Senin, 06 September 2010

LORONG GELAP ASRAMA

Asrama… Apa yang kalian pikirkan tentang bangunan yang disebut asrama? Mungkin tak usah kujelaskan, karena begitu banyak persepsi berbeda mengenai gambaran bangunan yang disebut asrama. Bagiku, tinggal di asrama bersama dengan orang-orang yang berbeda suku pasti sangat menyenangkan. Namun, tak pernah terbayangkan, apa yang akan terjadi di sana.

Pertama kali aku menginjakan kaki di asrama yang akan kutempati selama satu tahun, perasaanku biasa-biasa saja, namun terkadang ada hawa-hawa dingin menjalar ke seluruh tubuh, saat menaiki tangga demi tangga dan saat menjelajahi setiap lorong yang kupijak. Wajar, saat itu sedang musim dingin.

Mahasiswa baru diwajibkan tinggal di asrama selama satu tahun masa persiapan bersama. Kebetulan aku mendapat bangunan asrama baru di sebelah asrama putri lama, asramaku lebih tinggi, enam lantai, lantai terakhir adalah lantai tak beratap, tempat menjemur pakaian. Mendapatkan kamar paling pojok di lantai tiga awalnya menjadi berkah tersendiri bagiku, karena hening dan damai, meski agak sedikit mencekam.

Telah banyak kudengar tentang hantu-hantu asrama ini dari mulut orang, lebih lagi karena di depan gedung asramaku terdapat hutan. Di samping hutan terdapat laboratorium kimia, biologi, dan fisika, dan jalan setapak menuju fakultas-fakultas lain. Banyak cerita menakutkan tentang penampakan makhluk gaib di asrama ini, orang kesurupan dan hal-hal mistis lainnya.

Namun, meskipun banyak cerita menakutkan kudengar, sejauh ini, aku belum pernah merasakan hal mistis itu sendiri. Aku selalu penasaran dengan orang-orang yang bisa melihat makhluk gaib, ada seorang teman yang bilang bahwa orang yang bisa melihat makhluk gaib, berarti terdapat makhluk gaib pula di dalam dirinya. Karena seharusnya, makhluk gaib tidak bisa dilihat oleh manusia.

Hari-hari pun berjalan dengan tenang. Lagi-lagi seorang teman mengatakan bahwa anak lorong sebelah, masih di lantai yang sama dengan lantaiku, bercerita bahwa saat itu dia sedang sendiri mengerjakan tugas di meja belajarnya. Meja belajar tersebut bersebelahan dengan jendela kamar. Ia seorang diri mengerjakan tugas tersebut, sedangkan ketiga teman sekamar lainnya sedang mengikuti pengajian lorong rutin yang diadakan setiap Kamis malam. Sehingga semua teman satu lorongnya berkumpul di aula lorong, yang terletak jauh dari kamarnya.

Tiba-tiba, ada seorang satpam bertanya padanya lewat jendela kamar. Satpam tersebut dengan ramah bertanya, ”Lagi apa kamu? Kok gak ikut pengajian lorong?” temanku pun menjawab dengan santai, ”Lagi ngerjain laporan, banyak tugas, jadi gak bisa ikut ngaji lorong minggu ini, Pak.” Setelah menjawab pertanyaan satpam tersebut, ia mengerjakan laporannya kembali. Satpam itu pun pergi. Mungkin karena terlalu fokus pada laporan, ia melupakan sesuatu yang janggal. Tiba-tiba ia menyadari sesuatu dan berhenti menulis laporan, kemudian ia terdiam, terpaku.

Bukankah kamar ini berada di lantai tiga?

***

Di antara ketiga teman sekamarku yang lainnya, aku paling jarang menginap di asrama, karena letak rumahku di kota yang sama dengan perguruan tinggi ini, sehingga terkadang, jika tidak ada agenda wajib asrama, aku bisa pulang. Namun, mungkin itu yang membuat kamarku sangat mencekam.

Sudah terkenal di kalangan mahasiswa-mahasiswi bahwa tiga kamar paling ujung di lorongku adalah kamar-kamar paling mengadu nyali. Semenjak aku sering pulang ke rumah, kamar yang harusnya berisi dua kasur tingkat, kini tak terisi penuh. Kasurku di atas, namun, penghuninya sering hanya tiga orang, karena aku sering pulang, hingga kasurku yang terletak di atas sering kosong.

Ketiga temanku dan teman-teman dari kamar sebelah memintaku untuk sering menginap di asrama, mereka sangat resah, karena di kasur yang kutempati, sering terlihat wanita berambut panjang bermata merah sedang tidur. Awalnya, kukira mereka hanya bercanda, hanya agar aku sering menginap lagi. Namun, setelah kutanyakan pada ketua lorong dan senior yang bertanggungjawab di lorongku, ternyata benar. Kakak senior yang sering memimpin pengajian lorong bahkan sempat menginap di kamarku karena ketiga temanku ketakutan.

Lebih lagi, saat ibu temanku, Ika, datang ke kamar Ika. Kamar Ika terletak tepat di sebelah kamarku yang paling pojok. Ibu Ika yang memang terkenal mempunyai indera ke-6 berkata pada Ika, ”Hati-hati Ika. Ibu ngerasa hawanya beda di kamar itu, di sebelah kamarmu itu, ibu lihat ada perempuan yang sedang duduk di kursi meja belajar, lalu di tangga sebelah kamar ada anak kecil yang lagi merenung sendiri.” tentu saja maksud ’perempuan dan anak kecil’ dari ibu Ika tersebut ialah ’makhluk gaib’. Ibu Ika pun menyuruh kami agar sering berdoa.

Suatu hari, kudengar lagi berita menyeramkan seputar kamarku. Malam itu, lagi-lagi aku tidak menginap di asrama, teman-teman selorong dan kakak senior mengadakan pengajian di kamar kami. Namun, entah mengapa justru kata salah satu teman selorongku, ’makhluk gaib’ itu malah semakin menantang. Bahkan, saat Grita, salah satu teman sekamarku pulang dari perkumpulan mahasiswa pada malam hari, ia mendapati kamar masih dikunci, pertanda teman-teman lain belum pulang, Grita membuka kunci, dan saat pintu terbuka, Grita melihat lampu neon berkedip-kedip, remang-terang, dan Si wanita rambut panjang bermata merah menampakan diri, ia duduk di meja belajar temanku, tapi tidak sedang memandang Grita. Grita langsung menjatuhkan tasnya, dan berlari di lorong dengan kekuatan cepat, tanpa berteriak, entah karena tidak takut, atau tidak sanggup berteriak karena terlalu terkejut.

Keesokan harinya pun terdengar kabar, para makhluk gaib tersebut mengajak teman-temannya datang, hingga tiga kamar paling ujung dijuluki tiga kamar paling mencekam dan menakutkan, termasuk kamarku. Keadaan lorong semakin menakutkan saat mereka menemukan bercak darah segar di kamar mandi lorong kami. Banyak bercak darah di kamar mandi hingga lantai. Belum lagi, kisah yang kudengar dari teman dekatku yang lain, Meida, bahwa saat ia tidur, ia merasakan kasurnya bergoyang, kasur itu bertingkat dan kasur Meida di atas, ia awalnya mengira bahwa temannya yang tidur di bawah yang menggerakan kasurnya, tetapi, saat ia sadar hanya dia yang berada di kamar tersebut, tanpa menuruni tangga kasur, ia langsung lompat dari kasur atas ke lantai, lalu berlari ke luar kamar dengan sedikit cedera kaki akibat lompat indah tadi.

Lagi-lagi Meida, temanku yang satu ini memang sering mengaku sering mengalami hal-hal ajaib nan menakutkan di asrama. Kamarnya berdekatan dengan kamarku. Ia bercerita, bahwa saat ia tidur malam hari, pada jam satu malam, ia terbangun, dan saat membuka mata, ada sesosok makhluk mengerikan menindih tubuhnya. Sebut saja dengan rasa hormat, ’makhluk yang diikat di bagian atas, tengah, dan bawah dengan kain putih sehingga hanya mukanya yang terlihat’. Mungkin Meida sudah terbiasa dengan hal-hal mistis seperti itu, sehingga saat dia bercerita padaku, ia berkata dengan santainya. ”Mukanya berhadapan sama muka gue, ihh... Naudzubillah deh itu pocong, mukanya busuk banget. Mending kalau ganteng, gue demen deh...” ujar Meida santai, ia tak sadar telah membuat orang yang mendengar ceritanya sangat amat gubrag. Itulah Meida, di saat-saat seperti itu, dia masih saja bisa ngeceng!

Cerita itu tersebar hingga ke asrama-asrama lain, bahkan asrama putra. Di kelas, saat jam pelajaran pun teman-teman menginterogasiku perihal hantu asrama yang bergentayangan gencar di lorongku, khususnya di kamarku, dan pertanyaan itu terdengar memojokanku karena kabarnya hal-hal menyeramkan itu disebabkan oleh salah satu penghuni kamar yang sering pulang, yang tak lain adalah aku...

Tapi, yang aku heran setiap kali mendengar cerita-cerita kesaksian tersebut. Aku sering melakukan flashback, mengingat-ingat lagi masa-masa aku sendiri di kamar. Aku termasuk orang yang sering bangun tengah malam untuk buang air kecil. Jam 1, jam 2 malam, ketika semua makhluk telah tertidur di asrama, aku berjalan ke kamar mandi tengah malam, sendiri, dengan wajar, tanpa membangunkan teman untuk minta antar, seperti apa yang temanku lakukan, banyak temanku yang membangunkan temannya minta antar ke kamar mandi di tengah malam. Namun, aku tak pernah menyaksikan secara langsung fenomena dan kejadian gaib apapun.

Aku pernah menginap di asrama saat orang-orang mudik lebaran, sekitar seminggu sebelum lebaran, orang-orang pulang, aku malah datang ke asrama, untuk mengambil barang yang tertinggal. Di sana yang kurasakan hanya ada aku dan diriku sendiri. Sepi, tidak seperti hari-hari biasa yang ramai penduduk, padat aktifitas. Karena hujan turun, aku terpaksa menginap di asrama, seorang diri...

Aku pun pernah tidur di kamar tersebut seorang diri, dengan keadaan semua lampu kamar dimatikan, karena aku suka kegelapan malam, aku benar-benar sendiri di lorong tersebut saat semua teman lorongku berkumpul di kamar ujung sebelah sana, jauh dari kamarku, karena ada teman di kamar itu yang ulang tahun.

Aku selalu terserang insomnia jika tidur di asrama, sehingga bunyi apapun terdengar, cahaya sekecil apapun terlihat, angin selembut apapun terasa, namun, yah... hanya hal-hal alamiah seperti itulah yang kurasa saat sendiri... Tidak lebih....

Tidak ada hal-hal lain....

Entah kenapa, ada unsur keyakinan diri yang kuat, bahwa aku tidak perlu takut dengan mereka, jika mereka ada pun, itu tidak masalah, aku, mereka, kita, kalian, sama-sama hidup di tempat yang sama. Yaitu dunia yang diciptakan Tuhan.

Di sini, aku hanya berkisah, bukan untuk menakut-nakuti, aku hanya ingin membagi cerita dan mencoba melukiskan hikmah dari kisah nyata ini, bahwa tak ada yang perlu ditakutkan...

Hanya rasa takut pada Tuhan-lah yang dapat membuatmu berani...

sumber gambar : http://ermalindussonbay.blogspot.com

Minggu, 22 Agustus 2010

Malu Aku Malu

Nyanyi dulu ah....
"Malu aku malu... pada semut merah, yang menempel di dinding menatapku curiga, seakan penuh tanya, sedang apa di sana?" (lagunya Ebit G)
Sebenernya gak tau bener gak ya liriknya kaya gitu, soalnya aku agak ragu dengan kata 'menempel' yg kayanya bukan menempel c, tp yasudahlah, anggap saja menempel...

