Jumat, 06 Agustus 2010

The Shadow of Death


Persahabatan tak akan pernah mati, sampai kapan pun, hingga bintang berhenti bersinar. Tetaplah menjadi bintang yang kulihat, sahabatku, tetaplah kau di sana, menerangi malam-malamku yang gelap, teruskan hidupmu yang belum berakhir, hingga pagi datang kau tak akan melihatku seperti sekarang, tapi kau masih bisa melihatku, lihatlah bintang di langit, percayalah saat kau melihat bintang di langit, aku pun sedang melihat bintang itu. Yakinlah, kita melihat cahaya bintang yang sama.

Hari-hari yang kujalani, bagaikan kau melihat burung-burung terbang dalam mimpimu. Pernahkah kautulis dalam buku harian hati, tentang masa yang paling indah, dan berharap masa itu bisa terulang lagi, hari-hari bagaikan bayangan dalam mimpi, kenanganku bersama masa yang terindah, bagaikan mimpi tersempurna yang tak ingin kutinggalkan, di sana ada suatu harapan, bahwa jika itu semua hanyalah mimpi, aku tak mau bangun lagi dan meninggalkannya, tapi jika aku mengingat hari kelam, senandung duka dan kekecewaan, semua itu seperti mimpi terburuk, dan kuharap segera bangun dari tidurku, kembali mandi, membersihkan kamar, dan menggosok gigi, mengukir pagi dan melupakan puing-puing mimpi itu.

Namun, hanya bayang-bayang dari masa lalu yang berbisik, mengajaku bercanda tanpa suara, mengingatkanku pada tawa kecil yang lucu pada masa itu, pada masa yang sebenarnya takkan pernah kudengar lagi kabarnya…

sumber gambar : mynicespace.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Ada tanggapan???