Sabtu, 08 September 2012

KEHETEROGENAN

Blog bagi gw adalah tempat sharing pengalaman, tempat berbagi ilmu pengetahuan, tempat curhat, tempat ngasih info, tempat berpuitis-puitis ria, tempat segalamacam yang bisa kita kreasikan sekreatif mungkin sesuai kepribadian kita. Kadang, kita bisa menilai, atau setidaknya menebak-nebak sifat seseorang berdasarkan isi blognya, cara dia menulis, cara dia mengatur tata letak, cara dia bernarsis-narsis memajang apa yang biasanya dipajang, cara dia memberi informasi, dan cara dia menuliskan barisan-barisan curhat yang terselubung. #ehemm... 

Seharusnya saat ini gw sedang tidak berada di sini, gw seharusnya berada di halaman repository ipb. Mengubek-ubek apapun yang bisa diubek. Mencari-cari sumber penguatan pendapat demi pendapat untuk my beloved skripsi. Dan meski di papan Time Organizer depan mata gw tertulis “No Blogging! No Facebooking!” untuk sementara waktu. Tapi untuk posting blog, gw rasa tidak akan terlalu mengganggu hidup. Karena terkadang justru, kita mendapatkan kekuatan saat kita menulis. Lagipula, gw udah nganggurin blog lumayan lama, sampai nyaris lupa password pula. Dan untuk Facebook, berusaha meminimalisirkan penggunaannya dulu deh, demi kelangsungan kisah kasih gw dengan skripsi.

Dan gw malah blogwalking, hehehe… menebak sifat-sifat orang lewat blog, gw orang yang suka banget blogwalking, saking seringnya penasaran buka-buka link, sampai pernah terjebak dengan situs berbahaya.  -___-

Tapi gw tetep gak kapok, karena dengan blogwalking gw bisa membayangkan sendiri pengalaman-pengalaman temen-temen bahkan di belahan bumi terjauh dari rumah gw pun, asalkan lebih hati2 aja… lalu gw biasanya suka menebak-nebak sifat apa yang dimiliki penghuninya. Bukannya gw ingin bermain-main dengan prasangka, tapi itu hanya sekedar melatih kepekaan, berlatih memahami lebih dalam karakter orang.

Banyak liat blog yang isinya keren-keren banget, begitu informatif, tentang resep2 masakan, teknologi, pendidikan, olahraga, informasi kesehatan dll… begitu cerdas, begitu wow deh pokoknya, ada juga yang isinya jenaka, banyolan-banyolan konyol, ada yang puitiss, ada juga yang isinya foto-foto narsis dan textnya cuma sedikit, ada juga yang sangat religius sekali. Pokoknya berbagaimacam cara orang mengapresiasikan diri… Dan gw suka dengan itu. Makanya, blogwalking merupakan salah satu bentuk refreshing bagi gw, di saat mumet melanda dunia persilatan. #daripada nonton tv, gozip lagi gozip lagi.

Mungkin banyak juga tipe manusia selain gw yang suka blogwalking dan menerka-nerka makhluk jenis apa penghuninya. Termasuk orang-orang yang pernah berkunjung, mungkin mengira-ngira makhluk macam apa gw itu…

Jujur gw bingung banget, sudah terhitung 8 orang yang menganggap gw adalah simpatisan partai tertentu, 8 orang!!! DELAPAN ORANG PEMIRSAAA!!! Bukan 2 bukan 3. Bukan pula 4. Tapi sudah DELAPAN orang yang menganggap gw adalah tim sukses suatu partai tertentu. Ohh… My…

Jujur, padahal, gw beneran kagak ngarti sama yang namanya partai-partaian. Kalau pemilu pun, gw pasti menuruti apa nasihat orangtua. Dalam norma agama, sosial dan budaya kan kita emang disuruh berbakti kepada orangtua, nahh… gw Cuma mencoba untuk taat dan patuh pada seruan orangtua untuk memilih partainya Pak Amin Rais, karena beliau ngefanss berat sama Mr. Rais ini. Lalu, kenapa delapan orang itu menebak gw adalah simpatisan partai lain???

Sumpah yaa… ini postingan sudah tak tentu arahnya, udah ngomongin blog sampe ke partai. Tapi emang ada hubungannya sih. Beberapa orang dengan melihat blog gw sekilas udah nyangka gw simpatisan partai tertentu... Sekalian aja ntar gw pampang foto pejabat-pejabat dan lambangnya. Udah kepalang dicap sebagai simpatisan partai itu. Hahaha… sekalian aja gw pajang dah tuh foto petingginya.

Ada pula temen yang protes, karena dia gak bisa buka blog gw lewat hp, karena kb’nya terlalu gede. Jadinya boros juga kalau buka pake hp yang tak terdaftar paket internet. Sebenernya, gw sengaja gak meng’cut’ tiap postingnya untuk memudahkan pengunjung membaca sampai akhir cerita beberapa posting sekaligus di halaman itu juga tanpa harus mengklik ‘see more’. Meskipun terkesan panjang banget kayak kereta api yang gak ada ujungnya. Tapi, ya itu… intinya gw sekedar ingin memudahkan, bukan malah memboroskan, toh bisa kan di hp pun diatur jadi versi mobile, yang pastinya bakal lebih irit lagi. Dan masing-masing orang punya cara-caranya sendiri,  kebebasan masing-masing individu mau mengatur seperti apa.

Untuk bahasa dan topik, maaaf semaaf-maafnya untuk para pengunjung yang budiman dan semoga dirahmati Allah, kalau gw sangat tidak konsisten dalam menulis. Kadang pake aku, saya, gw, urang, ambo, beta,,, bahkan gw berencana pengen posting pake bahasa sunda. Tapi kurang PD, karena gw tau, gw hidup di Bogor, numpang Brojol doang di Bandung. So, bahasa Sunda gw pasti bisa membuat para nenek-nenek sakit hati jika membacanya. How rude. -_-

Makanya gw kurang PD menggunakan bahasa Sunda jika sedang berbicara dengan orang yang lebih tua… tapi kalau ke temen sebaya sih… sudah tidak ragu2 lagi nyebut sia aing maneh ngajedog.

Pokoknya, dalam masalah rasa bahasa, tergantung mood… Kadang gw bisa jadi sangat melankolis sekali, tapi suatu saat gw pun bisa menjelma menjadi orang cuek yang ceplas-ceplos. Intinya mah, just the way you are lah! Masing-masing orang itu istimewa dalam perbedaan… dan kita gak bisa dipaksakan untuk menjadi sama.

Seperti halnya pada Data. Kalau homogen, gak akan berasa saling melengkapi, pasti gak akan ada yang SIGNIFIKAN!!! #maaf, kesel skripsi kebawa2.

Pokoknya, karena perbedaan itulah hidup kita menjadi lebih berwarnaaaa… ^____^

Akhir kata, sebelum melanjutkan Revisi, mohon maaf lahir dan batin yaa..., tidak ada kata terlambat untuk memohon maaf setulus jiwa dan raga. Mohon maaf Jika ada salah-salah kata yang tak sengaja saya tuliskan di blog ini, ataupun di manapun saya menulis. Karena kesempurnaan hanyalah milik Allah, dan kekurangan adalah memang milik saya, hamba-Nya.


Jumat, 17 Agustus 2012

PENCARIAN

Horreyyy… Sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan tahun ini akhirnya tiba juga. Malam ini, saya jadi merenung sendiri deh. Soalnya belum banyak yang saya lakukan di bulan suci ini =,=. Dosa-dosa dan lalai-lalai masih selalu ada setiap harinya. Astagfirulloh....