Kenapa aku nyanyi lagu itu? Karena saat ini aku sedang merasa malu,
Malu dengan apa yang telah kulakukan...
Malu dengan segala hal yang orang tidak tahu tentangku.
Yang saat itu hanya Tuhan dan semut-semut merah yang menempel di dinding yang tahu. Meskipun saat itu semutnya gak merah, tp anggap saja ceritanya semutnya berwarna merah,
supaya matching sama lagunya. X)

Aku juga malu, sebenernya maluuu banget... (berapa kali harus bilang bahwa aku sedang malu berat) kayanya gak ada batasannya. Tapi juga meskipun bilang 'aku malu' sebanyak apapun, gak akan bisa merubah keadaan, karena nasi sudah menjadi nasi goreng... yang enak dimakan! (ini apa sih, kagak nyambung)

Entah kapan aku bisa menghentikan kebiadabanku itu,
Aku juga malu ketika aku berbicara dengan orang-orang, seperti biasa, mereka tidak tahu bahwa sebenarnya aku berbahaya... Mereka menganggap 'tidak ada yg salah dengan diriku' meskipun sebagian orang menyadarinya.

Aku merasa tidak pantas mendapatkan ini semua. Tentang semua yang kudapatkan, tentang semua yang kuperoleh tanpa usaha, tentang apa yang sudah jadi takdirku untuk kuperoleh. Tuhan terlalu baik.... dan aku terlalu tidak bersyukur...

Kawan-kawanku, barang siapa yang membaca postingan kali ini dan merasa bingung, karena belum bisa menangkap maksudku, harap maklum ya... Aku hanya sekedar ingin mencurahkan apa yang kurasakan, tak berharap solusi apapun, karena aku yakin, yang bisa menolong itu hanyalah diriku sendiri... ^_^ sehebat apapun motivasi yg kalian berikan, sedahsyat apapun nasihat yg kalian sampaikan, sesungguhnya, semua itu kembali pada diri sendiri...

Aku hanya meminta sedikit waktu kalian, untuk mendengarkan.... (berhubung di blog, jadinya membaca) berharap rasa malu ini berkurang. Meski kenyataannya, saat ini aku menjadi semakin malu...
"Dasar Gadis pemalu!"

eh? bukan deh, tp lebih tepatnya...

"Dasar Gadis tak tahu malu!"

Bahkan saat ini aku merasa aku bukanlah seorang gadis...
Aku hanyalah tumbuhan yang hanya sekedar tumbuh, tanpa berkembang...
Aku adalah bebatuan, yang keras, yang hanya ada di dunia ini, tanpa bisa merasa....
Aku hanyalah benda mati, yang tidak tahu bagaimana rasanya mencintai dan dicintai....

Dan itulah mengapa semut merah menatapku curiga!
Karena sebenarnya aku bukanlah manusia...

Sabtu, 07 Agustus 2010

Heart Reflections


Rembulan malam menyelusup malu memberikan kehangatan cinta yang tak tertandingkan, karena sang bulan memberikan separuh sinarnya untuk menerangi bumi dikala sang matahari tak lagi bersamanya. Walaupun mereka tak pernah setia untuk terus menemani sepanjang hari, tugas mereka bergilir untuk membagi sinarnya, redupnya hati di malam yang dingin ini tak lagi terasa ketika kunyalakan cahaya lilin tepat saat kegelapan menyerang.

Lilin penantian tanpa akhir, berkelip nyaris padam namun ia tetap mempertahankan nyalanya untuk mencoba menjadi seperti rembulan di luar sana, yang memberikan cahaya indah tanpa syarat. Melingkar bulat penuh tergambar harapan yang tinggi dari cerita seorang nenek-nenek menjahit ditemani kucingnya yang malang, terkurung bersama kesepian di bulan, itu bukanlah kisah nyata yang perlu ditafsirkan oleh teori apapun, itu hanyalah gambaran kebersamaan yang terukir lewat kasih sayang tanpa syarat. Di mana kisah persahabatan nenek dan kucingnya bisa terlihat jelas saat kita memandang bulan purnama penuh yang benderang.


Wajah cerah penuh senyum itu masih teringat, rasa syukur dan haru yang mendalam ketika seorang anak laki-laki delapan tahun merenung sendiri di taman sambil menggenggam medali, menggambarkan prestasi yang sempurna, tak ada yang ia tahu kecuali perasaan cinta pada ayahnya yang selalu ada di dalam hatinya. Kemudian ia menemukan piano usang dan memainkanya, irama musik klasik yang sering ayahnya ajarkan dulu ia praktikan tepat di tengah suasana malam penuh kedamaian itu.


Entah mengapa, malam bulan purnama itu begitu sunyi. Bagi anak seusianya, tidak layak bermain sendiri. Harmoni keteraturan lagu yang menyiratkan kerapuhan, seorang anak yang berprestasi namun terabaikan... Tanpa perasaan apapun ia terus memainkan pianonya, gelap yang semakin pekat tak membuatnya takut bermain di tengah sunyi. Hanya ditemani cahaya lilin dan sebatang korek api yang habis terpakai, ia tak tahu, cahaya mana lagi yang akan menemaninya bermain piano saat lilin itu habis, akankah rembulan itu akan terus memantulkan cahaya, menemaninya, atau akan menghilang seiring dengan habisnya lilin itu? Seorang pria berjas hitam datang mendekati anak kecil mungil itu. Pria tegap, gagah dan berwibawa tersenyum manis memandangi anak tersebut.

Anak itu mulai bernyanyi...

I love you, Daddy, you are my hero, I love you Daddy oh Daddy, you are my super star….

Bintang jauh beratus-ratus kilometer dari bumi terlihat benderang, taburannya membentuk rasi bintang yang sangat indah berkilauan. Anak pemain piano itu terus bernyanyi, memainkan musiknya dengan penuh penghayatan, tanpa air mata, tanpa tangisan manja, kenangan-kenangan pun berseliweran di antara mereka. Namun tiba-tiba nyala lilin tersebut padam, gelap! Sangat Gelap! Terasa menyesakan, tak ada sinar sedikit pun, walaupun bulan di atas sana masih tampak sinarnya, bintang-bintang menghilang satu persatu… Anak kecil itu kecewa dan hanya bisa mendengar suaranya sendiri dalam kegelapan malam yang suaranya tak terdengar oleh siapapun…

I love you, Daddy…

Anak itu tertidur di tengah mimpinya yang terputus. Yang mungkin hanya menjadi harapan untuk selamanya…

sumber gambar : rania83.blogspot.com

Jumat, 06 Agustus 2010

The Shadow of Death


Persahabatan tak akan pernah mati, sampai kapan pun, hingga bintang berhenti bersinar. Tetaplah menjadi bintang yang kulihat, sahabatku, tetaplah kau di sana, menerangi malam-malamku yang gelap, teruskan hidupmu yang belum berakhir, hingga pagi datang kau tak akan melihatku seperti sekarang, tapi kau masih bisa melihatku, lihatlah bintang di langit, percayalah saat kau melihat bintang di langit, aku pun sedang melihat bintang itu. Yakinlah, kita melihat cahaya bintang yang sama.

Hari-hari yang kujalani, bagaikan kau melihat burung-burung terbang dalam mimpimu. Pernahkah kautulis dalam buku harian hati, tentang masa yang paling indah, dan berharap masa itu bisa terulang lagi, hari-hari bagaikan bayangan dalam mimpi, kenanganku bersama masa yang terindah, bagaikan mimpi tersempurna yang tak ingin kutinggalkan, di sana ada suatu harapan, bahwa jika itu semua hanyalah mimpi, aku tak mau bangun lagi dan meninggalkannya, tapi jika aku mengingat hari kelam, senandung duka dan kekecewaan, semua itu seperti mimpi terburuk, dan kuharap segera bangun dari tidurku, kembali mandi, membersihkan kamar, dan menggosok gigi, mengukir pagi dan melupakan puing-puing mimpi itu.

Namun, hanya bayang-bayang dari masa lalu yang berbisik, mengajaku bercanda tanpa suara, mengingatkanku pada tawa kecil yang lucu pada masa itu, pada masa yang sebenarnya takkan pernah kudengar lagi kabarnya…

sumber gambar : mynicespace.com

Kamis, 24 Juni 2010

WHAT WILL I BE?


Damai banget rasanya liburan kali ini. Setelah minggu-minggu sebelumnya bereksperimen yang aneh-aneh dan nekat-nekatan. Akhirnya, gw bisa merasakan kedamaian juga... Pertengahan liburan kali ini sungguh indaaahh, dan gw merasa punya sayap untuk terbang! Ahaha... dan menari-nari di udara... (padahal mah, naek jembatan gantung aja takutnya setengah idup) haha... bodo amat, tapi, setelah beraneka ragam syok terapi dan tekanan batin yang gw alami hari-hari kemarin, membuat gw berpikir lebih dewasa.

(Omaygat! Ternyata saya sudah berumur) tapi, kali ini gw gak mau bahas tentang umur yang semakin hari semakin bertambah dan jatah idup yang semakin berkurang. Coz itu terlalu sering gw bahas! Karena kali ini, gw akan melampiaskan apa isi hatikuuu... tentang ”RENCANA MASA DEPAN” .

Yang jelas, gw pengen menikah dan mempunyai anak, agar keturunan kami tak punah, niat baik awal dari tujuan mulia... yaitu mendidik anak-anak sebagai generasi penerus bangsa... (sambil ngibarin bendera merah putih) meski tujuh belas agustus masih lama, gw tetap mencintai Indonesia. Idih, jangan dulu deh, jgn dulu 17 agustus, deket sama ulang tahun saya, jadi puluhan dong umur saya kalau begitu...

Tuh, kan, mulai, gimana gw mau merencanakan masa depan jika gw sendiri tak siap menjadi dewasa! Nyaris semua orang tak ingin menjadi tua! Tua itu pasti, tapi dewasa adalah pilihan. Dan gw gak mau jadi manusia tua2 keladi...

Dengan sadar umur, gw jadi berpikir tentang nasib bangsa di masa yang akan datang! (boong banget sih, biasanya mikirin diri sendiri jugaaa) iyahh, minimal nasib diri sendiri dulu deh, klo nasib diri sendiri aja gajebo gimana mau memperbaiki nasib bangsa...

Mungkin, klo dulu, gw masih boleh berpikir bahwa cita2 gw adalah Arsitek, penyanyi, Dokter ataupun masinis. Tapi kali ini bentuk tujuan hidup gw lebih jelas dan terarah, meski dengan itu banyak kandidat2 cita2 yang gugur. Yahh, gak mungkin lah saat ini gw masih terobsesi ingin menjadi pilot atau masinis yang manis. Ini hanya target2 hidup yang gw cita2kan... meski kadang banyak bgt kendala dan rintangannya.., lulus tepat waktu n lanjut S2, psikologi klinis... Hwaaa, mauuu... TAPI, ada yang lebih gw mau lagi. Menjadi wirausaha muda mandiri dan seorang psikolog klinis... Ada juga yang lebih gw mau lagi... hhe... Jadi Dokter Keluarga... Isteri yang baik bagi suami, Ibu yang baik bagi anak2... percuma kan, klo kita hanya apal teori2 tentang keluarga tapi gak diaplikasikan dalam kehidupan sehari2.

Pokoknya, gw cintaaaaa bangettt sama apa yang gw cita2kan saat ini.... gw cintaaa dengan apapun jalan yg Allah pilihkan... Karena itu adalah jalan yang TERBAIK... ^^

Sumber Gambar : annesplace.com

Bingung Mengawali

(Pengalaman satu semester yang lalu)

Ngerasa bersalah? Ah, enggak juga ah! Ada iya-nya dan juga ada enggak-nya! Coba jika mereka jujur dan mau terbuka. Mungkin kemaren juga udah beres kali tu tugas! Ahh... bukannya apa2 ya, sedikit kesel aja. Gw paling gak bisa kerja kalau waktunya udah amat sangat mepet, dan yang kedua, gw paling gak suka kerja sama sama orang yang nulis tu mikir-mikir ’kalimat apa yang tepat dan pas’ itu bikin lama naudzubilah...

Berlawanan banget sama prinsip gw dalam bekerja dan membuat tugas. (mulai nih aplikasi bias persepsi frem of reference) semua orang pasti menganggap dirinya benar, ternyata ini bukan egois, tapi manusiawi. Setiap orang punya alasan kuat mengapa dia benar, gw gak akan bilang cara dia salah, cara si ono salah, gaya dia kerja aneh, yahh... itu mah relatif. Kalau yakin bener, ya yakinlah... nah itu juga yang jadi keyakinan gw bekerja. Keep fokus. N masalahnya gw adalah orang yang kurang bisa fokus kalau kerja kelompok. Lebih efektif kerja sendiri. Maka dari itu gw tahu mengapa dalam setiap tes hasil kecerdasan intrapersonal gw tinggi sedangkan interpersonalnya sangat meragukan...

