Selasa, 06 Maret 2012

IMAGINARY

Mereka hanya hadir dalam kegelapan. Sesaat setelah gelap, mereka menghilang tak berjejak. Seolah tak pernah berpijak pada permukaan tanah. Mengasingkan dan diasingkan citra dunia yang menyilaukan.

Mereka..., entahlah siapa mereka.

Mereka yang mengajak kita menari dan bernyanyi sesuka hati di ruang imajinasi. Terasa nyata meskipun tak satupun fakta yang membuktikan bahwa mereka ada.

Kita hanya menikmati malam hari yang sepi, hingga begitu terasa ramai, meski samar. Kita hanya mampu bersaksi bahwa Tuhan memandang kita lewat naungan langit yang sama. Meski berbeda raga, berbeda rasa, berbeda nirwana.

Mereka datang seperti malaikat-malaikat yang diturunkan dari surga. Serta merta meyakini adanya setan yang berwujud manusia. Dengan begitu, ada pula malaikat yang menggunakan raga manusia. Meski kita tak pernah tahu, meski kita tak pernah mendengar kesejatian tentang alam lain di luar batas logika.

Kita hanya perlu kembali bertahan pada iman. Ketika segalanya terasa samar dan berbeda, dengan apa yang kita duga, dengan apa yang segalanya berputar bergilir acak tak tentu.

Namun hanya Karena Tuhan Sang Pengatur segala. Keesaan sejati yang menjadi juara bertahan dalam piramida hati.

Hingga ketika mereka menghilang dari peradaban hidup kita. Ketika mereka tak lagi ada bersama kita. Cintalah yang akan meyakinkan bahwa mereka pernah ada, dan mereka masih akan selalu ada.

*Sumber Gambar : http://www.layoutsparks.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Ada tanggapan???