Tapi, saya gak mau bilang, ‘wajar lah, kan setan emang tersedia tiap hari’. Hehe, berhubung bulan ini bulan baik, saya gak mau ngegosipin setan jenis apapun. Karena di posting kali ini saya mau mengucapkan selamaaaaat… kepada orang-orang yang Alhamdulillah, akhirnya menemukan jalan yang benaaar.

Jujur, saya malu banget, bro! ngeliat orang-orang yang hidup di luar negeri, yang pada umumnya penduduk di sana banyak yang non-is, bukan negara islam pula, tapi ibadahnya udah bagus banget. 

Lebih lagi kemaren, saya inget orang-orang yang saya tau dan baru memeluk agama islam tapi semangat mempelajari islamnya bisa melebihi orang yang udah islam dari lahir *seperti saya. +____+

Sebelumnya, saya sempet mikir, sebenernya, takdir itu gimana sih? Ada orang-orang yang dilahirkan dari keluarga yang non-is, di tempat yang jauh juga dari sentuhan islam. Lalu, ketika mereka lahir, dengan wajah tidak berdosa, bayi-bayi yang gak tau apa-apa itu tidak diperkenalkan dengan islam sama sekali oleh keluarga dan lingkungan sekitarnya. Jadi, bagaimana mereka bisa melihat cahaya islam, jika itu gak ditanamkan di kehidupan sehari-harinya. Bagaimana bisa setelah dewasa mereka dikatakan kafir dan berdosa jika belum memeluk agama islam?

Sempet juga berpikir bahwa, mungkin aja, kalau saya terlahir di keluarga yang bukan beragama islam dan di tempat yang tidak memperkenalkan ajaran agama islam. Saya akan buta sama sekali mengenai pencarian jati diri, dan tetap mengikuti agama keluarga saya. Jadi, saya sempet juga ngerasa, ‘kok gak adil ya’, atau, ‘kasian ya’, dan juga sekaligus bersyukur sendiri karena saya dilahirkan di keluarga muslim, di tempat yang mendukung pula.

Tapi, tenang, saya bukan ingin menyalahkan takdir, apalagi mengatakan Allah gak adil. Sama sekali enggak. Saya Cuma manusia biasa yang suka penasaran-penasaran gak jelas, dan suka tiba-tiba muncul pertanyaan gak jelas juga. Dan beberapa pikiran dan pertanyaan yang sempat melintas itu sebenernya udah saya tau juga jawabannya. Bahwa Allah dalam memberikan hidayah itu sesuai kehendak-Nya. Dan saya sangat merasa bersyukur, lahir di keluarga pemeluk islam. Dan tentang segala aturan kafir atau bukannya, itu ya emang udah ada aturannya dari Allah.

Balik lagi ke para mualaf tadi, sekali lagi, beneran deh, saya jadi malu luar biasa sama Allah dan hidup saya sendiri, jika dibandingkan dengan orang-orang yang tadinya ‘non-muslim’ yang mencari-cari jati diri, yang mencari-cari jalan kebenaran, meski pasti banyak tantangan, hambatan, rintangannya. Tapi mereka bisa dengan tegas mengucapkan dua kalimat syahadat, lalu belajar dengan serius mengenai islam.

Tentunya, tantangannya pasti lebih besar daripada kita-kita yang udah difasilitasi oleh orangtua dan lingkungan. Jangankan yang mualaf, saya sendiri kadang ngerasa belum bisa mengamalkan aturan-aturan yang sebenernya saya sudah tau itu boleh atau enggaknya, tapi tetep saya langgar. Karena masih terbatas tradisi-tradisi yang ada dalam keluarga, yang kalau kita tidak melakukan tradisi itu, dirasa kurang afdol. X___X dan ini susaaah bangett diperanginya. 

Balik lagi, sebenernya saya ingin mengucapkan selamaaat kepada Renata Novomestka yang telah memeluk agama Islam, tiga minggu sebelum Ramadhan tahun ini. Kenapa saya bahas Renata di sini, soalnya, dia salah satu orang yang menginspirasi saya tahun lalu, terutama karena kemandirian dan ketangguhannya. 

Nih, yang belum tau siapa itu Miss Novomestka... Seorang mahasiswa pertukaran pelajar dari Valasske Mezirici, Ceko, yang belajar di Sekolah Tinggi kejuruan di Pamengpeuk, Garut, usianya 24 tahun. Miss Novomestka atau yang dikenal dengan sebutan 'Rene' ini adalah salah satu housemates acara Bigbrother yang diadakan tahun lalu (2011), dan memperoleh gelar Juara 3. 


Tahun yang lalu, ada acara di TransTV yang namanya ‘Big Brother” singkatnya, itu acara sebenernya bukan acara pencarian bakat, tapi acara yang menurut saya lebih dari sekedar pencarian bakat lahir semata. Tapi juga bakat-bakat abstrak yang berupa pertahanan diri, kesungguhan, kebijaksanaan, kesabaran, ketangguhan, ketulusan, dan kejujuran.

Saya tau, ini udah basi banget, di tahun ‘dua ribu dua belas’ gini bahas acara tahun ‘dua ribu sebelas’ itu artinya udah satu tahun berlalu. tapi beneran deh, acara ini membuat saya bener-bener merasakan KKP sebagai ajang yang ‘sama’ seperti acara Big Brother. Hidup itu amanah, dan memang haruss kita jalani sebaik-baiknya hidup.

Kembali lagi ke Renata, alias Rene. Hampir setiap hari saya memperhatikan acara itu, dan yang paling membuat saya berkesan adalah karakternya Rene yang Kuat. Kuat di sini bukan artinya dia paling berkuasa, banyak bicara, sok pemimpin, sok paling bener, sok ngatur. Justru pada awalnya Rene itu terlihat sangat minoritas sekali diantara para housemates2 lainnya, sangat apa adanya dan suka duduk menyendiri di pojokan, padahal yang lainnya berkumpul2 ria bergosip2 seru. Intinya dia gak begitu eksiss lah… Gak seperti beberapa temennya yang kadang suka mendominasi.

Tapi, lama kelamaan, dengan tugas-tugas yang diberikan kepada mereka, saya mulai memperhatikan bahwa Rene itu sungguh-sungguh orangnya. Entah karena emang dia bule,,, hehe, coz katanya sih itu yang ngebuat orang Indonesia kalah canggih sama orang2 luar. Dalam masalah ‘sungguh-sungguhnya dalam menjalankan tugas atau amanah’.

Di saat orang-orang tidur-tiduran, males-malesan, gossip-gosipan, si Rene ini justru ngasih makan kambing yang harus dijaga housemates. Dia itu netral, apa adanya, gak berusaha terlihat menonjol. Dia itu menonjol yah karena dia sungguh2 dalam menjalankan tugas, dan sifatnya juga baik, netral. Gak berkoalisi dan gak penjilat. Makanya penonton yang bisa menilai, meskipun dia bule, keluarganya pada di Ceko, tp poling sms dia selalu tinggi. Sampai akhirnya masuk 3 besar.

Tapi Renata ini udah jadi orang Indonesia tulen lho… meskipun saya rada-rada heran, kenapa dia nyangkut di pedalaman Pamengpeuk, Garut ya? Hehe, padahal kan orang Ceko. Lagi-lagi takdir Allah yang membawa dia ke sana. Bertemu orang-orang baru di Indonesia, mengikuti acara big Brother, dan… ada beberapa episode yang membuat saya nangis Bombay di depan tv saat nonton big Brother.