Balik lagi ke hal yang tadi, yang namanya makalah, laporan, resume, analisis topik dan sejenisnya sudah menjadi makanan kita sehari-hari. So, dibutuhkan kepandaian untuk menulis secara sistematis dan teoritis. (haha, dan itu yang gw kagak bisa) Tapi saya punya cara jitu! Dan alhamdulillah selalu berhasil, maksudnya kerja cepat dengan hasil gak jelek2 amat.

Apa salahnya sih kalau kita pakai otak kanan dulu baru otak kiri kemudian?

Mentok dalam membuat kalimat awal yang sesuai sama topik bahasan?

Ini yang selalu gw lakukan, tulis dulu aja semua yang ada di otak, seluas2nya, sebebas-bebasnya, selepas2nya, selebay-lebaynya... tanpa memikirkan bahasa ini tepat apa gak, ilmiah apa nggak, tulis aja dulu apa yang ada dalam otak tentang topik itu. Itu gunanya otak kanan. Ngalir terus kata-kata yang sesuai ataupun tidak, biarin aja... jangan tanggepin otak kiri (otak analisis) nyela, misalnya, ehh.. itu bahasanya kurang pas deh, aduh... jangan gini deh kurang keren... eh ehh, itu komanya ketinggalan... dll... bisikan-bisikan cerdas dari otak kiri akan mengganggu kerja otak kanan yang lagi enak-enaknya mengalir dengan indah tanpa memikirkan ini ’benar atau salah’ so, terus aja, jangan perhatiin tanda baca dulu... tuangkan segenap ide dan pengetahuan tentang topik tersebut tapi jangan melenceng jauh juga) nahh... baru kalau tugas otak kanan udah selesai, baru otak kiri yang ngoreksi) edit sana sini... baca lagi dari awal, ada yang kurang pas, ya, diganti, ada yang lupa koma, ya diselipin, ada yang kaga nyambung sama topik, ya dihapus, ada yang kurang, tambahin... dan setelah itu... SELESAI dehh...

Sebenernya itu teori yang pas buat nulis fiksi sih, bukan buat laporan tugas. Tapi pas dicoba, enak juga... nyambung2 juga. Coba aja bayangin kalau kita masih memikirkan kalimat awal apa yag cocok untuk pembahasan. Kalau pake otak kiri mah lama... pasti tulis hapus tulis hapus... Udah nulis satu kalimat, trus gak pede dgn kalimat pembukaannya, hapus, ulang lagiii... haduhh... cape dehh... coba kalau tulis dulu aja semau gue... (sementara) untuk merangsang ide2 ngalir, nanti boleh edit2an kalau udah selesai.

Makanya, knpa gw sering memutuskan untuk membagi tugas aja. Supaya nggak lieur! Saya punya cara sendiri dan silakan anda menggunakan cara anda sendiri. Itu tuh dalem hati gw kalau udah emosi... (pengalaman waktu tpb) gara2 tugas gak selesai karena sang pemimpin terlalu kritis dan perfeksionis untuk menata setiap kata2nya. Hasilnya..., 30 menit baru menghasilkan satu paragraf yang terdiri dari empat baris.

Intinya, balik lagi ke prinsip AIR... LET IT FLOW.... biarkanlah pikiran kita mengalir begitu saja, setelah itu analisis apa yang kurang. Insya Allah dehhh... yah kaya tadi, kerja cepat dengan hasil yg gak jelek2 amat... yah, kalau bisa sih kerja cepat dgn hasil mantap! Kaya prinsip dasar manajemen... EFEKTIF dan EFISIEN... ^^

Sumber gambar : practicee.wordpress.com

Rabu, 23 Juni 2010

Impossible FEELING


Nyaris tengah malam... detik ini, setelah sekian lama berhenti menuliskan pesan-pesan perasaan lewat tulisan yang terangkai, karena terlalu dalam perasaan ini, atau terlalu dangkal? Aku tak begitu yakin dengan perasaan ini, tapi, pada akhirnya, malam ini perasaan itu sudah tak ingin kupendam sendiri, bersama kebodohan yang tersembunyi di balik jendela-jendela hati yang memungkiri, penuh kemunafikan yang tak berarti...

Pernahkah kalian menulis serangkaian kata hingga menjadi sebuah kalimat bermakna, namun, setelah kalian membaca lagi kalimat tersebut dari awal, ada perasaan yang membuat kalian menghapus lagi apa yang telah tertulis... Hingga harus mulai lagi dari awal, apa yang lebih tepat untuk diungkapkan.

Aku sering mengalaminya... Bahkan saat ini, beberapa kali kuhapus kalimat-kalimat yang kurasa 'sangat bodoh'. Seperti perasaan yang menemaniku saat ini, aneh, tapi dia sangat nyata. Ini sangat mustahil, bahkan terlalu mengada-ngada. Tapi ketika kita dilanda perasaan seperti ini, kita seolah berubah menjadi sosok melankolis yang termenung seorang diri di sudut ruangan sepi. Tak ingin terusik apapun. Seceria apapun kepribadianmu...

Aku memang tidak pandai merangkai kata, tetapi, siapapun yang memiliki hati nurani, dia pasti mempunyai kemampuan mengungkapkan perasaan dengan bahasa. Bahasa... Itulah yang membuatku tersenyum ketika mengingat perbincangan dengan seseorang yang mungkin tak akan membaca tulisanku ini. Meskipun membaca, aku yakin dia pasti membutuhkan bantuan alat penerjemah yang biasanya sangat kacau balau jika menerjemahkan... sehingga banyak terjadi kesalahan arti dan persepsi.

Kami bertemu tanpa sengaja, di suatu kesempatan yang membuat kita saling berbagi, saling mengenal satu sama lain, dan menceritakan pengalaman, sungguh hingga saat ini, aku merasa, dia BERBEDA. Ketika semua orang di tempat itu hanya bahagia dengan kemunafikan dan kebohongan. Tapi dia menyambut gembira saat aku mengatakan kejujuran, karena dalam pertemanan sejati... itulah yang dibutuhkan.

Hal yang menarik dari pertemanan kami adalah, long distance friendship, dengan latar belakang budaya yang berbeda, dan tentunya BAHASA. Dan ini yang sangat konyol, membuatku berpikir, 'aku tak bisa membayangkan bagaimana manusia berinteraksi sebelum mengenal bahasa! apakah mereka masih bisa menyayangi satu sama lain?' kita saja yang sudah mengenal bahasa, masih sering mengalami 'distorsi pesan' yang mengakibatkan kesalahfahaman bahkan perselisihan.

Tapi, dari pertemanan itu, aku mengerti, apa yang mereka gunakan sebagai ungkapan ketulusan. Ternyata, mereka menggunakan bahasa cinta yang universal. Senyuman... itulah contoh isyarat yang membuat setiap orang merasa berharga dan dicintai...

Sempat terkejut karena dia selalu ingin tahu apa yang kutulis dalam bahasa Indonesia. Meskipun pengertiannya terkadang melenceng, tapi tetap kusalutkan keingintahuannya. Dia sangat polos, lucu dan lugu... Terkadang aku tersenyum bahkan tertawa membaca kata-katanya. Seperti saat aku mencoba meniru bahasa negaranya, dia tertawa, tapi bukan melecehkan...

Dari tempat pertemuan kita, aku belajar banyak hal, selain bahasa. Yaitu kepribadian. Ternyata, stereotipi berlaku di sini.. ^^ Kebanyakan orang di negaranya memang berkeyakinan sama denganku, tapi mereka menjurus ke arah Liberal Barat. Oleh karena itu, kebanyakan orang sana 'cepat memutuskan' perkara, terkadang tanpa memikirkan perasaan orang lain. Bebas, terserah mau melakukan apa saja.

Tapi aku merasakan hal yg berbeda darinya, kepolosannya membuatku tersenyum, bahkan tertawa, semangat dan kesadaran bela sesamanya membuatku sangat terharu. Aku sempat menangis saat melihat video jeritan hati anak Palestina yang ia share di fb. Sangat menyadarkan keegoisanku selama ini tentang arti hidup...

Dan kini, perasaan konyol itu muncul. Perasaan yang kuharap hanya gurauan, kuyakin ini hanyalah sejenis perasaan salut. Aku tak tahu tentang dirinya sejauh apapun itu. Aku hanya tahu sangat sedikit, entahlah, jika ia tumbuh berkembang menjadi seseorang yang benar2 dewasa, apakah dia akan menjadi seorang Hitler (dia men'share foto Hitler di wallnya) aku tau maksudnya, ia menyesalkan kenapa dulu Hitler tidak membasmi Israel. Ataukah dia akan menjadi seperti penguasa pertama negerinya, Mustafa Kemal...??? Who knows? karena kebanyakan dari mereka adalah muslim liberal.

Tapi kuharap, kelak, ia tetap mencintai Tuhannya... Tuhan kita...

We proud to be a moslem...

I just wanna finish, what i have started...




Jumat, 11 Juni 2010

Rekomendasi Film "MULAN"

Inti Cerita :

Kisah ini berawal dari serangan pada sebuah dinasti di Republik Rakyat Cina oleh bangsa Hun, peperangan tersebut membuat kaisar melaksanakan penetapan wajib militer untuk masyarakatnya, untuk kaum laki-laki. Oleh karena itu, setiap keluarga harus mengirim seorang pria, termasuk keluarga Fa, keluarga Mulan. Namun, di keluarga Fa, hanya ayah Mulan saja yang merupakan seorang pria, dan meskipun ayah Mulan adalah seorang mantan prajurit veteran, namun usianya sudah sangat lanjut, tidak memungkinkan dirinya untuk ikut serta program wajib militer yang sang Kaisar tetapkan.

Masalah lain muncul pada diri Mulan yang sesungguhnya, yang berusaha ia perjuangkan, namun masyarakat dan orang-orang di sekitarnya, termasuk keluarganya, ingin Mulan menjadi seorang gadis manis yang feminim. Padahal Mulan merasa bahwa sebenarnya ia bukanlah gadis yang sangat feminim. Ia lebih nyaman menjadi dirinya sendiri, penuh semangat kebebasan tanpa kekangan. Ia bukan gadis yang hobi bersolek meski masyarakat mengharapkannya menjadi seperti itu, maka dari itu saat ia dilatih menjadi seorang wanita sejati, hatinya sangat berontak. Ia hanya ingin diterima sebagaimana adanya. Ia ingin memperoleh kebebasan untuk menjadi dirinya sendiri.

Mulan yang tidak ingin ayahnya pergi berperang menyamar menjadi pria dan pergi menggantikan ayahnya, ia kabur dari rumah lalu memotong rambutnya, berpakaian seperti laki-laki dan mengikuti wajib militer seperti kaum laki-laki pada umumnya. Melihat hal itu, para leluhur keluarga Fa mengirim Mushu, seekor naga kecil untuk membantu Mulan. Mulan dan teman-temannya kemudian dikirim berperang di bawah komando Shang dan, setelah melewati berbagai masalah, berhasil menghambat musuh. Namun, pada akhirnya penyamaran Mulan terbongkar.

Pasukan musuh yang bangkit kembali membuat kekacauan, dan pada akhirnya menyerang istana serta hampir membunuh kaisar, namun Mulan bersama teman-teman sepasukannya berhasil menyelamatkan kaisar serta seluruh dinasti itu. Ide-ide Mulan sangat brilliant dalam melumpuhkan musuh-musuhnya. Ia menerima penghargaan dari sang Kaisar, sebagai penyelamat bangsa. Ayah Mulan terharu dengan perjuangan anak gadisnya itu.

