Selasa, 06 September 2011

Today

Di sela-sela ngerjain tugas-tugas yang belum selesai, gw malah memberanikan diri untuk berpetualang dan mengabaikan tugas-tugas kuliah untuk sementara waktu. Coz hidup ini gak harus selalu mengenai ‘ngerjain tugas-tugas kuliah’. XD

Hari ini mengingatkan gw akan banyak hal… Hari yang bener-bener hari, hari peringatan buat gw. Buat semua orang yang mengaku sebagai insan Tuhan.

Andaikan kita bisa tertawa selamanya, andaikan d dunia ini tak pernah ada duka... Mungkin kita sudah terpental jauh ke jurang bahagia yg semu... Duka saat ini mbuat qta memahami bahwa akan ada Kebahagian Sejati yg kekal d akhirat nanti...

Mengutip status dari fb seseorang yang sangat amat nggak tau diri, nggak tau diuntung, gak tau terima kasih… Yang gak lain adalah gw sendiri.

Sepanjang perjalanan pulang menuju rumah, habis melayat ayah seorang teman yang meninggal, gw jadi berfikir hal-hal yang sangat sulit untuk dijelaskan. Yaitu, tentang kematian. Entah kenapa, belakangan ini banyak mendengar kabar duka yang mengejutkan. Dari istri artis sampai ayahnya temen. Mendengar kisah-kisah duka mereka, gw jadi inget kejadian waktu gw umur 13 tahun. Ditinggal papa.

Gw suka mikir tentang perasaan mereka yang ditinggalkan, gw juga jadi mikir, gimana perasaan orang yang akan meninggaL, apakah mereka menyadari suatu tanda-tanda, atau ajal datang tiba-tiba tanpa tanda.

Atau ketika kita kebingungan karena mengapa dulu orang itu ada di sisi kita, namun kini sudah tidak bisa ada di sisi kita lagi. Kenapa hal itu bisa terjadi? Hilang begitu saja. Dan kenapa gw baru mengkhayati dan mempertanyakan itu semua sekarang2 ini?

Waktu praktikum Dasar-dasar Komunikasi beberapa semester yang lalu, sempat ada pertanyaan, “Pernahkah kamu berpikiran untuk bunuh diri?’ dan itu harus kita jawab dengan jujur. Dan gw jawab ‘pernah’.

Dulu, gw masih berpikiran bahwa ‘suicide mungkin menjadi salah satu cara untuk menghindari dan meninggalkan masaalah dunia.’ Dan setelah KKP, gw tau kenapa dulu gw pernah terlintas berfikir tentang suicide.

Saat KKP, gw mempelajari bahwa hidup kita terlalu berharga untuk disia-siakan, hidup kita terlalu berharga jika dijadikan seribu alasan untuk menyerah. Di tempat KKP, gw diperlihatkan sesuatu, bahwa hidup kita itu benar-benar berharga.

Saat pulang KKP, banyak perubahan yang gw rasakan. Terutama pikiran tentang suicide itu. Udah nggak sama sekali terfikirkan untuk melakukan hal aneh-aneh. Gw Cuma pengen hidup gw bermanfaat untuk orang lain. Ada beberapa orang memberi komentar kalau keburukan gw itu adalah ‘terlalu baik’.

Bahkan pada akhirnya gw sering menawarkan diri menjadi ‘sacrifice, demi kebahagiaan orang lain. Tapi menurut gw gak ada salahnya dengan itu, karena sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi orang lain.

Tp itu masih hanya sebatas penilaian orang, coba evaluasi diri kita sendiri, kita yang tau dalem2nya, buruk2nya, baik2nya kita. Setiap hari evaluasi tentang apa yang telah kita lakukan hari ini. Untuk bekal kita nanti… J

Dan untuk teman-temanku, saudara-saudaraku, dann akuu sendiri…

La Tahzan, yah… ^^

Rencana Allah selalu indah…

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Ada tanggapan???