Saat itu, satu tahun yang lalu, bulan puasa juga, di rumah big bro nuansanya jadi sangaaat islami sekali. Saur bersama, buka puasa bersama, taraweh juga. Housemates udah semakin sedikit, tapi ibadah-ibadah tetep berjalan, waktu itu Alan yang jadi imam sholat taraweh, Tengku, Sinta jadi makmum, setelah itu mereka ngaji di mushola rumah megah itu. Dan si Rene itu ngintip, duduk di depan pintu dengan wajah yang ngebuat saya pengen nangis asli. Kayak wajah-wajah sedih dan terharu… dia ngeliat Alan, Tengku, dan Sinta sholat dan ngaji di mushola. Akhirnya si Rene ini curhat sama Big Brother. Dia penasaran dengan Islam, dan menurutnya Islam itu indah dan mendamaikan.

Mungkin kalau saya yang cerita di sini jadi kurang mengharukan, harus liat dan merasakan sendiri adegannya, haha... sampai saya bener-bener mendoakan Rene supaya masuk Islam. Dan ternyata bukan saya aja yang mendoakan. Banyaaak banget, di official threadnya big brother di kaskus maupun fanspagenya di fb, banyak banget yang terharu sama adegan-adegan Rene yang penasaran tentang Islam. Banyak juga yang mendoakan. Sampai fansnya Rene menghadiahi Rene Al Quran.

Rene pun akhirnya bilang ke big brother bahwa setelah baca terjemahan Al Quran, dia tertarik mempelajarinya dan dia pengen belajar sholat dan puasa. ^___^


Setahun lamanya gak denger kabar para housemates big Brother. Saya kaget waktu kemaren liat acara kultum Ustad Maulana sebelum buka puasa ada si Rene lagi ngedengerin ceramah dengan sangat seriuss dan bertanya beberapa pertanyaan mengenai Islam ke Ustad yang ceramahnya. Malem-malemnya padahal saya tiba2 mimpiin Rene masuk islam. Ehh… sebelum maghrib saya liat Rene yang udah lama gak muncul di tv, tiba2 ada di acara kultum. Dan dia pake jilbab. :D


Alhamdulillah… ternyata Rene memang baru tiga minggu memeluk Islam dan sangat ingin belajar Islam lebiih dalam. 

Jujur, Bro, saya terharu banget sama kejadian Rene mualaf ini, pencarian jati diri yang cukup penuh hambatan dan rintangan... dibanding kita yang emang lahir di keluarga muslim.... saya pun tau adegan tahun kemaren waktu dia duduk sendiri terharu ngintipin orang sholat, saya liat ekspresi wajah dia yang mupeng… pengen ikut sholat dan puasa juga, pengen bisa baca Al Quran juga, kayak housemates yang lain. Dan puncaknya… saya baru tau tadi bahwa Rene akhirnya mengucapkan dua kalimat syahadat tiga minggu sebelum Ramadhan tahun ini. Terlebih saya pernah baca artikel bahwa Rene itu dulunya aktivis gereja. Bahkan untuk masuk islam itu, banyaaaak bangett yang nyela, dari keluarga lah, dari fans2nya juga, dll.

Perjuangan mendapatkan Islam itu suliiiit banget bagi orang-orang tertentu. Kita yang udah Islam dari sononya. Kenapa ya masih suka gak merasa bersyukur atas keislaman kita. *dalam hal ini saya maksudnya* gak bersyukur itu banyak macamnya, suka males-malesan belajar mendalami agama, itu salah satu jenis tidak bersyukur menurut saya. Padahal justru kita harus memanfaatkan kesempatan yang udah Allah berikan sama kita ini. 

Terlahir sebagai seorang muslim di keluarga muslim itu anugerah terindah bagi saya. Namun entah kenapa, saya cukup jarang memanfaatkannya.

Astagfirulloh, saya malu banget dah pokoknya klo inget para mualaf2 yang rajin belajar agama.

Tapi saya bakal berusaha menjadi versi saya yang lebih baik lagi. Usaha itu butuh proses, butuh waktu, butuh kemauan. Semoga kita semua bisa menjalani prosesnya dengan baik. Amiiiin.

Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat dan hidayahNya pada kita semua.

***
Sumber gambar Renata Big Brother : Official thread BB Indonesia (Kaskus)

Jumat, 03 Agustus 2012

KEBUTUHAN BIOLOGIS

Jangan cengok dulu menatap judulnya, karena terlalu banyak arti yang gak bisa dicermati hanya dengan pandangan sekilas saja. Hoho… Karena sebenernya, saya ingin mengulas sedikit tentang Kebutuhan Biologis yang bener-bener dibutuhkan oleh semua makhluk di dunia, baik manusia, hewan, dan binatang “(hewan dan binatang itu apa bedanya ya?)”.

Pokoknya kalau gak melakukan itu, kita bakal merana banget. Kegiatan yang biasanya dilakukan di malam hari ini biasanya menjadikan tubuh kita kembali bersinar dan berpijak seperti dulu kalaaa… #kayak lagunya Sheila On7 zaman dahulu. Intinya, ini kegiatan bener2 kita butuhkan dan menyehatkan jika kita tidak melakukannya secara berlebihan. Maksudnya dalam kadar yang pass. Pas Mantabh! Kayak acaranya si Sule and The Genk di trans7. J

Memang sesuatu yang dilakukan secara berlebihan itu tidak baik, dan juga dengan waktu yang tak tepat, juga kurang baik. Tapi entah kenapa, belakangan ini, sepertinya pola itu tidak sesuai dengan yang seharusnya. Pola yang dimaksud adalah Pola Tidur. Dan otomatis, tidur itu juga bisa disebut dengan kebutuhan biologis kita. Tubuh kita perlu melakukan kegiatan tidur untuk memulihkan kembali tenaga dan organ-organ yang kelelahan setelah seharian beraktivitas di siang harinya.

Akan tetapiii, akhir-akhir ini saya merasa mengalami apa yang namanya Kalong Syndrome. Di mana seseorang tidak bisa tidur pada malam hari, bahkan hingga masuk dini hari, namun justru baru terlelap setelah adzan subuh berkumandang. Menurut penelitian yang pernah saya baca, memang di usia2 awal 20'an itu rentan terkena insomnia atau tidak bisa tidur di malam hari, sehingga mereka baru bisa tidur lelap di awal subuh. Berhubung saya orang yang punya iman (amin), biasanya saya sholat dulu, ngaji dulu, daaan… barulah saya tiduuur dengan lahapnya.

Zzzzzzz… Tapi sesungguhnya, saya bukan orang yang seperti itu. Waktu zaman-zaman masih ada jadwal kuliah, saya termasuk orang yang disiplin dalam menjalani hari dengan semestinya. Pagi ya harus jadi pagi, siang juga harus jadi siang, dan malam. Ya malam. Buat tidur. Bahkan, berhubung kampus saya jauh dari rumah, sekitar 1,5 jam (tanpa macet). Apabila masuk pukul 7.00 pagi, itu saya bisa berangkat dari rumah pukul 5.20 WIB, dengan keadaan langit yang masih sangat gelap. And it almost everyday saya melakukan kegiatan itu, berhubung lumayan sering masuk pagi.