Pelajaran Berharga

Kisah gadis bernama Fa Mulan dalam film tersebut menyadarkan kita akan peran wanita di mata masyarakat yang sangat jauh berbeda dengan kaum pria. Kaum pria dan kaum wanita memang jelas sangat berbeda. Namun, pada kenyataannya, dalam masyarakat, wanita hanya dipandang sebagai makhluk nomor dua yang tugasnya hanya merawat rumah dan mengasuh anak (bagi seorang ibu), menyenangkan orang-orang di sekitarnya dengan berpakaian yang rapi serta bersolek (untuk para gadis). Hal ini tentu saja dapat mengekang kebebasan kaum perempuan. Padahal, banyak perempuan-perempuan yang mempunyai potensi sama bahkan lebih dari kaum laki-laki. Kebebasan kaum perempuan sangat terkekang, dan film Mulan menunjukan salah satu emansipasi dan keikutsertaan wanita dalam mensejahterakan bangsa. Wanita berkontribusi dalam pembangunan negara, itu adalah sesuatu yang sangat patut dihargai dan dikembangkan. Bahwa sudah tidak sepantasnya lagi kaum wanita tersisih, terpinggirkan. Bila mencontoh sifat Mulan yang pemberani, tidak takut kesulitan dengan penuh perjuangan membuat prestasi militer yang luar biasa. Setelah memperoleh kemenangan, dia tidak mau diberi jabatan tinggi tetapi hanya menginginkan untuk memulihkan status wanita seperti pada umumnya.

Mulan adalah wanita dengan kemampuan luar biasa, dan sama seperti orang biasa. Dia tidak hanya seorang pahlawan, tetapi juga seorang gadis biasa. Dia adalah kombinasi dari pejuang pemberani dan seorang gadis cantik. Dia rajin dan baik serta tabah dan berani, jujur dan sederhana namun waspada dan energik, mencintai keluarganya serta berkontribusi dalam mensejahterakan negaranya.

Pada awalnya, ayah Mulan tidak menyetujui dengan rencana Mulan untuk menggantikan ayahnya, dan masyarakat lebih menyukai Mulan menjadi seperti gadis yang feminim dan suka bersolek, namun, setelah ia berhasil membuktikan bahwa meskipun dia wanita, tapi, kemampuannya tak kalah hebat dari pria. Setelah itu, masyarakat dan ayahnya tak hanya menyetujuinya, namun menerimanya, bahkan bangga dengan apa yang telah berhasil ia capai.

Itulah, mengapa sebabnya bahwa kaum wanita memiliki hak-hak dan kewajiban yang harus dipenuhi, dapat melakukan aktivitas tanpa batasan atau kekangan, selama itu demi kebaikan. Tak ada batasan untuk mengembangkan potensi wanita di belahan dunia manapun. Emansipasi wanita, harus terus dibina.

Hal yang didapat Setelah Menonton Film Mulan

Setelah menonton film Mulan dengan seksama, saya sangat bersyukur menjadi seorang wanita. Pada awalnya, saya masih mempertanyakan dan meragukan sesuatu hal, meskipun telah banyak dikemukakan bahwa kesetaraan gender perlu digalakan, karena pada umumnya, wanita maupun pria, sama-sama mempunyai potensi yang bisa dikembangkan dengan baik. Tanpa perbedaan, tanpa kekangan, namun, pada kenyataanya, masih banyak kasus yang memojokan, dan menomorduakan kaum wanita. Terkadang, masih sering bertanya, apakah iya, sebenarnya wanita itu lebih lemah daripada pria? Tetapi, setelah menonton film Mulan, saya yakin bahwa kekuatan kaum wanita sungguh sangat besar. Banyak Super Woman di dunia ini yang telah sukses membuat perubahan besar pada dunia. Salah satu contohnya adalah tokoh Mulan dalam film tersebut, sangat menginspirasi saya untuk berjuang, berkontribusi dalam membangun negara. Mungkin, dalam hal ini, bukan meniru Mulan dan ikut berperang, tapi, dengan aplikasi kegiatan lain yang bermanfaat bagi orang-orang sekitar, masyarakat, bangsa, dan agama. Karena sesungguhnya orang yang baik itu adalah orang yang bermanfaat bagi sesama. Oleh karena itu, dengan pemikiran, dengan ide-ide, dengan kontribusi tenaga lahiriah dan batiniah, kita semua, kaum wanita pun bisa menjadi tiang penegak pondasi bangunan sebuah negeri yang sejahtera.

Kamis, 22 April 2010

Analisis Gender Terhadap Kenakalan Pelajar

Studi Analisis Gender

Pendekatan teoritis yang melatarbelakangi studi kenakalan pelajar ini adalah Teori Struktural Fungsional yang dilandasi oleh fundamental pemikiran, bahwa keluarga adalah unit terkecil dalam masyarakat. Keluarga mempunyai peran yang sangat vital dalam mendidik dan mempersiapkan anak-anaknya untuk menyesuaikan diri ke dalam kehidupan dunia luar. Tanpa adanya peran dan fungsi keluarga, maka generasi muda tidak akan mempunyai karakter dan perilaku yang baik di kemudian hari.

Teori Struktural Fungsional juga menyangkut teori sistem yang menjelaskan adanya komponen-komponen yang saling tergantung antara satu dan yang lainnya (Klein dan White, 1886). Dalam studi ini digunakan logika berpikir secara Teori Struktural Fungsional dan Teori Sistem, bahwa keluarga terdiri dari anggota-anggota keluarga yang saling berpengaruh antara satu dan yang lainnya. Apabila keluarga mempunyai struktur yang kokoh dan menjalankan semua fungsinya dengan optimal, maka akan menghasilkan outcome yang baik pada seluruh anggota keluarganya.
Di samping peraturan dan fungsi yang ada di keluarga, pihak sekolah juga mempunyai andil yang besar terhadap perkembangan kognitif dan psikomotorik dari pelajar. Dengan kata lain lingkungan tersebut memberikan kontribusi terhadap perkembangan anak. Dengan demikian bisa disebutkan bahwa ada keterkaitan yang erat antar individu, keluarga, dan masyarakat.

Kenakalan pelajar merupakan suatu outcome dari suatu proses hubungan antar anggotaa keluarga tersebut dan antara sistem keluarga dan sistem lingkungannya. Adanya gangguan dalam fungsi keluarga, khususnya fungsi sosialisasi dan pendidikan mengakibatkan buruknya interaksi antara orang tua dan remaja. Di tambah dengan adanya hubungan yang cenderung negatif antara remaja dengan lingkungan di sekitarnya, baik dengan teman sekolah maupun tetangga dekat yang dikombinasi dengan agresivitas dari pelajar itu sendiri, maka secara perlahan-lahan akan mempengaruhi kenakalan remaja. (Willis, 1994; Kartono, 1986, BKKBN, 2006)

Kualitas kehidupan keluarga disebutkan secara tegas memainkan peranan yang paling besar membentuk perilaku remaja menjadi nakal. Kehidupan keluarga yang tidak harmonis, baik karena perceraian, pertikaian, maupun karena orangtuanya hidup terpisah menyebabkan anak kurang mendapat perhatian dan kasih sayang. Pengasuhan dan kasih sayang yang tidak seimbang antara ayah dan ibu mengakibatkan tidak terpenuhinya kebutuhan fisik dan kebutuhan kasih sayang anak (bonding dan kualitas hubungan), (Kartono, 1986). Hal ini menyebabkan anak merasa tidak pernah mendapatkan keinginan dan harapan yang memuaskan dar latihan fisik (disiplin kerja dan belajar) dan kontrol diri (mental) yang baik. Sebagai dampak akhir dari semua ini adalah tidak dicapainya outcome remaja dengan baik, seperti prestasi belajar, dan kepercayaan diri.

Ditambahkan oleh West dan Farrington (Mussesn et al., 1989) bahwa karakteristik pribadi remaja akan mempengaruhi tingkat kenakalannya. Remaja yang nakal pada umumnya lebih mempunyai kecenderungan untuk bersikap sombong, menentang, melawan pihak yang berkuasa, kurang mempunyai motivasi untuk mencapai keberhasilan, pemarah, keras kepala, penuh curiga, destruktif, dan kurang mampu mengendalikan diri dibanding dengan remaja yang tidak nakal.

Adapun sub-pokok analisis gender yang digunakan, meliputi :
- Pengaruh Ekologi Lingkungan Makro terhadap kehidupan keluarga.
- Pengaruh Ekologi Lingkungan Makro terhadap tuntutan pengasuhan responsif gender.
- Pengaruh Ekologi Lingkungan Makro : Fasilitas sarana belajar siswa sekolah menengah di rumah.
- Model empiris pendekatan ekologi keluarga : pengasuhan hubungan diadik orangtua dan remaja
- Garis besar pendekatan Ekologi Keluarga
- Hubungan diadik orangtua dan anak responsif gender
- Model empiris pendekatan ekologi keluarga : Kepribadian remaja berdasarkan analisis gender
- Model empiris pendekatan ekologi keluarga : Tujuan dan harapan hidup berdasarkan analisis gender

Pendekatan yang digunakan :
- Pendekatan Struktural Fungsional : Pendekatan teori sosiologi yang diterapkan dalam institusi keluarga. Pendekatan ini mempunyai warna yang jelas, yang mengakui adanya keragaman dalam kehidupan sosial.
- Pendekatan Teori Perkembangan : Meliputi tahap-tahap perkembangan siklus hidup keluarga.
- Pendekatan Ekologi Keluarga : Pengasuhan responsif gender : perlakuan sosialisasi dan pendidikan orangtua terhadap anak yang memberikan perhatian kepada anak laki-laki maupun perempuan berdasarkan kebutuhan khusus dan spesifik (berkaitan dengan aspek biologis atau reproduksi) dan kebutuhan umum yang berkaitan dengan kebutuhan psiko-sosial dengan menjunjung asas keadilan dan kesetaraan gender dalam memperoleh akses, manfaat, partisipasi dan kontrol terhadap semua sumberdaya keluarga untuk mewujudkan sumberdaya manusia yang sehat jasmani dan rohani.

Pengasuhan Responsif Gender

Dalam menjalankan tugas sehari-hari ada pembagian tugas yang diberikan pada laki-laki dan perempuan sesuai dengan norma masyarakat. Merton (Marcionis, 1995) menyebutkan adanya labelling theory yang memberikan cap atau label pada perempuan dan laki-laki. Laki-laki lebih dilabelkan bahwa pekerjaan yang sukses dari pemikiran laki-laki adalah yang berkaitan dengan penguasaan material, sedangkan perempuan dikatakan sukses apabila mempunyai hubungan dalam status perkawinan dan status sebagai ibu yang baik. Dalam hal ini, norma masyarakat terkesan lebih tegas dan ketat mengontrol perilaku normatif terhadap perempuan dibanding dengan laki-laki. Berkaitan dengan labelling theory masyarakat menilai perilaku perempuan dan laki-laki dengan standar yang berbeda. Berdasarkan labelling theory ini pula, maka orangtua melakukan pengasuhan berdasarkan identitas gender yang membedakan perlakuan anak laki-laki dan perempuan secara berbeda, yang dituntun oleh budayanya dan disesuaikan dengan personalitas anaknya, karena secara fisik dan genetik, mereka pun berbeda.

Ayah dan anak laki-laki : orangtua mempunyai ekspektasi anak laki-lakinya agar kuat dan agresif dalam mencapai cita-cita, lebih sering diperlakukan secara agresif seperti diayun-ayun ke udara dan diayun-ayun ke kaki. Anak laki-laki diarahkan pada kegiatan yang berhubungan dengan pelatihan independensi diri. Dididik untuk menjadi seseorang yang maskulin. Seorang ayah di negara Barat dengan tegas mendidik anak laki-lakinya mengenai bagaimana membedakan membuat hal-hal yang salah atau benar dan lebih memperhatikan kesuksesan anak laki-lakinya dibanding dengan anak perempuannya.

Ayah dan anak perempuan : orangtua mempunyai ekspektasi anak perempuan agar sopan dan hormat. Pada anak perempuan diperlakukan dengan lembut, sering dipeluk dan dijaga. Anak perempuan diarahkan pada kegiatan yang pasif namun menuju pembentukan emosi. Dididik untuk menjadi seseorang yang feminim. Takut memberikan kepercayaan pada remaja untuk mengambil suatu keputusan, terutama seorang ayah yang memiliki remaja putri, tidak begitu ikhlas untuk mempercayai begitu saja dalam melakukan sesuatu karena takut anak perempuannya terluka atau terancam bahaya (Harris, 1991). Bonding antara ayah dan anak perempuan adalah selamanya dan tidak dapat terpisahkan meskipun sudah menikah, artinya, anak perempuan akan tetap menjadi anak perempuan bagi ayahnya. Bahkan seorang anak perempuan dapat menjadi sumber kebahagiaan yang lebih tinggi bagi ayahnya dibanding dengan anak laki-lakinya, dan sebaliknya, seorang anak perempuan mungkin dapat membuat ayahnya menangis dibandingkan dengan anak laki-lakinya.

