proses belajar dan berbohong kepada orangtua.
3. Merokok yang membutuhkan biaya cukup besar yang diambil dari uang SPP dan kemudian ketagihan untuk merokok setiap hari.
Ketiga perbuatan kenakalan umum ini merupakan pintu gerbang untuk melakukan perbuatan kenakalan yang lebih tinggi.
Proses kenakalan pelajar pun bisa dijelaskan dengan konsep pendekatan ekologi keluarga.
a. Keadaan lingkungan mikro dari keluarga inti yang tidak stabil dah harmonis akan membuat remaja merasa tidak aman dan nyaman, seperti keadaan :
- Pengasuhan anak cenderung kasar dan keras
- Komunikasi dan interaksi dalam keluarga kurang harmonis
- Bonding antar keluarga kurang dekat
- Fungsi keluarga kurang optimal
- Sosial ekonomi keluarga kurang baik
- Tekanan ekonomi keluarga sangat tinggi
b. Keadaan lingkungan meso yang tidak memberikan dukungan dan bantuan baik moril maupun materil, maka akan menyebabkan anak merasa tidak mempunyai arti hidup yang bermakna, mulai merasa kesepian dan hampa.
- Bantuan dan dukungan antar keluarga besar kurang.
c. Keadaan di lingkugan meso yang tidak memfasilitasi dengan baik akan membuat anak semakin stres dan frustasi.
- Fasilitas sekolah kurang memadai
- Rasio kelas dan murid rendah
- Fasilitas olah raga kurang memadai
- Komite sekolah kurang optimal
- Rasio guru dan murid rendah
- Guru BP tidak memadai, tidak punya dana dan fasilitas yang memadai
- Tidak ada ’home visit’ pada siswa bermasalah yang menyebabkan kurangnya koordinasi guru dan orangtua
- Kegiatan BP kurang intensif, hanya parsial dan tidak teratur.
- Guru cepat lelah, kelas ribut, proses KBM terganggu.
d. Dampak dari keterbatasan kemampuan kinerja sistem keluarga dan sistem lingkungan sekolah membuat pelajar semakin stres dan frustasi :
- Pelajar tidak tersalurkan energinya
- Pelajar tidak dapat olah raga dengan bebas dan murah
- Pelajaran ekstrakulikuler tidak memadai karena mahal.
e. Outcome dari pelajar sebagai akibat dari kurang berfungsinya sistem keluarga dan sistem lingkungan sekolah, adalah :
- Pelajar merasa stres
- Pelajar kurang menghargai diri sendiri
- Pelajar berprilaaku agresif
- Pelajar berperilaku kenakalan umum, seperti : Membolos / terlambat, nongkrong di jalan, mengganggu teman / orang lewat, menyelewengkan uang SPP, Meroko.
- Pelajar berperilaku kenakalan kriminal, seperti : Mengonsumsi narkoba, minuma keras, memalak atau mencuri, berkelahi dan menyakiti orang lain, melakukan free sex.
- Akhirnya, nilai pelajaran menjadi rendah
Referensi :
Buku Kenakalan Pelajar, Dr. Ir. Herien Puspitawati, M.sc.


Heal The World.... Make It A Better Place....