Dan, meskipun malemnya suka pegel-pegel, karena biasanya saya berangkat gelap, pulang gelap. Maksudnya, berangkat subuh, pulang juga udah gelap akibat kuliah biasanya berakhir jam 5, dan di jalan 1,5 jam, jadi total PP 3 jam. Pulang nyampe rumah setengah tujuh, dan biasanya di perjalanan saya transit di mesjid dulu buat sholat, sebelum melaksanakan perjalanan kembali. Agak2 takut juga soalnya klo udah adzan, pengen bablas pulang suka ragu. Kita kan gak tau apa yang akan terjadi di jalan. Kalau umurnya gak nyampe kan, hayoohh… Naudzubillah deh, ya Allah. So, saya mending transit di mesjid dulu.

Tapi, beneran deh, masa-masa itu tuh masa yang menyehatkan lahir dan batin. Meski tugas bertumpuk, pulang malem, tapi kita tetep bisa menjalani hari dengan semestinya, kita tetep bisa fit, yaa… ngantuk-ngantuk dikit, cape-cape dikit bisaa lah, namanya juga usaha… haha.. Tapi, beberapa minggu terakhir ini, setelah tidak melakukan aktivitas pagi, setelah gak bisa tidur di malam hari, saya ngerasa kondisi tubuh saya cepeet banget drop. Cepet cape, lemes, sering vertigo, puyeng, mual, sesek nafas dan tremor. Pokoknya udah kayak gejala-gejala trimester pertama sebelum kelahiran anak.

Sempet kesel juga sih, karena dengan segala hal itu saya jadi males ngapa-ngapain, termasuk ngerjain apa yang namanya skripsi. Sampai-sampai saya diperiksa ke dokter dan dokter mendiagnosa saya terkena hypertiroid dan gangguan jantung. Dan seharusnya saya melakukan beberapa pemeriksaan medis lanjutan untuk mengetahui sebabnya dan juga supaya bisa disembuhin. Tapi saya terlalu takut  melakukan hal itu, takut dengan adegan-adegan berbau medis yang saya bayangkan. So, saya berusaha sembuh sendiri aja, haha... 

Hingga memasuki bulan suci Ramadhan ini, jam tidur saya masih kacau, bener-bener kalong banget. Malam hidup sampe saur, siang hibernasi hingga dehidrasi. Boro-boro nengokin skripsi, pokoknya, jam biologis saya kacau banget, sampai jadwal BAB pun jadi pukul 00.00 tepat. Dan entah kenapa jadi selalu jam segitu, mengerikan, bukan? #sampe disangka nenek gayung# karena ada bunyi2 gayung tengah malem gitu, padahal itu saya pelakunya. Hduhh, padahal kan biasanya pagi. +____+ saya merasa jadi makhluk malam. Saya rindu dengan saya yang dulu, yang bisa bangun pagi, bahkan waktu semester 5, saya suka jualan, dan sebelum berangkat ke kampus, saya masak dulu, buat dijual di kelas-kelas (buat danus ataupun tugas kewirus). Pokoknya, saya ngerasa, dulu itu saya power puff girl bgt deh, tangguh, tahan banting, disiplin, gesit, kuat, dan bisa terbang. -____- beda banget dengan yang belakangan ini saya rasakan. Lemah, letih, lesu, melotot, tak bergairah, pemalas… Zzzzzzzz,,,, where has my soul gone??? 

Tapiii… beberapa hari ini saya ingin menggebrak diri saya sendiri, supaya disiplin lagi, supaya bisa melakukan segala sesuatu dengan semestinya lagi. Yang biasanya saya tidur setelah subuh, meskipun ngantuk, biasanya saya naik ke atas genteng, lalu teriaaak, dan jadi segerrr… haha, *yang teriak itu bo’ong* pokoknya di atas loteng, saya bisa ngerjain segala macem, bisa ngebenerin antene tv, bisa sambil ngejemur baju, bisa juga Cuma sekedar nongkrong sambil melamun (yang ini jangan ditiru, terlalu alay), dan bisa juga sambil menghitung bintang-bintang di langit (gak ada kerjaan).

Pokoknya, Apapun lah, Kecuali tidur. Coz bawaannya, kalau tidur abis subuh, bangun-bangun suka pusing dan mual gak jelas, dan juga jadi bad mood sepanjang hari. So, buat kamu-kamu yang antipati sama Bang Rhoma Irama, saya gak melarang kamu mau suka apa enggak sama bang Rhoma, tapi setidaknya, ikuti nasehatnya, supaya Jangan Begadang Kalau Tiada ada Artinya! Karena tubuh kita butuh istirahat di waktu yang tepat dengan kadar yang tepat. Supaya terhindar dari beranekaragam penyakit yang mengerikan.


Karena tidur yang cukup di waktu yang tepat adalah Kebutuhan Biologis kita...


Selasa, 31 Juli 2012

CELAH

sumber gambar : planetnight.com

Entah mengapa selalu seperti ini. Selalu tidak nyaman rasanya memikirkan sesuatu yang seharusnya tidak perlu menjadi bahan pemikiran. Memang ini adalah masalah hati, tidak sepantasnya membawa-bawa pikiran terlampau jauh ke suatu arena di mana hati yang lebih berkuasa. Mungkin memang aku terlalu memiliki rasa ingin tau yang tinggi terhadap celah-celah kecil yang tertutup. Ini bukan tentang ‘aku’ saja, tapi tentang kita semua yang merasa memiliki rasa ingin tau di atas ambang batas kenormalan. Kadang tidak masuk akal. Kadang rasa ingin tau yang berlebihan seringkali disertai rasa sakit yang sebenar-benarnya. Sesuatu yang tidak seharusnya kita tau, sesuatu yang tidak sepantasnya kita jelajahi. Karena jika kita mengetahui hal-hal yang tidak seharusnya kita tau, kemungkinan besar kita akan kecewa, lalu terperangkap dalam permainan yang kita ciptakan sendiri.

Berat sekali rasanya mengabaikan bujukan hati untuk tidak terlalu jauh 'ingin' mengetahui kehidupan orang yang tidak wajib kita ketahui. Ketika kita mengagumi seseorang, dengan beberapa sebab yang tak terjabarkan, kita akan terdorong untuk mencari tau, mengamati, memperhatikan dari jarak sejauh apa yang bisa kita jangkau. Entah mengapa, terkadang rasa kagum muncul bersamaan dengan rasa penasaran yang sangat mengganggu, mengajak untuk memainkan sebuah permainan di mana tak ada yang kalah dan yang menang. Permainan yang membingungkan. Namun, kita tetap mengikuti seruannya. Seruan untuk bermain-main dengan api.

Aku tak ingin mendeklarasikan cinta, tak ada sebab-sebab yang melatarbelakangi untuk melakukannya. Ketika kita terlanjur terjerat, ketika kita terlanjur tau tentang hal-hal yang sebenarnya tak perlu kita tau, kita akan pasrah pada beranekaragam perasaan yang memadati semua rongga. Dan ketika kita merasa semakin terhimpit dengan perasaan itu. Yang ingin kita lakukan hanyalah ingin mematikan kobaran api yang sudah terlanjur menyala dalam jiwa. Meskipun sulit, namun perasaan yang tak beralasan dan tak mempunyai harapan itu harus segera dihentikan. Kecuali jika kita percaya, ada tujuan yang mulia pada akhirnya, bukan sekedar rasa yang relatif hampa.