Ibu dan anak laki-laki : Ibu lebih banyak berinvestasi menyangkut kehidupan sehari-hari anaknya dibanding ayah. Ibu juga lebih sering melakukan kegiatan emosional dan khawatir tentang kesejahteraan anak-anaknya. Perhatian ibu pada anak laki-lakinya lebih kepada makanan daripada hal yang lainnya dan memberikan kenyamanan dan lebih memperhatikan kesehatan anak laki-lakinya dibandingkan dengan anak perempuannya.

Ibu dan anak perempuan : lebih diterapkan pelatihan mengenai memakai pakaian yang rapi dan sopan, memelihara dan memberi saran-saran tentang penampilan fisik anak perempuannya seperti urusan pakaian, pemeliharaan rambut dan kulit agar tampak cantik. Memberikan contoh cara melindungi diri dari berbagai bahaya dari lingkungan dan memelihara serta melindungi alat-alat reproduktif dan pendidikan tentang masa puber beserta gejala biologisnya.

Dimensi Kenakalan Pelajar

Hasil pada analisis Gender menunjukan adanya dua dimensi dari kenakalan pelajar, yaitu kenakalan jenis umum dan kenakalan kriminal yang terbukti dengan adanya kolerasi antara variabel laten yang sangat kuat. Secara terpisah kenakalan jenis umum terbagi menjadi dua kelompok besar yaitu dimensi kenakalan umum dan dimensi kenakalan kriminal baik untuk contoh laki-laki dan perempuan. Berdasarkan bukti-bukti empiris maka dapat dibuktikan bahwa pengukuran kenakalan pelajar menunjukan tingkat reliabilitas dan validasi yang sangat tinggi. Oleh karena itu, variabel kenakalan pelajar dapat dijadikan satu variabel komposit yang terdiri atas dua indikator, yaitu, kenakalan umum dan kenakalan kriminal.

Hasil analisis Multivariate of Covariance membuktikan bahwa kenakalan pelajar baik kenakalan umum maupun kenakalan kriminal dipengaruhi oleh jenis kelamin, contoh yang lebih besar pada contoh laki-laki dibandingkan dengan perempuan, sifat kepribadian contoh yang cenderung maskulin dan ekstrovert, pengasuhan ibu yang cenderung keras dan kasar, tingkat kualitas hubungan dalam keluarga yang cenderung tidak bahagia, tingkat penghargaan diri yang cenderung rendah, dan hubungan teman yang kurang akrab dan kurang mengikat. Dikemukakan pula bahwa pengasuhan ibu yang kurang baik berpengaruh nyata pada tingkat kenakalan umum dan kriminal, sedangkan pengasuhan ayah yang kurang baik hanya berpengaruh pada kenakalan tingkat umum saja.

Berdasarkan hasil dari output between subject, maka dapat disimpulkan bahwa berdasarkan tes antara jenis kelamin (dibandingan dengan sejenis kelamin), maka:
• Baik kenakalan umum maupun kriminal masing-masing dipengaruhi oleh sifat kepribadian contoh. Secara umum, kenakalan pelajar dengan jenis kenakalan umum dan kriminal berbeda nyata berdasarkan kepribadian contoh. Contoh yang mempunyai sifat yang maskulin dan ekstrovert cenderung untuk berprilaku nakal di banding contoh yang mempunyai sifat feminim dan introvert.
• Baik kenakalan umum maupun kriminal masing-masing dipengaruhi oleh pengasuhan ibunya, pengasuhan ibu yang lebih dilandasi kehangatan dan dukungan akan mempengaruhi penurunan tingkat kenakalan baik umum maupun kriminal dibanding dengan contoh yang mendapatkan perlakuan pengasuhan yang kasar dan keras.
• Jenis kenakalan umum dipengaruhi oleh pengasuhan ayahnya. Perlakuan ayah yang lebih dilandasi kehangatan dan dukungan mempengaruhi penurunan tingkat kenakalan umum dibanding dengan contoh yang mendapatkan perlakuan pengasuhan yang kasar dan keras.
• Baik kenakalan umum maupun kriminal, masing-masing dipengaruhi oleh kualitas hubungan dalam keluarga. Contoh yang mempunyai kualitas hubungan keluarga lebih tinggi (lebih menghasilkan rasa puas dan bahagia) akan mempengaruhi penurunan tingkat kenakalan baik umum maupun kriminal contoh dibandingkan dengan contoh yang mempunyai hubungan dalam keluarga yang kurang baik.
• Baik kenakalan umum dan kriminal, masing-masing dipengaruhi penghargaan diri (esteem). Contoh yang mempunyai tingkat penghargaan diri lebih tinggi, akan terhindar dari perbuatan kenakalan baik umum maupun kriminal dibandingkan dengan contoh yang tidak mampu memberikan penghargaan terhadap diri sendiri.
• Baik kenakalan umum dan kriminal masing-masing dipengaruhi oleh kecerdasan emosi. Contoh yang memiliki kecerdasan emosi yang lebih tinggi akan terhindar dari perbuatan kenakalan baik umum maupun kriminal dibandingkan dengan contoh yang tidak mempunyai kecerdasan emosi yang tinggi.
• Baik kenakalan umum maupun kriminal, masing-masing dipengaruhi oleh hubungan dengan teman. Contoh yang mempunyai teman dengan kebiasaan perilaku baik dan kurang terikat hubungannya dengan teman justru akan terhindar dari perbuatan kenakalan baik umum maupun kriminal dibandingkan contoh yang memiliki teman berperilaku buruk dan sangat terikat dengan teman.

Perilaku Kenakalan Umum :
Perilaku penyimpangan dari norma yang merugikan diri sendiri, namun masih belum melanggar hukum frontal
Jenis-jenis perilaku kenakalan umum :
- Membolos / terlambat
- Nongkrong di jalan
- Mengganggu teman / orang lewat
- Menyelewengkan uang SPP
- Meroko
- Pesta sampai larut malam
- Menggoda ’cewek-cewek’ atau ’cowok-cowok’ di jalanan.
Biasanya, kenakalan pelaku kenakalan pelajar umum ini didominasi oleh pelajar pria (siswa) tetapi tidak sedikit pula siswi yang melakukan perilaku tidak terpuji tersebut. Meskipun jumlahnya lebih sedikit dari pelajar laki-laki.

Berdasarkan analisis gender, hasil uji statistik menunjukan bahwa kenakalan umum dan kenakalan kriminal serta kenakalan total contoh laki-laki lebih tinggi dari contoh perempuan, selanjutnya, kebiasaan merokok pada contoh dilaporkan hampir semua contoh dengan frekuensi kebiasaan merokok hampir setiap hari. Adapun kebiasaan menggoda lawan jenis di jalanan dilaporkan oleh hampir tiga perempat contoh dengan kebiasan duduk-duduk di pinggir jalan mengganggu orang dan berpesta pora sampai malam hari. Kenakalan umum yang cenderung berpeluang besar terhadap kenakalan kriminal yang dilakukan oleh contoh cukup memprihatinkan dan berhubungan dengan penggunaan media menuju kebebasan sex yaitu nonton VCD porno dan melihat gambar porno yang pernah dilakukan oleh setengah contoh. Kenakalan jenis umum dapat mengarah pada kenakalan jenis kriminal, yaitu menuju pergaulan sex bebas yang tidaak sedikit menjurus pada kasus perkosaan.

Perilaku Kenakalan Kriminal :
Perilaku penyimpangan dari norma dan bahkan melanggar hukum formal yang merugikan diri sendiri, dan merugikan serta menyakiti orang sehingga menimbulkan korban fisik berat kepada orang lain. Kenakalan kriminal menyangkut perbuatan yang ditangkap polisi.
Jenis-jenis perilaku kenakalan kriminal :
- Mengkonsumsi narkoba, minuman keras.
- Memalak atau mencuri
- Berkelahi dan menyakiti orang (Tawuran)
- Melakukan free sex.
- Meminum minuman beralkohol
- Membawa senjata tajam
Biasanya, kenakalan pelaku kenakalan pelajar umum ini didominasi oleh pelajar pria (siswa) tetapi ada pula siswi yang melakukan perilaku tidak terpuji tersebut. Meskipun jumlahnya jauh lebih sedikit dari pelajar laki-laki.
Hasil penelitian menunjukan bahwa beberapa responden mempunyai masalah dalam perilaku sosialnya, khususnya dalam kenakalan kriminal. Kondisi ini cukup mengkhawatirkan karena dapat merugikan bagi dirinya sendiri, sekolah, dan keluarga.

Proses Kenakalan Pelajar
Tiga titik rawan gejala kenakalan pelajar :
1. Terlambat sekolah yang dikarenakan oleh ’Nongkrong’ di jalan dan pergi keluyuran atau sekedar iseng-iseng melakukan sesuatu yang menggangu kelancaran proses belajar, mengajar di sekolah.
2. Menyelewengkan uang SPP untuk membiayai perilaku yang tidak sejalan dengan kegiatan proses belajar dan berbohong kepada orangtua.
3. Merokok yang membutuhkan biaya cukup besar yang diambil dari uang SPP dan kemudian ketagihan untuk merokok setiap hari.
Ketiga perbuatan kenakalan umum ini merupakan pintu gerbang untuk melakukan perbuatan kenakalan yang lebih tinggi.

Proses kenakalan pelajar pun bisa dijelaskan dengan konsep pendekatan ekologi keluarga.
a. Keadaan lingkungan mikro dari keluarga inti yang tidak stabil dah harmonis akan membuat remaja merasa tidak aman dan nyaman, seperti keadaan :
- Pengasuhan anak cenderung kasar dan keras
- Komunikasi dan interaksi dalam keluarga kurang harmonis
- Bonding antar keluarga kurang dekat
- Fungsi keluarga kurang optimal
- Sosial ekonomi keluarga kurang baik
- Tekanan ekonomi keluarga sangat tinggi
b. Keadaan lingkungan meso yang tidak memberikan dukungan dan bantuan baik moril maupun materil, maka akan menyebabkan anak merasa tidak mempunyai arti hidup yang bermakna, mulai merasa kesepian dan hampa.
- Bantuan dan dukungan antar keluarga besar kurang.
c. Keadaan di lingkugan meso yang tidak memfasilitasi dengan baik akan membuat anak semakin stres dan frustasi.
- Fasilitas sekolah kurang memadai
- Rasio kelas dan murid rendah
- Fasilitas olah raga kurang memadai
- Komite sekolah kurang optimal
- Rasio guru dan murid rendah
- Guru BP tidak memadai, tidak punya dana dan fasilitas yang memadai
- Tidak ada ’home visit’ pada siswa bermasalah yang menyebabkan kurangnya koordinasi guru dan orangtua
- Kegiatan BP kurang intensif, hanya parsial dan tidak teratur.
- Guru cepat lelah, kelas ribut, proses KBM terganggu.
d. Dampak dari keterbatasan kemampuan kinerja sistem keluarga dan sistem lingkungan sekolah membuat pelajar semakin stres dan frustasi :
- Pelajar tidak tersalurkan energinya
- Pelajar tidak dapat olah raga dengan bebas dan murah
- Pelajaran ekstrakulikuler tidak memadai karena mahal.
e. Outcome dari pelajar sebagai akibat dari kurang berfungsinya sistem keluarga dan sistem lingkungan sekolah, adalah :
- Pelajar merasa stres
- Pelajar kurang menghargai diri sendiri
- Pelajar berprilaaku agresif
- Pelajar berperilaku kenakalan umum, seperti : Membolos / terlambat, nongkrong di jalan, mengganggu teman / orang lewat, menyelewengkan uang SPP, Meroko.
- Pelajar berperilaku kenakalan kriminal, seperti : Mengonsumsi narkoba, minuma keras, memalak atau mencuri, berkelahi dan menyakiti orang lain, melakukan free sex.
- Akhirnya, nilai pelajaran menjadi rendah

Referensi :
Buku Kenakalan Pelajar, Dr. Ir. Herien Puspitawati, M.sc.


