Tampilkan postingan dengan label Rekomendasi Film. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rekomendasi Film. Tampilkan semua postingan

Selasa, 21 Februari 2012

LIFE DEADLINE

I envy you so much,

You have extinguish light window,

Today I hesitated,

My body hesitated,

I felt uncomfortable and without a word turned and come back…

-Shin Ji Hyun-


Terlepas dari keberadaan Surga dan Neraka. Terlepas dari pengetahuan manusia tentang batas takdir antara hidup dan mati. Jika kita mengetahui kapan kita akan mati, dan menemukan sebuah pesan hidup yang perlu dilakukan sebelum kita mati. Apa yang akan kita lakukan? Akankah kita masih sanggup bersikap munafik terhadap diri sendiri dan orang lain? Apa justru kita akan berusaha jujur meskipun menyakitkan dan melakukan berbagaimacam kebaikan dengan penuh ketulusan yang bisa kita persembahkan untuk yang terakhir kalinya, karena kita tahu, kapan kita akan mati.

Ada sebuah kisah yang membuat hati dan pikiran saya terpukul-pukul berkali-kali. Seperti jika sedang membangunkan orang dari tidur panjang dan ketidaksadaran. Jika kita melihat seseorang masih saja tidur di pagi hari, meski langit telah terang benderang. Akankah kita membiarkan seseorang melewatkan rezekinya? Bagi orang yang bijaksana, mungkin ia akan menyadarkan yang tertidur, dengan pukulan-pukulan kecil yang membuat orang itu sadar dan terbangun. Agar tak melewatkan ibadah yang berharga di subuh hari. Agar tidak menelantarkan rezeki di pagi hari.

Itu yang saya rasakan saat menyaksikan suatu kisah yang saya saksikan beberapa hari yang lalu. Dan saya merasa jadi orang tidur yang dipukul-pukul supaya sadar dan bangun. Banyak hikmah yang bisa didapatkan dari kisah tersebut. Terlepas dari masalah kepercayaan yang tak masuk akal, terlepas dari hal-hal gaib yang mustahil terjadi. Seperti halnya dongeng-dongeng fabel yang mengajak anak berkhayal bahwa gajah dan jerapah bisa berbicara, meski mustahil, namun sarat akan makna.

Selama menyaksikan kisah itu, seolah saya diajak mengkhayal bersama, dan masuk ke dalam sebuah kisah fantasi. Saya merasa menjadi seorang pengamat dan pengkhayat yang bisa mengetahui isi hati siapapun dalam kisah itu.

Bayangkan, ketika ada seseorang yang dengan mudahnya ingin mengakhiri hidup. Ketika seseorang begitu ingin meninggalkan dunia tempat ia berpijak karena sudah sangat putus asa. Di sisi lain, ada seseorang yang berjuang demi hidupnya. Demi memperoleh menit-menit berharga yang bisa ia bayar dengan air mata ketulusan, untuk kembali menghirup gas oksigen bebas di udara yang bisa didapatkan secara gratis.

Ketika kita dilanda depresi dan tak semangat menjalani hidup. Ketika kita kehilangan sesuatu yang berharga dan tak mendapati gairah hidup yang nyata, lantas kita menganiaya diri sendiri, mengasihani diri sendiri. Hingga hidup dalam kegelapan. Ketidakberartian. Sungguh meskipun secara fisik kita masih Hidup. Namun Jiwa kita telah lama Mati.

Dan di sisi lain, ada sesosok jiwa yang berkelana, dulu ia bahagia menjalani hidupnya, kini di tengah ketidakberdayaan ia mencari celah-celah kehidupan dari doa-doa dan air mata yang seratus persen tulus dari orang-orang tercinta. Ada sesosok jiwa yang raganya telah dinyatakan mati. Namun, ruhnya masih terus bergentayangan, mengembara, menunggu keajaiban, mukjizat yang diberikan Tuhan melalui doa-doa para hamba yang tak hanya Meratap Iba. Tetapi hamba-hamba yang berdoa dengan ketulusan jiwa, Sepenuh Hati dan tak ada sedikitpun niat yang bertolakbelakang dari jalan kebaikan.

Ketika kita dilanda perasaan sedih yang berkelanjutan, hingga air mata pun tak dapat menetes lagi, hingga hanya pandangan mata kekosongan yang kita lihat saat menonton acara komedi sekalipun. Saat yang kita ingin makan saat itu adalah racun pembunuh serangga. Ingatlah, bahwa, di luar sana, banyak orang-orang telah mati secara fisik, namun jiwanya masih ingin menjalani hidupnya dengan semangat.

Apa yang akan dikatakan ruh yang berkelana itu jika berhadapan dengan kita? Mungkin ia akan memaki-maki kita, “Kamu harusnya bersyukur! Aku iri padamu… Suaramu masih bisa terdengar oleh orang-orang, kamu masih bisa terlihat! Kamu masih bisa melakukan aktivitas seperti biasa. Lalu kenapa kamu seolah tak bersyukur? Kenapa kamu menjalani hidup seperti ini? Hidup dalam kegelapan dan kekosongan?! Tidakkah kamu ingin hidupmu berharga? Selagi masih ada kesempatan! Janganlah menjadi orang yang merugi!”

Jujur, saya sangat tersindir dengan makna-makna yang terjabar dalam kisah itu. Meskipun bersifat fantasi, namun banyak hal yang menyadarkan saya.