Kepada sebuah celah yang melubangi pikiran, 

Ingin rasanya mengembalikan semua langkah yang terlanjur direntangkan. Sebelum aku membaca namamu di suatu situasi yang sepi. Ketika entah kenapa dengan tidak sopannya rasa penasaran ini muncul tiba-tiba, membuatku ingin mencari tau tentangmu… Lebih jauh… Lebih dekat…

Dengan berjuta situasi yang tak pasti, dengan deklarasi-deklarasi yang nyaris mati. Aku memang tak mencium aroma harapan tentang kisah-kisah manis yang mungkin akan terbina. Namun, di bawah naungan bumi yang sama. Sebagai sesama manusia. Aku ingin mengucapkan terima kasih. Karena kau telah memberikan sedikit celah dalam pikiranku. 

Celah Inspirasi. J



Jumat, 20 Juli 2012

CANTIK ITU... SEHAT

Kali ini, saya ingin sharing tentang beberapa hal, yang berkaitan dengan keribetan ibu-ibu zaman sekarang. Hehe… sebenernya ini bukan sebuah keribetan. Wajar kalau banyak wanita dewasa yang udah berkenalan dengan apa yang namanya Make up. Jangankan yang dewasa, sekarang udah banyak remaja bahkan anak-anak yang udah diperkenalkan dengan Make Up. Tentu aja ‘diperkenalkan’ di sini bukan hanya kenalan aja, tapi juga ‘menggunakan’.
sumber gambar : imagine.com
Make up memang sudah terkenal dari zaman dahulu kala. Bukan hanya wanita, tapi pria pun banyak juga yang memakai make up, pemerah bibir atau lipstick terkadang jadi mengalami perluasan konsumen karena berfungsi juga untuk para pria (liat aja klo di sinetron-sinetron ato drama2 korea) artis cowoknya kadang lebih cantik daripada yang cewe. Jadi memang menor itu sekarang bukan milik wanita lagi, tapi pria juga bisa terlihat menor. -____-

Mengenai make up, sekedar sharing pengalaman pribadi. Dari SMP saya jerawatan parah, sampai temen-temen sekelas memanggil saya dengan sebutan ‘Jelita’. Hoho… tenaaang, saya bukannya mau narsis, tapi karena itulah fakta yang ada. Saya disebut Jelita karena dulu saya memiliki banyak jerawat di wajah dan Jelita adalah singkatan dari Jerawat Lima Juta. Singkatan itu dibuat oleh teman sekelas saya dan dia laki-laki. Sebagai gadis ABG labil, meskipun di depan, saya juga biasanya ketawa kalau diledek begitu, tapi di belakang, sebenarnya saya menangis darahh. *____*lebay

Segalamacam cara saya lakukan sampe pake obat jerawat punya kakak yang kalau dipake itu rasanya kayak luka yang masih basah ditaburi serbuk lada hitam. Periiih sangat. Tapi itu jerawat masih betah bersarang di wajah, akhirnya waktu SMP saya nyoba-nyoba foundation punya mama, agar jerawat-jerawat itu tersamarkan. Tapi saya jadi merasa menipu diri sendiri karena sebenarnya foundation itu hanya untuk menyamarkan noda-noda jerawat, bukan menghilangkan. Dan sebenarnya, kalau gak perlu-perlu amat kita gak boleh lho pake foundation karena bisa menyumbat pori-pori dan bisa bikin pori-pori membesar.

Beranjak SMA, saya beralih menggunakan pond’s dan bedak tetap marcks. Dari dulu saya tetap setia dengan bedak Marcks. Karena komposisinya ringan, dan bedak itu dianjurkan dokter-dokter kulit pada umumnya. Dan memang karena bentuknya tabur, jadi gak kayak pake ‘kedok’. Apalagi buat orang yang kulitnya berminyak, Jika kulit anda berminyak, hindari pemakaian bedak padat, beralihlah pada bedak tabur yang ringan.

Pas SMA jerawat saya udah mulai berkurang (meski masih ada jejak-jejak perkaranya) berupa titik-titik hitam dan bolong-bolong aneh, dan itu masih terasa mengganggu, tapi yaudahlah. Sabar menunggu aja, namanya juga hormon. Kalau udah stabil insya Allah gak akan gitu. Hehe…

Dan benar, menginjak bangku kuliah, jerawat-jerawat dan bekas jerawat saya menghilang bertahap. Tapi kulit  wajah masih sering kusam, apalagi kalau berada lama di bawah sinar matahari yang terik, apalagi saya ini anak jalanan. Pulang Pergi Rumah-Kampus setiap hari yang jaraknya naudzubillah jauhnya. Itu kadang membuat kulit jadi kusam banget. Dan Alhamdulillah, mungkin karena hormon udah stabil, hal itu gak menimbulkan banyak masalah asalkan rajin cuci muka. Jadi masalah utama saat kuliah itu kusam dan berminyak.

Saya waktu itu pakai bedak La’tulip. Kata orang sih itu bedak pengantin, hehe… karena meskipun dipake sedikit, keliatan kayak tebel banget. Tapi itu justru yang saya suka. Cukup pake dikit aja, udah berasa bedaknya. Jadi hemat. Dan memang bedak latulip ini bagus sebenernya (bagi orang-orang tertentu). Bagi orang dengan wajah berminyak (seperti saya), lagi-lagi saya tekankan untuk menghindari jenis bedak padat. Karena cepet luntur dan kalau udah luntur, kulit wajah jadi keliatan aneh banget.

Karena saya sadar wajah saya berminyak dan agak sensitif, akhirnya saya mulai membuka hati untuk facial di salon atau klinik. Awalnya saya gak mau banget melakukan facial, selain katanya prosesnya menyakitkan, juga bisa nyebabin pori-pori tambah besar. Namun ternyata itu hanya mitos belaka… hehe… Setelah dicoba, Alhamdulillah jadi bersih kok. Asal tau tempat-tempat bagus buat facial, gak sembarang milih klinik atau salon, Insya Allah malah membuat kulit jadi bersih dan sehat.

Jujur, saya sempet suka dengan ‘make up’. Tapi sekedar iseng-iseng aja, misalnya pake eye shadow, eye liner, dan blush on, sekedar buat iseng-iseng, hehe, tapi saya paling anti pake lipstik, karena rasanya kayak ada yang mengganjal di bibir. Saya itu dari SD suka menggambar dan bereksperimen, jadi suka penasaran dan mencoba-coba hal yang enggak enggak. Dan sekarang saya sadar ‘Make Up berat’ itu sesuatu yang tidak baik digunakan setiap hari. Mungkin kalau ada acara tertentu, misalnya ke ondangan, it’s ok. Tapi untuk digunakan sehari-hari, misalnya kuliah atau ke pasar. Itu gak sehat banget. Wajah kita perlu perawatan alami. Wajah kita perlu istirahat.

Wajah kita memang jadi bakalan terlihat mulus dan bening jika menggunakan make up. *asal gak terlalu lebay kayak tante girang. Tapi di sisi lain, make up itu sebenernya hanya topeng. Coba aja kalau udah bersihin wajah. Wajah kembali ‘biasa-biasa’ aja. Atau bahkan kalau pake make up merek sembarangan, wajah jadi bintik-bintik item, kusam, dan gak sehat. Dan saya pernah mengalami gejala-gejala tersebut.