Minggu, 28 Februari 2010

The Relationship-Technology and Family

Perkembangan Teknologi dengan aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari saat ini sangat mempermudah manusia dalam mengembangkan berbagaimacam usaha dan kreativitas serta menjadikan manusia lebih produktif. Pada era globalisasi ini, perkembangan teknologi sangat pesat seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan di setiap disiplin ilmu.
Definisi teknologi sebenarnya bukan hanya sekedar alat-alat canggih yang berkaitan dengan pemrograman dan dunia virtual yang berhubungan dengan komputerisasi.

Teknologi juga berarti cara-cara yang bisa digunakan untuk mempermudah manusia untuk mengolah sesuatu yang tidak berguna menjadi sesuatu yang memiliki value yang tinggi. Misalnya pada teknologi tradisional, tahap-tahap yang diterapkan oleh sebuah home industry yang mengembangkan teknik pendaur ulang barang-barang bekas yang sudah tak bernilai menggunakan teknologi sederhana yang sangat kreatif. Namun, alangkah baiknya, jika, industri-industri tersebut pun dikelola dengan teknologi modern, misalnya, sistem komputerisasi.

Dalam kehidupan keluarga saat ini, sistem komputerisasi sudah banyak diterapkan. Misalnya, teknik pengukuran perkembangan otak anak, dilakukan melalui rekap data yang diolah menggunakan komputer yang tentunya lebih memungkinkan para pengelola dan petugas menghemat waktu tanpa mengurangi tingkat kecermatan hasil yang diperoleh.
Para ahli perkembangan keluarga pun menggunakan sistem komputer untuk melihat grafik perkembangan perkawinan maupun perceraian yang terjadi di sebuah negara. Dari situ mereka bisa mengetahui kenaikan atau penurunan yang signifikan berdasarkan grafik yang mucul sebagai gambaran fakta yang ada dalam lingkungan sosial mengenai pernikahan dan perceraian. Hal Ini tentu sangat memudahkan para peneliti di bidang keluarga untuk memperoleh gambaran kondisi keluarga-keluarga di suatu negara. Dengan program-program komputer pun, mereka bisa menganalisis data dengan teknik-teknik yang telah ditentukan, misalnya, program SAS (Statistical Analysis System). SAS adalah sebuah software untuk analisis data. Pada sistem SAS terdapat fasilitas untuk menyimpan dan memunculkan kembali informasi, pembuatan program, modifikasi data, penulisan laporan, serta analisis statistika. Adapula Statistical Product and service Solution Base (SPSS Base). SPSS BASE mencakup semua perhitungan statistik deskriptif dan inferensia, dilengkapi dengan penyajian grafik. Kedua program tersebut merupakan contoh program yang bisa digunakan untuk melihat perkembangan kesejahteraan keluarga di berbagai daerah. Itulah contoh relationship antara teknologi, khususnya pada sistem komputeriasi dan informasi dengan aplikasi penelitian dalam lingkup keluarga.

Sedangkan hubungan di dalam keluarga itu sendiri, komputerisasi sangatlah penting. Jika dilihat saat ini, hampir semua Sekolah Dasar terkemuka di kota-kota besar diterapkan kurikulum penerapan komputer dasar. Fakta tersebut membuktikan bahwa saat ini anak-anak sudah mulai dididik dan dilatih menggunakan komputer. Tak sedikit pula, di dalam rumah suatu keluarga terdapat komputer yang juga dilengkapi dengan koneksi internet. Budaya tersebut sudah jauh berkembang, jika diaplikasikan dalam pertumbuhan ekonomi keluarga. Banyak anggota masyarakat dalam keluarga membangun bisnisnya melalui dunia virtual, dengan mengakses internet para orang tua bisa menghasilkan materi, Keuntungan pebisnis online ialah sambil bekerja tetap bisa berdekatan dengan anggota keluarga, mendidik anak (bagi orang tua) biasanya bisnis tersebut sejenis toko online, sekolah online, dan masih banyak lagi macam bisnis yang serupa dengan bisnis-bisnis berbasis sosial non-virtual, layaknya produsen dan konsumen pasar. Para pebisnis online membuat situs dan blog untuk promosi, ataupun bisa memanfaatkan situs-situs jejaring sosial yang diakses banyak orang. Fungsi lain situs-situs jejaring sosial ialah bisa dijadikan sarana komunikasi antar anggota keluarga yang tempat tinggalnya berjauhan, dengan demikian keharmonisan dan komunikasi antar anggota keluarga tetap terjaga.

Di era globalisasi ini, anak-anak pun sudah mulai dididik cara mengoperasikan komputer. Tak hanya microsoft word ataupun program-program office dasar. Namun, anak-anak sudah mulai diajarkan cara meng-create sebuah program sederhana dan mendesain gabar-gambar unik menggunakan program-program komputer ber-basic desain. Hingga tak jarang anak-anak masa kini lebih mengerti dan menguasai teknologi ketimbang orangtuanya.

Meskipun demikian, family control tetap harus diterapkan dalam mendidik anak dengan memperkenalkan teknologi, khususnya internet yang kini sangat mudah diakses. Karena, segala sesuatu di dunia ini, jika terlalu berlebihan, tetap tidak baik. Di samping sisi positif, terdapat pula dampak negatif akibat penyalahgunaan teknologi, kususnya internet, yang saat ini marak dibicarakan di berbagai media. Terkadang, anak menjadi kurang adaptif terhadap lingkungan alam sekitar. Banyak anak-anak atau remaja usia sekolah duduk berjam-jam di depan komputer, banyak hal yang mungkin mereka lakukan. Baik hal negatif maupun positif, itulah yang menjadi PR bagi orangtua, untuk tetap selalu mengawasi anak-anaknya. Agar tetap mempergunakan sarana IT dengan baik, sesuai dengan apa tujuan penciptaan semua teknologi ini, yaitu menjadikan manusia yang lebih produktif dan berkualitas, dengan tetap peka terhadap alam tempat semua teknologi-teknologi itu dibentuk.

Selasa, 23 Februari 2010

WE ARE GREAT!!!

Apa yang akan kutulis di sini, gak akan berbeda dari topik-topik curahan hati manusia-manusia lain. Sama juga dengan hal-hal yang telah kutulis sebelumnya. Ternyata, mendeklarasikan nama diri yang menggambarkan keceriaan sejati tanpa kecuali tidak mengubah ’destiny’ tiap manusia. Setiap manusia mempunyai tujuan yang sama, meski cara utk mencapainya berbeda-beda. Itu yang kutahu dari hasil salah satu pembelajaran dari kehidupan.

Jika boleh kuutarakan tentang keraguan diri yang faktanya tak mungkin bisa diubah semudah air yang tumpah dalam gelas secara disengaja, karena ’kesengajaan’ itu tak sama dengan ’tak disengaja’. Dan memang karena kita tak pernah luput dari hal yang ’tidak disengaja’ kita semua terlahir karena hal yang ’tidak disengaja’. Sebagian orang berpikir bahwa segala hal yang berada di dunia ini adalah hal yang acak, random, siapapun sebenarnya berpeluang mendapatkan apa yang seharusnya terjadi padanya.

Ketika hukum sebab akibat itu diragukan dan keberadaan Tuhan dipertanyakan.. larena itulah naluri pertentangan muncul. Tentu saja aku bukan salah satu dari pendukung sifat semesta yang mengakui keacakan yang mengatakan bahwa semua hal di dunia ini hanyalah KEBETULAN!

Itu memang bukan teori yang kuyakini seratus persen. Bahkan dua puluh persen pun tidak! Aku hanya meyakininya sekitar lima belas persen. Bahwa ada kejadian di dunia ini yang bersifat KEBETULAN! Kembali lagi, wallahu’alam. Aku hanya menerka... seperti seorang historist memperkirakan umur dunia, seperti para oceonograpist mengukur luas lautan. Sedahsyat apapun ilmu pengetahuan. Tetap yang TAHU KEPASTIAN itu hanyalah ALLAH.

Detik ini, kucoba membuka ruang baru dalam hati, untuk mencerna jernih pikiran yang telah usang dan nyaris berkarat, menandai makna dengan fakta yang tak hanya sekedar kebetulan. Sekali lagi, seribu kali lagi bahkan sebanyak hembusan nafasku. Aku mengakui bahwa aku hanya dapat menerka dan mengira sebuah kepastian. Dengan beragam hikmah yang mengawalnya.

Oleh karenanya, aku harus mempunyai semangat untuk berjuang melangkahi semua ketidakpastian yang disebut TAKDIR yang FLEKSIBEL. Mungkin banyak diajarkan pada kita dari kecil hingga menginjak fase DEWASA dalam alir tumbuh kembang manusia, bahwa TAKDIR TUHAN TAK DAPAT DIUBAH tanpa kecuali. Itulah hukum kepastian mutlak yang tak bisa digugat. Namun, ternyata, ada pula TAKDIR yang berjalan dengan apa yang telah kita lakukan, telah kita BERIKAN untuk diri serta lingkungan makro dan mikro yang meliputinya.

Maka dari itu, aku harus semangat. Teori Nativistik mengemukakan bahwa manusia dilahirkan bersama takdir yang tak dapat tertolak lagi. Keadaannya seperti itu dan memang akan terus seperti itu, TAK BISA DIUBAH LAGI hingga lepas hayat. Teori Nativistik yang dikemukakan membuatku sadar. Meski tak kuyakini BENAR sepenuhnya. Bahwa faktor innate atau bawaan adalah yang paling utama. Yang terkadang membawa manusia ke dalam kubangan rasa pesimis yg pekat dalam jurang tak berdasar! Tak mungkin naik ke permukaan, dan tak pula sampai pada tepi dasar. TETAP, MUTLAK, PESIMIS, dan sangat NATIVISTIK!

GENETIK! Yah.. tentu saja, itu yang paling utama dari salah satu turunan teori Etologi ini. Secara GENETIK, aku dilahirkan dengan kesempurnaan fisik, Alhamdulillah tak terhingga untuk sang pencipta.

Saat bayi, kulitku kuning (kata orang, karena saat itu aku tak merasakan apa-apa, jadi hanya bisa dengar dari cerita orang) kulit kuning itu bukan karena aku memakai body lotion yg membuat kulitku kuning langsat seperti putri keraton, tapi karena ada sedikit gangguan hati hingga aku harus berjemur di pagi hari hingga warna kulitku coklat kemerahan. Dan itu tak masalah!
Alhamdulillah... Teori Nativistik mutlak tak berlaku di sini....

Saat bayi, tentunya kita tak mengetahui apa-apa, tentang apa yang seharusnya DIAJARKAN dan apa yang seharusnya TIDAK DILAKUKAN. Kita akan menerima segala bentuk masukan-masukan dari lingkungan pengasuhan, khususnya orangtua dan dari SELERA BAYI itu sendiri. Jika aku diizinkan menjadi bayi lagi. Aku akan memarahi diri sendiri karena tak mau minum... ASI...!!! Minum atau makan?! Terserah..., yang jelas saat itu, LAGI-LAGI, kata orang2.. saat bayi, aku tidak mau minum ASI! Sumpah... Bayi bodoh macam apa itu?! Mulutku menghindar saat mama memberi ASI. Selalu menghindar... hingga, kurang lebih hanya satu bulan aku bisa menikmati ASI. Menikmati??? Maksudnya, aku gak ngerti kenapa dulu aku gak mau minum ASI?! Kalau dari bayi aku tau manfaat2 makanan alami yang super duper HEBAT dan ALAMI yang tak beresiko sama sekali itu, pasti aku gak mau berhenti dan berbagi ASI dengan adikku yang kebetulan lahir krg lebih satu tahun kemudian.

Bukan menyalahkan sepenuhnya tentang ’Tidak diberikannya ASI eksklusif’. Tapi inilah faktanya. Anak yang semasa kecilnya diberi ASI. Ia akan tumbuh SEHAT dan CERDAS! Pertumbuhan dan perkembangan fisik dan otak mereka sangat PESAT, saat dewasa rata-rata Intelegensi Quotien mereka sangat tinggi, di atas rata-rata, bahkan SUPERIOR...

Lalu, bagaimana dengan anak yang semasa bayi tidak diberikan ASI eksklusif???

Pertanyaan ini sangat RETORIS! Cukup jawab dengan KESADARAN DIRI...

Kesadaran diri ini membuatku tahu, aku bukan siapa-siapa yang bisa memprediksi masa depan (dukun biasanya disebut ORANG PINTAR). Aku bukanlah orang yang dilahirkan dengan OTAK SUPERIOR CERDAS BRILLIANT. Aku orang yang biasa-biasa saja.

