Kamis, 05 November 2009

I’m Sorry, I’m not perfect…

Sorry Myspace Comments

Alangkah tidak tahu malunya seorang hamba yang berkhianat atas janjinya sendiri. Apa kau tak ingat tentang tekad sempurna yang kau terbangkan ke langit. Agar tertangkap oleh sang malaikat untuk dibingkai sempurna dalam tahta surga yang telah menanti. Masihkah dunia ingin berkompromi denganmu, jika masih... mungkin dunia tidak tahu siapa dirimu di dalam. Namun hati tak akan sudi, bahkan hanya memandangmu sejenak. Karena hanya hati yang tahu bentuk penyesalan dalam jiwamu yang terkubur namun kau lupakan begitu saja seperti mempermaikan masa yang tak pasti.
Kukatakan padamu... bahwa kau adalah manusia yang tidak tahu terima kasih... seenaknya mengkhianati anugerah yang diberikan Tuhan, kau balas dengan duniamu yang tak luput dalam penyesalan. Apa yang kau pikir saat pengkhianatan keji itu berlangsung??? Tak tahukah banyak jiwa yang kecewa... termasuk dirimu sendiri. Sesempit itukah perasaanmu pada alam kekal nanti. Masihkah kau ragukan keberadaannya???
Jangan hanya diam dalam sudut gelap ruang hatimu yang entah berapa lautan dosa yang kau perbuat di dalamnya. Ikrarmu selalu berkhianat, Cintamu dusta, hanya terucap di mulut saja... Mungkin aku kalah menghadapimu, aku tak sanggup lagi menjagamu dari gumpalan sesat yang membelenggu. Karena kau begitu lincah, luput dari pengawasanku...
Ke mana ikrar suci yang selalu sempurna terdengar hingga langit malam... Doa-doamu yang tulus dan ikhlas, apakah akan kau lepas begitu saja? Setelah kau pahat sempurna rindumu pada Tuhan. Tuhan memang maha pemaaf wahai belahan jiwaku... ruang maafnya begitu luas melebihi pengkhianatan dan dosa-dosa terselubung lain yang kau perlihatkan tepat dihadapan Tuhan. Namun, sempatkah kau berpikir, bahwa jika nanti, tak akan ada lagi kesempatan itu... Kesempatan yang selama ini masih kau genggam karena usia masih berpihak padamu...
Sungguh aku sangat kecewa dan sedih menerima fakta ini. Pengkhianatan yang kau lakukan membuat hidupku kehilangan arah, mengapa kau tidak memanggilku saat kau butuh... mengapa kau abaikan aku saat emosi dan keduniawian berada di atas imanmu... kondisimu sangat menakutkan! Walau aku tetap berusaha memahami dan melebur bersama jiwamu... Merasakan apa yang kau rasa, melihat apa yang kau lihat... Memberikan semangat saat kau mulai jatuh dan mendukung segala hal baik yang kau rencanakan.... aku merindukan kau yang seperti itu... Seoptimis matahari pagi, setenang malam yang senyap.
Jangan lanjutkan kebodohan itu lagi... saat kutanyakan padamu mengapa kau berkhianat lagi??? Kau hanya menjawab ’maaf, aku bukanlah manusia sempurna’ karena hanya itu yang bisa kau ucapkan atas kesemena-menaanmu bertindak di hadapan Tuhan. Ingat, wahai jiwa yang sangat kucintai... Kita melangkah bersama selama ini, namun aku tak akan menemanimu di alam kubur nanti. Kau hanya akan membawa raga, jiwa, dan amalan-amalanmu...
Tolong, untuk kesemilyar kalinya aku meminta padamu... dan tak akan pernah bosan mengingatkanmu, walau sering kau abaikan....
Tolong, jangan lakukan pengkhianatan itu lagi... Ingat janji kita... Ingatlah satu bintang bersinar saat kita berikrar bersama... Karena begitu indahnya janji itu... janji untuk terus melangkah bersama di jalanNya...
Amin...
Jika kau membaca tulisan ini... tolong pahami... resapi.... bukan dari indahnya hujatanku padamu, namun lebih kepada tanggungjawabmu terhadap TUHAN....

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Ada tanggapan???