Dari situ saya mulai banyak baca artikel-artikel kesehatan kulit, saya mulai insaf dan mulai meninggalkan make up, lalu beralih untuk lebih fokus kepada ‘kesehatan’ dibanding ‘keindahan’. Toh kalau sehat, insya Allah otomatais akan indah juga. Misalnya, kalau kita menggunakan krim pemutih yang mengandung mercury. Wajah kita emang jadi terlihat putih, bersih, cling bgt deh pokoknya. Tapi di balik itu semua, ada bahaya yang mengincar kita. Hehe… So, be careful, ladies… Krim-krim perawatan wajah/pemutih yang beredar di pasaran dan tanpa resep dokter itu sebenernya cocok-cocokan. Gak bisa sembarangan digunain buat semua orang dengan beranekaragam jenis kulit. Makanya meskipun sempet ditawarin krim perawatan wajah tertentu oleh seorang teman, saya tetep menolak dengan hott. Hehe… Cantik itu gak harus putih kok. Cantik itu bersih, sehat, dan bercahaya… ^___^

Dan Alhamdulillah, beberapa bulan kemarin, lumayan banyak yang bilang wajah saya terlihat lebih bersih. Padahal saya udah gak pake make up yang aneh-aneh lagi. Saya hanya melakukan beberapa perawatan alami, misalnya masker putih telur+madu (buat ngangkat komedo) itu pun bikin sendiri,  kadang pake masker pepaya dan jeruk lemon... untuk sabun pencuci muka, saya tinggalkan pond’s dan kawan-kawannya, saya beralih pada sabun baby…. Setiap mau ke luar rumah, gak lagi pake make up yang aneh-aneh, hanya pakai sunscreen wardah dengan SPF 30 yang menjaga kulit kita dari sinar UV yang berbahaya di siang hari dan bedak marcks yang ringan. Meskipun kulit saya gak seputih pas dulu pake make up, tapi untuk cara yang sekarang ini, dari segi kesehatan, jelas jauh lebih sehat. Dari segi harga, juga lebih murah lhoo dibanding menggunakan make up/kosmetik berat.

Gambar bedak marcks

Sunscreen Wardah SPF 30

Tissue bayii...

Hanya aja, emang harus rajin. Sunscreen itu harus diaplikasikan setiap 3 jam sekali. Selama masih berada di luar rumah. Bukannya ribet, tapi ini demi kesehatan juga. Karena sunscreen sekarang itu justru wajib digunakan gak hanya wanita, tapi juga pria, mengingat radiasi UV semakin berbahaya bagi kesehatan. Jadi, saya selalu rajin membawa sunscreen itu ke mana-mana. Simple kok, misalnya setiap habis wudhu, sholat, sebelum beraktivitas lagi, pake dulu deh itu sunscreen. Gak perlu cuci muka dulu, langsung aja pake. Karena sunscreen yang saya gunain itu bentuknya gel, jadi gak akan nyumbat pori-pori ketika langsung digunain tanpa membersihkan wajah pake sabun. Tapi alangkah lebih baik kalau bawa tissue basah non-alkohol (tissue basah bayi) buat ngebersihin wajah dari debu-debu. Baru aplikasikan sunscreen. Nah, sebagai penutup, pake lagi deh bedak taburnya. Karena sunscreen gel itu sifatnya mudah hilang, apalagi kalau kena keringat, jadi harus diikat dengan bedak tabur supaya sunscreennya lebih tahan lama.

Ribet???

Gak kok, ini saya lakukan demi kesehatan dan kenyamanan dalam beraktivitas. J



Selasa, 03 Juli 2012

KEMUDIAN TAHUN


Satu tahun lalu, hingga satu hari di kemudian tahun yang tak terbayangkan sebelumnya…

Hari ini satu tahun yang lalu…

Sumber gambar : tdbg fanspage

Bercanda dengan hati sendiri, menengok ke arah dalam, tertunduk-tunduk dalam kantuk, berdoa dalam pasrah, dan tak ada lagi yang kau kerjakan selain merasakan perasaan yang biasa-biasa saja, meski samar, meski awal tersasar, mati rasa dan segalamacam bayangan abstrak bersahut-sahutan, antara kemayaan bayangan, ilusi, khayalan, dan sandiwara yang tak pernah ada.

Menjerit di dalam, tak betah ingin pulang, masih tak terhitung banyaknya yang harus dilakukan. Sebesar apapun keinginanmu untuk pulang, tak ada jalan menuju pulang yang lenggang, gelap, seolah sesat dan buntu. Kau tak bisa terus tinggal di sini, namun kau tak tau ke mana harus pulang. Terkurung, jiwa-jiwa terperangkap, menerawang nanar ke arah lampu pijar di sela jeruji-jeruji yang menguji.

Melanda arus kehidupan yang sebelumnya belum kau miliki, namun terlanjur kau lalui gerbang menuju kehidupan yang asing tanpa daya saing. Ketika kegundahan sampai pada titik yang  melatarbelakangi. Segalanya menumpuk di suatu benda abstrak yang disebut…Nurani. Lalu mulai merangkul ketidakberdayaan, membunuh ketakutan, merajut sisa-sisa kedewasaan yang masih ada. Menggenggam ketegasan, dan mulai menyentuh ayat-ayat-Nya.

Kuingatkan kau cara itu, di saat kau merasa gelap, tersendat, tersesat, dan terasing… jamahlah kitab-Nya… Penerang gulita hidup yang sejati.

Lalu untuk hari-hari yang berlangsung selanjutnya, 
Bertahanlah… dan… 
Hadapilah… J

Dan kau akan menemukan dirimu di satu tahun kemudian yang tersenyum mengenang indahnya masa-masa penuh perjuangan saat ini, atau saat-saat yang telah dan pernah dilalui.

Jumat, 29 Juni 2012

DETIK-DETIK YANG KEMBALI


Bukan menit, bukan pula detik. Bukan kalimat-kalimat terpotong tak berkelanjutan. Dalam hitungan hari, bulan, tahun, bahkan seumur hidup. Dalam atap langit yang sama dan gertakan angin yang sama.

June, 2011, Binakarya
Tepat nyaris satu tahun, meski masih terhitung mundur berjuta-juta detik. Hari di mana ada hal lain yang masuk dan merubah segalanya. Singgah sementara seolah menayangkan sekilas cuplikan tugas masa depan, secepat kilasan, secepat kenangan yang terbentuk untuk menjadi masa lalu.
Rasanya baru kemarin, merasakan dinginnya telapak kaki di lantai-lantai semen, menimbun air di beberapa ember untuk mandi, mendengarkan adzan subuh, tanpa motivasi untuk tidur kembali. Semangat yang telah tertunda lama, tampak seperti kilasan balik masa-masa perkasa, dan segala hal yang berjalan seharusnya.

Kerinduan ini terbentang sepanjang jalan pintas yang tak lagi bisa terukur. Sejauh masa lalu yang menjembatani perbedaan waktu. Merebak issue tentang teknologi lorong waktu yang dapat membuat manusia kembali ke masa lalu, tergoda untuk terjun mencoba. Sempat berpikir untuk merasakannya, lalu setelah sampai, segera membakar jembatan yang akan membawa raga ini kembali. Karena…. Tak mau kembali pulang.

 Kedewasaan.
Motivasi berjuang.
Empati tanpa keegoisan.
Kesabaran yang bertahan.
Air mata yang tak mau keluar.
Hati yang lebih baik.
Senyum ketulusan.
Keberanian.
Kemauan belajar.
Keikhlasan.
Keringat perjuangan.
Langkah yang tegak, dan…
Kebahagiaan Sejati.

#Ya, Tuhan… ingatkan lagi hamba cara-cara itu.

 June, 2011, Binakarya

_Rindu masa-masa itu, masa di mana ketakutan dan pikiran-pikiran buruk kalah perang_

Senin, 21 Mei 2012

Mrs. HATZLER

Mungkin posting kali ini agak-agak sensitif, hehe... tapi saya tetap ingin menuliskannya, karena saya pikir, ini adalah doa dan harapan yang lumrah sebagai manusia. Tentunya, sebagai manusia, kita diajarkan untuk berbuat baik kepada sesama, termasuk mendoakan seseorang untuk mendapatkan hidayah.