Oleh karena itu, aku harus mempunyai SEMANGAT...
Karena itu modalku untuk menjadi sukses. Tanpa semangat, aku tak akan bisa menjadi apa-apa. Dan AKU SADAR ITU...

Manusia dibedakan dalam beberapa kelompok secara umum, yaitu manusia cerdas dan manusia biasa-biasa saja. (manusia bodoh tak kumasukan karena itu relatif. Orang CERDAS bisa menjadi MANUSIA BODOH jika kecerdasannya digunakan untuk hal2 JAHAT dan SANGAT BODOH, begitu pula manusia biasa2 saja pun bisa menjadi manusia BODOH)

Perbedaan manusia CERDAS dan BIASA2 SAJA terlihat jelas pada proses pembelajaran kognitif yang umumnya bersifat akademis.

Lihatlah, perhatikan bagaimana manusia CERDAS DARI LAHIR dapat menghafal beberapa bab mata pelajaran dalam waktu yg singkat, mampu mengaplikasikan rumus2 DEWA dengan satu atau dua kali kotret... Sedangkan MANUSIA BIASA2 SAJA membutuhkan waktu agak lama untuk menyamai kemahiran manusia2 cerdas. Ia harus menghafal BERULANG2 kali, berjam2, menghayati setiap formula dan BERLATIH terus menerus untuk menjadi SEMPURNA...

Itulah aku, aku masuk dalam kelompok manusia biasa2 saja. Tak perlu menyesal dan membenci diri. Semua kesadaran diri ini membuktikan bahwa aku MENGENAL DIRIKU SENDIRI. Daripada, aku merasa sudah CERDAS sehingga merasa tak perlu belajar lagi!

Tapi aku senang menjadi apa adanya diri ini... Sederhana dengan perjuangan yang sempurna *itulah prinsip manusia biasa-biasa saja.
Sekali lagi kukatakan bahwa aku harus mempunyai SEMANGAT, karena tanpa SEMANGAT aku tak akan bisa menjadi ’seseorang’.

Ada satu hal lagi Faktor Bawaan yang kadang mengganggu...
Aku orang yang tak bisa berbicara dengan tenang diantara orang-orang yang menatapku secara FORMAL, maka dari itu, aku benci presentasi..! melihat semua mata memandang ke arahku! Aku BENCI! Denyut nadiku cepat, kencang dan sangat tidak beraturan, tanda-tanda orang tremor (salah satu sifat genetik, turunan, innate atau semacamnya). Mengingat kakak dan papa juga mengalaminya.

Papa pernah menjalani Tes menjadi ABRI. Tes lisan, tes tulis, segala macam tes LULUS! Tes akhir gagal beliau lewati. Hanya karena jari-jari beliau bergetar saat direntangkan. Bisa anda bayangkan, HANYA KARENA ITU...

Tremor...
Itulah yang membuatku tak tega menghitung denyut nadi sendiri per menitnya...

Alhamdulillah aku bukan anak laboratorium yang harus meneteskan cairan-cairan dengan pipet mahal ke sebuah tabung reaksi, atau memegang gelas2 ukur dengan cermat, teliti dan hati2... terbukti, dulu, selalu salah meneteskan cairan dari pipet dan pernah beberapa kali memecahkan gelas ukur hingga harus menggantinya. Karena begitu tegang dan Nervous-nya…

Semua itu hanyalah pemikiran yang terkadang membuatku ragu untuk bisa mencapai cita-cita. Tapi ternyata, kehidupan tidaklah sesempit dan sepesimis apa yang teori Nativistik kemukakan. Tentang segalamacam kepasrahan yang tak bisa diubah. Semua itu hanyalah variasi gurauan beberapa etologist yang sama dengan manusia lainnya. HANYA DAPAT MENDUGA dan MENGIRA...

Oleh karenanya, aku, sebagai manusia yang tak luput dari kekurangan. Akan terus selalu berusaha menjadi diri yang terbaik. Ada takdir fleksibel Allah yang mengalir sesuai dengan kemana kita mendayung arah muara usaha kita...

Karena IMAN akan selalu ada di hati...
Karena sesungguhnya SEMUA TAKDIR yang ditetapkan ALLAH adalah KEBAIKAN bagi diri kita...

Kita bisa mengelola hidup ini, kehidupan bagaikan permadani hijau pesawahan yang asri. Kitalah yang memilih bagaimana mengelola kebun tani kita. Kita adalah petani kehidupan, jika ingin hasil yang memuaskan, kelolalah sawah hamparan kehidupan dengan PERAWATAN yang paling BAIK!!!

Keep Spirit...
WE MUST BELIEVE
WE ARE SO GREAT!!!

Kamis, 11 Februari 2010

Manusia Aneh!

Haiii... perkenalkan, nama saya winda, usia hingga saat ini 19 tahun. Tapi belum menunjukan tanda-tanda kedewasaan dalam bertindak. Mungkin, kalau berpikir, Iya, tapi apakah hidup itu cukup hanya dengan berpikir?! Hanya merencanakan sesuatu dengan SEMPURNA, bertekad dengan SEMANGAT! Apa cukup hanya dengan itu? Jika jawabannya cukup, mungkin sekarang saya sudah menjadi manusia sukses yang telah merajai panggung prestasi... Dan kenyataannya, saya adalah manusia biasa yang belum mampu memberikan sesuatu yang berharga. Itu memang hanya pikiran sempit saya yang terkadang belum mengenali diri ini SEPENUHNYA, tapi, memang itulah kenyataannya. Meskipun dengan itu, saya tidak membenci diri sendiri. Bahkan saya bangga menjadi apa adanya diri saya.

Bukan masalah itu yang saya aneh'kan dari diri ini. Tapi kenapa banyak RENCANA MULIA yang tidak seia sekata dengan TINDAKAN sehari-hari. Banyak SEMANGAT untuk melakukan KEBAIKAN, tapi dalam pelaksanaanya SULIT diaplikasikan! Bahkan kadang saya merasa memakai MASKER! untuk menutupi semua KEGANJILAN yang terjadi dalam hidup saya. Dan hal-hal ganjil yang SEHARUSNYA tidak saya lakukan.

Hal ini aneh, tapi tidak bisa disangkal lagi itulah SAYA! Seperti hari ini, detik ini, apa yang saya pikirkan tentang hal-hal yang seharusnya dilakukan. TIDAK SAYA LAKUKAN! Mungkin semua ini penyebab keanehan yang terjadi secara bersamaan dengan kutukan raga terhadap batin sendiri. Sama ketika kita melakukan sebuah DOSA, yang tak seorang pun tahu, kecuali ALLAH! Maka, PENYESALAN itu lebih berat! Kita mulai mengutuk diri, mencaci maki diri atas segala hal yang seharusnya bisa dihindari, namun kita LAKUKAN! itulah DOSA yang membuat segalanya menjadi terasa BURUK di dalam.

Lalu, Perasaan apa yang telah tercoreng! PERASAAN itu adalah KEPERCAYAAN... IMAN! Yang SEHARUSNYA tak hanya dibuktikan dengan ucapan LISAN, maupun TULISAN.. Tapi juga dengan HATI dan PERBUATAN!

Tapi, TEORI itu ternyata belum SEPENUHNYA saya realisasikan dalam KEHIDUPAN sehari-hari, karena kenyataannya, HATI ini masih merasa TERKUTUK oleh ancaman DIRI SENDIRI, karena ketakutan diri pada TUHAN, atas DOSA SAMA atau BERVARIASI yang terus menghantui... MESKI manusia tak kan pernah luput dari NODA dan DOSA...

Lalu, apakah saya termasuk manusia ANEH? Atau memang SEMUA MANUSIA itu tercipta dengan keanehannya masing2??? Yang menjadikan setiap insan mempunyai AIB!
APA ITU AIB??? Apakah AIB hampir sama dengan AURAT? Sama2 harus ditutupi oleh pemiliknya. AGAR kehormatan terjaga!

Berarti, saya tidak aneh, semua orang memilikinya... dan itulah TANDANYA, SEMUA ORANG MEMAKAI MASKER!!!

Dan kalimat ini hanyalah cocok untuk Dzat yang WAJIB manusia SEMBAH...

"In a World of Lies, U are the TRUTH!!!" (KARENA KEBENARAN HANYALAH MILIK ALLAH)

Rabu, 13 Januari 2010

Whatever!

Perasaan udah lama gak posting?! Sebenernya enakan nulis di buku diary lho!!!
Penelitian membuktikan bahwa menulis dengan tangan dan dengan keyboard itu feel-nya beda. Hhehe.. itu bener, dulu pernah nonton orang Graphologist ngomong bahwa menulis pengalaman, atau yang biasanya dikenal sama ‘Diary’ bisa meningkatkan kerja otak. Misalnya untuk penderita autis atau keterbelakangan mental. Terapi itu bener-bener mujarab. Tapi ini khusus yang ‘menulis dengan tangan’. Ya iya sih emang, kalau nulis pake tangan tuh kerasa banget lekukan-lekukan huruf yang tersusun menjadi kata, lalu kata menjadi sebuah kalimat, dan berkembang menjadi paragraph yang berarti…. Hhe… pokoknya, itu deh intinya kenapa gw emang suka menulis dengan tangan. Contohnya, waktu bantuin emak ngisi rapot empat puluh biji. Meskipun pegel, tetep ada kepuasan tersendiri, sarap2 tegang jadi lebih rileks dan sepertinya tangan kanan gw jd lebih merah dan besar... (hhe, itu bengkak ya namanya)
Udah ah, beralih topik, minggu ini sebenernya minggu-minggu HOTT dan sangat lama. Ujian Akhir Semester! Tapiiii… di saat-saat seperti ini, ada saja yang membuat fokus gw terbang ke mana-mana. Ke dunia di balik cermin… Gak tau nih, perasaan gw menghadapi UAS kali ini tercampur dengan rasa yang lain. Tapi, semoga rasa yang bercampur itu bisa membawa hal yang positif terhadap semangat belajar gw…
Gak banyak sih yang pengen gw sharing di sini saat ini. Karena mungkin gw kebanyakan libur dan menjalani waktu yang sia-sia. Yang baru gw sadari setelah itu berlalu… Tapi, hal itu gak akan terjadi lagi. Karena, abis UAS ini gw berencana melakukan aksi nekat-nekatan. Gak peduli dengan aturan-aturan main yang mungkin seharusnya gw jalani, semua itu udah jelas dan gw gak bisa diem aja.
Tuh, kan ituuuu maksud gw! Yang membuat hidup gw gak fokus sama UAS kali ini. Tapiiii… Semoga kali ini lebih baik deh dari apapun yang sebelumnya terjadi…

