Minggu, 08 November 2009

I Lost Something Today

Aku gak tau, kenapa minggu-minggu ini bawaannya menyedihkan banget tulisan-tulisanku ini. Lebih-lebih, karena sekarang aku juga mau curhat tentang hal yang sangat menyedihkan. (mungkin bagi sebagian orang ini adalah hal yang lebay) tapi, coba jika kau jadi aku... huaaaaa... rasanya sungguh menyakitkan!
U know what? Yupz, lagi2 gara-gara perpisahan yang emang dari jaman dahulu kala sering banget aku tangisi, ditakuti keberadaannya, dan mungkin bukan menurutku aja, tapi siapapun pati tak ingin mengalami perpisahan. Tapi sayangnya, perpisahan itu pasti dan HARUS ada. Mungkin, dengan berpisah kita akan menyadari, betapa kita kehilangan sesuatu yang hilang itu, betapa kita begitu mencintainya.... T.T tapi inilah yang terjadi, pada hidupku saat ini, detik ini, diiringi hujan gerimis yang menuju ke deras.... aduuhhh... kenapa semuanya mendukungku untuk sedih siiih.... T.T

Aku Cuma mau menuliskan kalimat-kalimat yang mungkin tidak akan dipahami orang lain, hanya hatiku yang mengerti, juga Allah tentunya.

Hari ini, tepat hari ini.... di minggu kelabu ini, aku kehilangan sesuatu yang sangat berharga dalam hidupku. Yang selama ini selalu setia mendampingiku...

Inilah yang ingin kusampaikan padanya, sebagai tanda terakhir dariku...

Jika saja aku masih bisa melihatmu tenang di sampingku saat ini, aku tak akan menyia-nyiakannya, walaupun kau tak sempurna, walaupun begitu sering aku mengeluh tentang jiwamu yang tak seperti yang kuinginkan, namun kau begitu kokoh, tegar dan kuat menghadapi keraasnya dunia.... Kau pernah kusakiti, hingga mungkin kau merasa hancur.... dan aku menyesal.... karena emosi yang tak terkendali dalam jiwa ini. Jika kuingat-ingat lagi kisah-kisah indah saat kita bersama... kau begitu setia, tak pernah luput sekalipun aku sering melupakanmu.... Kisah cinta, tawa, sedih, duka, bahagiaa kita lalui bersama.... tak satupun perasaan yang terlewatkan bersamamu, semuanya indah, meski orang berpikir, kau tak sempurna, meski orang lain perpikir mengapa aku masih betah bersamamu dengan ketidaksempurnaanmu.... namun kau tetap menjalankan tugasmu untuk menemani hari-hariku.... membuat hidup ini lebih bermakna, tanpamu aku tak pernah merasa sepi dan sendiri di dunia ini, selalu ada seukir senyum haru, bahagia setiap kali aku menatapmu....

Pertama kali kita bertemu, aku sangat senang melihatmu, kau begitu sempurna, aku menyukaimu dari pandangan pertama, tak ternilai harga sebuah perasaan bahagiaku saat itu. Begitu sering aku menatapmu.... dan memanjatkan syukur pada Yang Kuasa, karena telah memberikan anugerah yang berharga dalam hidup ini.... berupa kehadiramu....

Tiga tahun kita lalui bersama.... tiga tahun tak pernah kukeluhkan keberadaanmu. Sepanjang itu pula aku sangat mencintaimu, meski terkadang kau menjadi incaran amarahku...
Kau selalu ada di pagi, siang dan malamku.... di sampingku... bersabar bersamaku.... menyambut kabar duka maupun bahagia yang datang silih berganti menerpa kehidupan ini.

Keheningan yang mendengarkan.... itulah prinsipmu! Sungguh aku tak bisa menjelaskan pada siapapun mengapa prinsipmu seperti itu. Karena kau telah membuat hidup ini bermakna.... Bercerita tentang cinta, dan hal-hal menyedihkan.
Sungguh perpisahan ini begitu menyayat hati, perasaan ini bagaikan teriris pisau belati yang tajam... saat aku menatap tempat di mana biasanya kau berada... tempat tinggalmu yang sering kulihat.... Namun kini, hanya bayangan maya dirimu yang takterlihat di sana... Tempat itu kini kosong, hampa dan rapuh... tanpa kehadiranmu...

Tiga tahun waktu yang sangat lama untuk mengukir sebuah kenangan bersamamu, namun terlalu sebentar untukku membalas cintamu... Belum pernah kutunjukan cintaku padamu, dan hari ini, aku mungkin telah mengecewakanmu.... hingga kau pergi untuk selamanya dari hidupku... tak pula akan menjamahi mimpiku... atau sekedar berlabuh di darmaga cintaku....

Aku tak akan pernah bisa melihatmu lagi... malam kemarin, adalah malam terakhir aku bisa melihatmu, menatapmu... tanpa bisa kuduga sebelumnya... hanya sedikit perasaan tak menentu.... takut kehilanganmu, namun aku tak menyangka akan secepat ini, dan dengan cara seperti itu....

Untukmu yang kucintai dan yang tak akan kutemui lagi....
Maafkan segala kesalahanku,
Terimakasih atas tiga tahun yang sangat menyenangkan ini...
Terimakasih atas kenangan, kenyamanan dan kehangatan yang telah kau berikan....
Dan tolong.... damailah di sana... semoga kau menemukan kehidupan baru yang jauh lebih membahagiakan daripada bersamaku, semoga nanti kau mendapatkan kehangatan yang lebih indah daripada bersamaku....

Aku pun mungkin akan seperti itu... Semoga aku bahagia dengan kehidupan baruku meski tanpamu.... semoga aku cepat merasa nyaman di samping penggantimu.... semoga dia lebih baik...

Memang takdir pertemuan kita sudah sampai di sini.... Penghujung rindu yang berusaha tak kusesalkan keberadaannya...
Walau kini kita telah mempunyai jalan masing-masing.... aku tak akan PERNAH melupakanmu.... SELAMANYA....

Dan untuk segala hal yang ada di dirimu TENTANGKU.... biarlah terhapus bersama kisah kita yang tak abadi ini....

Selamat jalan.....


Nb : Lalu seorang sahabat menenangkanku dengan kalimat ini....

Bersyukurlah dengan apa yang telah kita miliki....

Dengan itu, aku sadar, gak boleh sedih lagi... ikhlaskan saja, semenjak kapan aku jadi gak ikhlasan begini... Fokuslah pada apa yang telah kita miliki sekarang dan bersyukurlah... dan ikhlaskan yang telah pergi... Insya Allah, ini yang terbaik... ^_^b

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Ada tanggapan???