Sebelumnya, saya pernah, bahkan lumayan sering posting tentang beberapa lagu yang menginspirasi tulisan-tulisan saya selama ini. Kali ini saya akan lebih detail mereview tentang seorang wanita multi-talented, dan memiliki pemikiran yang mungkin bagi sebagian orang, out of the box. Karena dia tidak terpengaruh dengan keadaan sekitarnya. Dan orang seperti itu menurut saya Uniq. Saya lumayan banyak baca artikel tentang wanita berbakat ini, dan jujur, saya, sebagai sesama manusia, cukup salut dengan pendiriannya. Terlepas dari siapa dia dan apa keyakinannya.

AMY LYNN HATZLER lahir di Riverside, Calivornia, 13 Desember 1981, lebih dikenal dengan Amy Lee. Ia adalah penyanyi, penulis lagu, dan pianis piano klasik terlatih. Dia adalah anggota pendiri dan lead vocal grup band Evanescence yang beberapa kali memenangkan Grammy Award. Pengaruh gaya musiknya berasal dari music klasik seperti Mozart dan Bethoveen.
Little Amy  ^_^
Lee lahir dari pasangan John Lee seorang TV personality dan Sara Cargil. Dia memiliki satu saudara laki-laki bernama Robby dan dua saudara perempuan, Carrie dan Lorie. Amy Lee memiliki saudara perempuan ke-3 yang meninggal karena penyakit yang tidak diketahui, lagu yang berjudul “Hello” dan “Like You” dari album Fallen ditulisnya untuk mengenang adik perempuannya yang meninggal.

Amy Lee mempelajari piano klasik selama Sembilan tahun. Keluarganya berpindah-pindah kebeberapa tempat, termasuk Florida dan Illinois, tapi akhirnya menetap di Arkansas, dimana Evanescence dimulai. Dia lulus dari Pulaski Academy pada tahun 2000 dan memasuki Middle Tennessee State University. 

Sumber Gambar : eVthreads
Pada usianya ke 27 tahun, ia menikah dengan seorang psikolog (terapis) bernama Josh Hartzler. Amy menulis lagu “Good Enough” dan “Bring Me to Life” yang terinspirasi dari kehadiran suaminya. Lee telah menyatakan bahwa mulai saat itu ia adalah Nyonya Amy Hartzler.
*) sumber : Wikipedia


eVthreads-Amy-Membatik (?0
----------------------------------------------------------------------------------------
Ada yang menarik dari kehidupan Amy Lee… (sebelumnya, saya cantumkan satu artikel di bawah ini, sekalian practice reading, hehee)

Is Amy Lee REALLY such a good role model???
For years young girls have been looking up to female celebrities, minds filled with questions, hoping to gain a little advice from their icon. They Idolize them, they obsess over them, and they look towards them for inspiration. But, today young girls are often looking for guidence from the wrong sort of celebrity. 
Ever since the arrival of Evanescence many young female fans of Amy Lee, look towards her for guidence and advice from her previous experiences in life, and most of time she gives it. 
But, People have often said that maybe she's not the right person to be looking towards when your feeling your life has reached a block. If you think about it, "She talks about suicide and death in her lyrics. She's constantly wearing black gothic type clothing, and as for her make-up...it speaks for it's self" 
Sumber : Evthreads-Amy Hatzler
So the question is. Is Amy Lee from, Hard rock band Evanescence really the right sort of person that we girls should be looking up to?The answer is very simple. If you look at celebrities today, the majority is up on stage half naked talking about how hot they (think) they are, or how much men love them. They go through plastic surgery just to atract more men, and they take raunchy covershots of themselves to gain that little bit more of publicity. And as for thier music videos...well, I think you know what im getting at The thing that makes Amy Lee so different is that One, she loathes all of the above. 
Two, she has NEVER had a breast inlargement or posed on a mens magazine before. 
and Three,
 she values her job for what it is, a way to show the world her music, not a way to show the world her body. As she states, "I don't feel the need to take my clothes off. Im a musician not a stripper". 
As for the clothing she wears, it's simply just to give the band a signature look "You've gotta have some sort of visual image. Too many bands don't have a visual image, it's like they're just four dudes in jeans and they all look the same, there's nothing to remember them by." says Amy at fashion t.v "For stage I wanna represent the sound, and I think the gothic/victorian stuff works with the music best. But In my daily life im just Funky, Simple, and Cute."-She quotes.
"We have the opportunity to say something, and it feels really great that we've been put in that position, because it feels like the people who are in that position, they finaly get up there, and they don't have anything to say, and it's just like um....I'll take my shirt off. You know?.” -Amy states during an interview with New Music. 
"There are very few women right now who don't just 'get naked'. That bothers me a lot, I am so proud to be up and not to have done that. You are who you are. Theres nobody like you, and to try and be like someone else is just a lie." -Thankyou Amy! I couldn't of said that any better of myself. :) 
In my Opinion This IS the kind of Women that need to be noticed more, this is the kind of women that WE should be looking up to. Good, down to earth, honest females, that take a stand for what they believe in, and aren't afraid to say 'No'. This is the kind of women that I would like to see up on stage more, not people that go up wearing so little that they may as well not be wearing anything at all. (not naming any names here). 
I whole Heartedly believe if more female musicians show a little more respect for themselves in this industry, then maybe us women will stop being looked at as sex symbols, and more of people with feelings and people that want to be respected. 


So in response to this article, Is Amy Lee really such a good role model? 
The answer is, yes. She is. 
From : http://www.fanpop.com
--------------------------------------------------------------------------------
Sebelum lanjut, menanggapi artikel di atas, lihat yang baik-baiknya saja yaa... coz di sini saya tidak berniat menyuruh siapa-siapa, termasuk diri saya sendiri untuk setuju bahwa Amy Lee adalah Role Model. Karena tetap, Role Model bagi kita seorang muslimah haruslah seorang muslimah pula, seperti dalam hadist riwayat Bukhari, "Di dalam sejarah Islam ada wanita-wanita hebat yang menjadi panutan untuk kaum muslimah. Rasulullah SAW bersabda : “Ada empat wanita mulia yang juga penghulu segala wanita di dunia; mereka itu ialah Asiah binti Muza him isteri Firaun; Maryam binti Imran, ibunda Isa; Khadijah binti Khuwailid, isteri Rasulullah saw dan Fatimah binti Muhammad, puteri kesayangan Baginda.”

Kenapa Khadijah? Karena ia adalah figur wanita dermawan yang memberikan segalanya untuk dakwah sekaligus istri yang dicintati suaminya. Kedermawanannya mendapat sanjungan dari Allah dengan memberikan salam melalui malaikat Jibril. Berkatalah Jibril pada Rasulullah, "Ya Rasulullah, Khadijah sebentar lagi akan datang membawa bejana berisi lauk atau makanan atau minuman. Kalau ia sudah datang, sampaikan salam dari Allah dan dariku. Dan berikan kabar gembira dengan rumah di surga" (HR. Bukhari dan Muslim).