Jumat, 11 Desember 2009

Enam Tiga Koma Lima

Angka apa itu? Yang jelas, angka itu amat sangat berarti banget buat hidupku baru-baru ini. Angka 63.5 itu memang gak gede, tapi cukup untuk menjadi patokan kelulusan seseorang. Itulah knapa aku menyebutnya sangat berarti. Tapi, angka itu sangat fleksibel n relatif. Tergantung liat dari sudut pandang apa. Misalnya kalau dapet 63,5 di pelajaran kalkulus atau fisika, mungkin itu suatu fakta yang alhamdulilah banget, nilai B di tangan. Tapi alangkah syoknya, saat melihat pengumuman nilai perilkon di mading departemen. U know? Perilkon adalah mata kuliah favoritku, Perilaku konsumen (pelajarannya gabungan antara ilmu ekonomi n psikologi) di mana kita diajarkan memahami perilaku dan karakter konsumen dari dasar hingga pengambilan keputusan mengapa ia membeli suatu produk pilihannya. Yah, pokoknya begitu deh intinya, tak usah kujelaskan lagiii... cukup trauma dengan kenyataan yang ada.
Kamis kemarin itu memang hari yang benar-benar hari, di mana saat praktikum terakhir dasar-dasar komunikasi sangat menyenangkan! Ya ampun, baru kali ini praktikum semenyenangkan itu. Tapi, bukan hanya kesenangan loh yang kami lakukan, kesenangan itu sarat akan makna tentunya. Kita bikin menara dari sedotan, menyusun puzzle dan mencari pasangan kata pribahasa. Menara kami adalah menara paling tinggi. Subhanallah banget deh... pas membangun menaranya bersama. Seruuu, asyik, ketawa-tawa, dengan banyak jarum menusuk2 tangan kita. Semua itu menyenangkan abiss!!! Apalagi asprak-aspraknya yang sangat mengayomi adik-adiknya, baiiiiikkk banget. Dua asprak daskom kami emang pasangan kompak!
Kesenangan itu ternyata harus tertutupi dengan fakta yang kudapatkan saat melihat mading Ikk... JRENG JRENG.... yang lain tuh kepala 7, kepala 8 ada beberapa kepala sembilan, kepala enam bisa dihitung pakai jari. Kepala lima dan empat juga ada beberapa. Tapi saat aku itung kepala enam.... itu aku! Aku termasuk orang di dalamnya, di mana orang lain rata2 kepala delapan. Rata2 yang tinggi. Sumpah! Itu, yang seharusnya aku kuliah daskom, aku memutuskan untuk pulang tanpa dendam. Temen2 ngajak makan, boro-boro selera makan... yang ada pengen makan itu mading departemen.
Sangat kecewa dengan angka 63,5 yang tertera di samping nama indahku... bingung! Kenapa orang2 nilainya bisa tinggi, padahal perasaan pas ngejawab soal sering kuucapkan alhamdulilah... karena apa yang aq plajari kebanyakan keluar. Buku perilkonku yg tebel udah berwarna-warni, tapi kecewa sangat karena hasilnya diluar prediksi.
Gak terima begitu saja, aku bertekad untuk menyelidiki, dengan menyusun rencana melihat kembali berkas lembar jawaban utsku. Aku pengen liat, di mana letak salahnya, kenapa kemaren aku ngisinya begitu yakin! Setidaknya, jika nilaiku memang segitu, aku jadi tau letak kesalahannya, sehingga suatu saat nanti, jika bertemu soal model begituan lagi, gak akan salah jawab lagi. Daripada aku meyakini jawaban yang salah....???
Segala daya dan upaya kutempuh, pertama, menghubungi asprak perilkon. Lima lembar sms curhat beserta penjelasannya kukirim ke mbak asprak. Tapi ternyata beliau tidak memeriksa lembar jawaban mahasiswa sama sekali. Beliau menyebutkan dua dosen pemeriksa. Aku gak stuck di pikiran itu, langsung buka facebook dan mencari dosen yang bersangkutan (kenapa facebook ya?) and akhirnya aku kirim email untuk dosenku, yang isinya :

Assalamu'alaikum

Bu, maaf mengganggu, saya winda dwi gustiana (IKK45) mau tanya Bu, kalau berkas lembar jawaban ujian prilkon nanti dibagikan kpn y Bu? td saya sudah lihat pengumuman nilai perilkon di mading ikk, saya lumayan kaget, Bu, lihat nilai saya yang diluar dugaan, padahal sewaktu mengisi jawaban itu, insya Allah saya yakin dengan jawaban saya, karena Alhamdulillah, apa yang saya pelajari cukup banyak yang keluar di ujian, sehingga saya dengan yakin menjawabnya.. Tapi tadi saya terkejut, melihat nilai saya..

Mungkin jika saya melihat berkas lembar jawabannya saya bisa mengetahui di mana letak kesalahannya dan juga agar jika saya menemukan pertanyaan seperti itu lagi di kemudian hari, saya tidak salah menjawab lagi..
Terima kasih ya Bu, sebelumnya, terima kasih atas perhatian Ibu. Mata Kuliah Perilaku Konsumen adalah mata kuliah favorit saya, jadi saya ingin mengetahui dan belajar terus dari ibu dan dosen-dosen lainnya..

Tapi tak ada jawaban. Untung besoknya temanku ada yang bersedia mengantar menghadap dosen. Untuk memberi makan rasa penasaranku yang kelaparan. Setidaknya jika aku udah tau salahnya di mana, aku terima dengan ikhlas dan lapang dada.
Malam2 dilanda penasaran yang luar biasa. Tapi pasrah pada akhirnya. Ya, Cuma itu yang bisa aku lakukan. Dan juga memperkuat doa tentunya.. saking kepikirannyaa, sampai mimpi ternyata nilaiku 90,00, aku lega bangettt, dan sujud syukur... Cuma petugas penyalin data salah ketik. TAPI SAYANGNYA, aku terbangun dari bunga tidurku yang INDAH.... UAAAA.... Kembali lagi pada gundah gulana itu, resah dan gelisah... Dunia nyata... kadang tak seindah mimpi.
Pada kenyataanya, rencana menghadap dosen hari itu HARUS kulakukan. Beberapa pertanyaan dan pernyataan telah kurangkai untuk menghadap dosen. Aku juga berencana membawa buku dan slide perilkon untuk membuktikan jawaban yang benar, agar jika aku salah, aku lebih mengerti dan terus mengingat jawaban yang benar. MENGINGAT??? Sebenernya itu salah... Harusnya jangan hanya mengingat, tapi memahami (kata dosen Ekum wkt tingkat 1)
Akhirnya pagi itu aku bangun, mandi, wudhu, dan tetap kusisipkan do’a spesial untuk kasus ini. Siap-siap pergi ke kampus dan menghadap dosen. Tiba2, hp-ku bergetar. Aku ikut bergetar saat membaca pesannyaaa....
Yang intinya, permohonan maaf dari pihak pemeriksa yang salah memeriksa lembar jawabanku. Nilai asliku sungguh sangat memuaskan... ya Allah... subhanallah... doaku terkabul, bahkan lebih cepat dari harapan, dan juga lebih baik dari apa yang kuimpikan...
Terima kasih Ya Allah, inilah keajaiban dari kekuatan doa. Yang menjadikan segalanya mungkin....

Rabu, 11 November 2009

Ecology is My Life...

Heal The World.... Make It A Better Place....
For You And For Me and The Entire Human Race...
There Are People Dying.... If You Care Enough For The Living...
Make A Better Place.... For You And For Me....

Sekilas, cuplikan lagu Om Jacko tadi mengajak kita untuk bersama menyembuhkan dunia yang mungkin saat ini sedang rusak, terpuruk dan nyaris tak bisa bernapas karena lapisan ozon yang mulai menipis, global warming tak bisa dihindari lagi… bencana-bencana pun mulai banyak berdatangan di berbagai belahan bumi ini, tak hanya di Negara kita tercinta ini…. Tapi juga di daratan-daratan dan samudera di luar sana… karena bencana tak memandang bulu, apakah Negara tersebut Negara maju atau Negara miskin, semakmur-makmurnya suatu Negara, siapa yang bisa mencegah bencana? JIKA SUDAH TERLAMBAT….

Posting kali ini bukannya menakut-nakuti… hari ini, bukan suatu kebetulan sih sebenernya… udah gw sadari sejak zaman azali… bahwa gw sangat mencintai apa yang namanya LINGKUNGAN… Sampai dulu sempet pengen masuk teknik lingkungan… ehh… malah nyasar ke Fakultas ekologi manusia (gw bilang tersesat… tapi DI JALAN YANG BENAR) oleh sebab itu, saking seringnya gw dijejali informasi tentang EKOLOGI, yaitu ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara manusia dengan lingkungannya. Di mana semua perlakuan manusia itu pasti ada pengaruhnya terhadap lingkungan (feedback) suatu tanda-tanda nonverbal yang ditunjukan oleh alam secara tidak langsung karena perbuatan manusia yang tak senonoh pada bumi mereka sendiri… gw bukan menyalahkan dia, kamu, kalian ataupun mereka… tapi KITA… Kita semua yang bertanggungjawab atas semua ini.

Hari ini… entah kenapa dari kemaren jiwa terdalam gw dikejar terus perasaan bersalah yang mendamaikan dan memotivasi, entah apa itu, susah dijelaskan dengan kata-kata. Yang jelas hari ini setelah melihat sebuah fenomena perkiraan keseimbangan ekologi di masa mendatang, jiwa gw tersentak. Kaya dihantam bom atom hirosima dan nagasaki (haha... walaupun gw gak tau ledakannya bom itu kaya apa) tapi hari ini sungguh menyedihkan....

Video yang tadi di putar di mata kuliah Ekokel (Ekologi Keluarga) berisi suara hati seseorang yang berumur 50 tahun di tahun 2070. Mukanya keriput, mengkerut sudah seperti umur 85 tahun, ia menderita penyakit komplikasi ginjal, hati, paru-paru dan gangguan jantung. Dan manusia yang bisa bertahan hingga seusianhya hanya dia.

Bisa kita bayangkan, pada masa itu, pada masa di mana AIR lebih mahal harganya daripada EMAS ataupun BERLIAN.... Air sudah sangat jarang.... Jika kita sekarang dianjurkan untuk minum sehari 8 gelas air putih, mereka hanya diperbolehkan meminum setengah gelas saja dengan harga yang sangat MAHAL... mata air jernih sudah sangat jarang ditemukan, bagaikan sumberdaya alam yang tak dapat diperbaharui, daerah yang subur dan masih berpotensi dijaga ketat oleh pasukan BERSENJATA... milik pemerintah. Mereka hanya diperbolehkan mempunyai satu pakaian, seumur hidup mereka. Tak ada lagi udara segar, oksigen sangat mahal harganya....

Remaja-remaja saat itu sangat keriput seperti orang tua, usia harapan hidup rata-rata ialah 35 tahun... tak ada lagi permadani hijau membentang yang sering mereka dengar dari nenek moyang mereka... Tak ada lagi air bersih dan udara segar.... hanyalah harapan, bahkan mungkin berharap pun mereka tak akan sanggup! Karena saat mereka dilahirkan... Mereka tak pernah melihat setitik harapan itu....

Yang paling menyedihkan dari video itu saat si pria berusia 50 tahun tadi bercerita bahwa anaknya yang masih kecil bertanya padanya. Di mana air bersih dan pepohonan yang ayah ceritakan... mengapa orang zaman dahulu bersih-bersih, apakah kita bisa merasakan semua itu??? Apakah kami masih bisa hidup sejahtera seperti mereka??? Seperti zaman ayah muda.... saat pohon-pohon hijau masih tumbuh subur...

Kata-kata si anak itu masih menghantui hidup gw sore ini kawan! Kita harus mendengar jeritan mereka dari sekarang. Generasi yang akan meneruskan peradaban sejarah dunia ini... Tadi mungkin gw malu meneteskan air mata pas nonton videonya... tapi, sebenernya hati gw udah menjerit banget liat slide yang berjalan terus di depan proyektor kelas tadi. Batin banget rasanya! Apalagi katanya wanita-wanita di zaman itu mengeluh heran, mengapa orang-orang zaman dahulu mempunyai rambut, sedangkan kami harus mencukur habis semua rambut kami agar kami terbebas dari penyakit kotor dan gatal...

Astagfirullahaladzim.... begitu mahalnya sosok yang bernama AIR... Lihatlah di sekeliling kita, bukankah mereka melimpah dan begitu jernih, mengalir lewat pegunungan, bagaikan cerminan mata air surga yang bening... Masihkah kita mencemarinya....

Bukan hanya air, lapisan ozon yang menipis akibat ulah manusia (yang disadari ataupun tidak) menyebabkan pemanasan global... es kutub utara-selatan mencair, lautan menjadi panas dan mendidih hingga membentuk suatu badai topan yang besar mengelilingi seluruh samudera menyebar ke daratan... dan menenggelamkan sebagian peradaban bumi... lalu setelah itu gersang.... pemanasan global terakumulasi menjadikan air surut... setelah periode badai topan.

Lalu terjadi fenomena yang disebutkan tadi...
Jeritan dari tahun 2070...

Ini semua bukan ramalan ataupun menakut-nakuti. Karena sejatinya, takdir Tuhanlah yang menentukan berjalannya peradaban. Namun ini sangat baik untuk melatih kepekaan kita mendengar jeritan dan pesan dari peradaban yang akan datang... Semua ini belum terlambat!!! Masih SELALU ada waktu... UNTUK BERUBAH! Dan memperbaiki diri agar menjadi JIWA yang MENCINTAI lingkungannya.... dan menjadikan dunia yang lebih baik lagi...

Lakukan TIGA M, (kata aa gym)...
Hhehe...
Mulai dari hal yang kecil,
Mulai dari diri sendiri,
Mulai dari sekarang....

Oce oce.... Kawan2ku...
mulai sekarang... safe our environment,,,, 4 a better LIFE....
^_^
Thank you 4 attention….