Kenapa Fatimah? Karena ia adalah sosok yang mencerminkan anak yang berbakti pada orang tuanya. Sebuah posisi yang sulit dicapai oleh anak yang tidk pernah menghargai ibu bapaknya. Sulit karena ia tidak tahu betapa orang tua harus dimuliakan walaupun dalam keadaan syirik. Allah berfirman, "Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan suatu yang tidak ada pengetahuanmu tetang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik…" (QS. Luqman : 15)

Kenapa Asiyah? Karena ia adalah sosok wanita beriman diantara lingkungan yang sesat. Siapapun tahu siapa suami Asiyah. Ia adalah Fir`aun. Sejarah mencatat kalau Firaun adalah Raja yang sombong. Teramat sombong. Karena ia telah merebut kesombongan yang hanya dimiliki Allah dengan mengatakan dirinya adalah Tuhan. Barangsiapa yang menolak, maka kematian adalah balasannya. Namun tidak begitu dengan Asiyah. Ketika terjadi peristiwa adu ilmu antara tukang sihir Firaun dan Musa, Asiyah bertanya pada para pengawal, "Siapa yang menang?" Mereka menjawab, "Musa dan Harun".Asiyah pun kemudian berkata; "Aku beriman kepada Tuhannya Musa dan Harun". Sebuah jawaban lugas yang menampar wajah Firaun di muka umum. Angkaranya membuat Asiyah diancam akan dilempari batu besar di padang pasir yang panas. Tapi Asiyah tetap teguh. Sehingga keteguhannya dicatat Allah dalam Al-Quran, "Ya Tuhanku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Fir`aun dan perbuatannya. Dan selamatkanlah aku dari kaum yang zhalim." (QS. At-Thamrin : 11)

Kenapa Maryam? Karena ia adalah figure wanita yang selalu menjaga kesuciannya. Sebuah harga mahal yang makin sulit di dapat di zaman sekarang. Sejarah mencatat, dari wanita yang suci lahir manusia-manusia pilihan. Lihatlah para salafus saleh kebanggan Islam. Mereka dilahirkan oleh sosok ibu yang selektif dalam mendidik anak-anaknya. Begitu juga dengan Maryam, dari rahimnya lahirlah Nabi Isa.

*) Referensi : al-quran, hadist, dan central information of akhwat.
--------------------------------------------------------------
Kembali lagi pada artikel tentang Amy Lee, Saya hanya menangkap beberapa keunikan dalam sikap Amy Lee karena saya appreciate terhadap hal sekecil apapun yang menurut saya berani. Karena kadang berkata “No” itu sangat sulit. Dan untuk orang-orang yang tetap punya pendirian, siapapun itu, saya sangat salut. Termasuk kasusnya Mbak Amy Lee… Di tengah artis-artis Hollywood yang kayaknya hidupnya udah luar biasa amoral. Dia tetep pegang prinsipnya. She will never attempt to use sex appeal in her perform or to attract fans. Dia pun tidak pernah berniat operasi plastic, ‘Perfect By Nature’ is the best! Dia pun tegas berkata, "I don't feel the need to take my clothes off. Im a musician not a stripper.” 

Bahkan dia heran mengapa banyak selebritis yang melakukan hal-hal yang membahayakan jiwanya dan menyiksa raga serta melanggar hati nurani mereka sendiri. Seperti merubah anggota tubuh agar lebih menarik, lalu memamerkannya di atas panggung dengan sangat amoral. Menurutnya itu hanya sia-sia dan kebohongan semata. Karena fenomena itu, ia menulis lagu berjudul “Everybody’s Fool’ atas responnya terhadap issue2 dunia selebritas yang marak saat ini.

Dalam sebuah artikel, terdapat statement bahwa Amy sangat memperhatikan kesehatannya dan keluarga, sehingga ia tidak pernah meminum minuman beralkohol dan memakan daging-daging yang tak baik dikonsumsi. Sekalipun saat pesta. Ia lebih memilih meminum banyak air putih.

Dari situ saya menyimpulkan bahwa ini manusia pemikir juga. Di luar konteks agama yang diyakini… sebagai sesama manusia, saya salut dengan keputusan beliau untuk tidak melakukan apa yang mayoritas lingkungannya lakukan. Dan seperti yang saya katakan di awal postingan ini, mungkin ini agak sensitive, tapi sungguh, saya kadang berpikir dan berharap, suatu saat dia menemukan sesuatu yang membuatnya berpikir ke arah yang tepat, atau dengan kata lain, mendapat hidayah, coz dalam suatu artikel yang mengejutkan pernah disebutkan bahwa ‘she thinks about being muslim’.

Evthreads-Amy @ Maroko
Lagu-lagu ciptaannya itu seperti puisi yang sulit diartikan. Awal terbentuk band Evanescence, banyak yang beranggapan bahwa band tersebut adalah band Christian, namun mereka menolak dikatakan band Christian, karena, menurut sumber yang saya baca dalam wawancara Amy Lee menjelaskan bahwa ia menulis lagu secara universal, bukan untuk agama tertentu saja. Yang artinya bisa merelasikan perasaan setiap orang terhadap problematika atau issue-issue yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Lirik lagu yang paling saya suka ialah lirik dari lagu “Field of Innocent”, “Understanding” dan “Forgive Me”. Itu bener-bener perasaan yang semua orang pasti ngerasa pernah mengalami hal seperti yang diceritakan dalam lagu. Tentang Ketulusan.

EvThreads : Amy-handwriting
Dan meskipun terkesan sering menuliskan lirik-lirik yang “mengasihani diri sendiri” dan menggambarkan ‘Kedepresian”. Sebenernya, Mbak Amy ini dalam kehidupan nyatanya gak pernah mengalami depresi sama sekali lho. Kehidupannya sangat ceria, dan dia mengaku mudah tertawa dan sulit untuk berhenti tertawa, dalam suatu interview, ia pun mengaku sangat menyukai hal-hal yang lucu, seperti film kartun, Pikachu, dan bentuk-bentuk boneka. Ia pun memelihara dua kucing yang sangat dia sayangi dan ia merawat mereka dengan sepenuh hati.
sumber : Evthreads-Amy's cats
Lirik-lirik dan melodi-melodi yang ia buat semata-mata untuk menyadarkan bahwa kesedihan, kesepian, kesendirian, penghianatan yang mungkin pernah kita alami dalam hidup kita adalah perasaan yang indah. Karena dari segala peristiwa, akan ada hikmah yang menyertainya, dan semua hal itu dapat membuatmu lebih tegar dan berani untuk melangkah ke depan.

Dan, klo saya teliti, lirik-liriknya itu malah sebenernya bukan terkesan ‘mengasihani diri” tapi nunjukin ketulusan dan tekad untuk gak lagi terkalahkan oleh diri sendiri yang kadang sering terkekang hawa nafsu. Bisa dilihat dari lirik yang menggambarkan tekad yang kuat untuk menjadi seseorang yang lebih baik, di lagu “The Last Song That I’m Wasting on You’.

Sumber : modernmuslimah.tumlr.com
Ohya, terakhir, dari bahan bacaan tentang penindasan negara-negara di dunia. Di sana dibahas tentang Amy Lee yang benci dengan pengkhianatan dan penindasan. Dia adalah salah satu seleb pemikir logis yang berani mengutuk tindakan Israel atas penindasannya terhadap Palestina.
Evthreads : amy-and-friend
Dan tentang karya-karyanya… Saya sangat banyak terinspirasi oleh lirik-lirik lagunya yang seperti barisan-barisan kata misteri, sulit diartikan namun penuh makna… dan sering menyadarkan saya kepada hal2 yang sebelumnya tidak pernah saya sadari. 

And the last, I wanna make a wish…

I Hope someday, she really thinks about being the 'real muslim… coz she has a good personality, she is a smart thinker, caring, loving, sincare, easy to smile and very friendly…

and I want her to go to heaven…