Juga ketika ruh tersebut menjalani 49 days travel menjelajahi hidupnya dalam tubuh orang lain.

Bayangkan, seandainya ragamu terbaring kaku di ranjang rumah sakit dan dokter telah menyatakanmu mati secara medis. Sedangkan ruhmu berada di samping jasadmu. Kau temukan orang-orang tersayang menangis di samping ranjangmu.

Ayah, ibu, saudara, sahabat, dan semua orang yang mengenalmu dengan baik…

Namun, apakah tangisan mereka adalah benar-benar Tangisan Ketulusan?

Ketika ruh kita diberi kesempatan hidup kembali, dengan syarat mencari 3 tetes air mata orang-orang yang tidak berhubungan darah dengan kita. Kita harus mencari tetesan air mata yang seratus persen tulus. Akankah kita mengetahui bahwa tidak semua orang seperti apa yang terlihat di luar.

Ketika ruh kita senang dan sangat percaya kita mampu mendapatkan 3 tetes air mata itu. Kita pun menebak-nebak siapa saja yang mungkin akan menangis tulus.

Namun ternyata, tak semua yang terlihat dari luar adalah seperti apa yang kita duga. Mereka bisa saja menangis di samping jasad kita karena mungkin kita masih memiliki hutang yang belum dibayar, sehingga orang itu menangis di samping jasad kita akibat menanggung kerugian. Atau karena ingin mendapat simpati, warisan, atau ada yang menangis di samping kita atas perasaan bersalah karena telah berkhianat.

Ternyata, hal itu menyadarkan saya akan adanya berbagaimacam arti air mata. Dan di luar semua itu, ada air mata dalam doa yang di dalamnya mengandung seratus persen murni ketulusan.

Saya tidak ingin menjadi orang yang mudah su’udzon karena itu, dengan menduga-duga air mata jenis apa yang orang-orang keluarkan. Toh, memang itu hanya Fantasy Fiction. Hanya Allah yang mengetahui segala. Juga tentang kapan deadline hidup kita. Saya hanya ingin menuliskan kembali beberapa hal yang menarik dan sempat memukul-mukul hati dan pikiran saya beberapa hari ini pasca menonton film drama Korea 20 Episode berjudul 49 days itu.

Bahwa selagi Hayat masih di kandung badan. Seberapapun berat ujian hidup, seberapa banyak hal berharga dari dirimu yang menghilang. La tahzan…

Jalani terus hidupmu dengan Semangat dan Keceriaan.

Sebelum Scheduler ‘Yang Sesungguhnya’ memanggilmu menuju ‘Elevator Kematian yang sesungguhnya’ untuk melintasi Deadline hidupmu…

***

sumber gambar : purplewallpaper.com

Sabtu, 04 Juni 2011

FALCON

Intinya, pasti semua orang pernah berkhayal dalam hidupnya. Yang berbeda adalah, apa yang mereka khayalkan. J

Sebenernya ini speechless sih, bingung mau nulis apa. Karena pada akhirnya gw sudah tak tahan lagii ingin posting tentang sesuatu, yang sebenarnya ‘seseorang’. Tp berhubung sepertinya dia makhluk unreal, jadi, alangkah lebih manis jika kita menyebutnya dengan ‘seekor falcon’.

Awalnya, gw gak tau apa itu falcon. Pas nyadar, gw harus cari tau, dan akhirnya, gw menemukan juga arti sesungguhnya apa itu falcon. Ternyata falcon adalah burung elang, dan bodohnya gw malah membayangkan burung rajawali, dan parahnya lagi, gw berpikir bahwa rajawali adalah lambang negara kita…

Hal yang sangat Bakka… (bodoh). Hehe… mungkin rasa nasionalisme gw kurang. Saat ini, gw gak akan pernah ketuker lagi antara Elang-Rajawali-Garuda.

Tapi di sini, gw gak mau bahas tentang beranekaragam burung2 penguasa langit. Gw akan fokus pada falcon. Hal yang membuat gw akhir-akhir ini jadi berpikir terus.

Gw bukannya mau bersifat lebay, tapi gw hanya berusaha untuk memberikan respon dari setiap film yang gw tonton, film apapun itu. Banyak film yang sering gw tonton, baik dari luar negeri maupun dalam negeri, dan *untuk saat ini* gw ngerti, kenapa film2 indonesia jauuh bgt klo dibandingin sama film2 jepang. Hhhe... Dulu, gw suka bgt film Hollywood,, tapi berhubung film hollywood terkadang tidak layak konsumsi (u know lah) hehe... jadi, skrg gw beralih menyukai dorama2 Jepang. Dan saat ini, gw sedang sangat demam Bloody Monday. J

Langsung aja, gw g akan bahas ceritanya gimana, karena, jujur, gw suka speechless sendiri klo disuruh cerita tentang sesuatu yang telah gw lihat. Hhe, maklum, orang visual. Orang visual biasanya hanya memberikan komentar-komentar yang meyakinkan orang lain untuk melihat dan merasakaknya sendiri apa yang telah dia lihat. Saking terlalu banyaknya apa yang ingin dia ungkapkan.

Dorama Suspence Bloody Monday adaptasi dari manga jepang. Klo diliat dari manganya, gw rada kurang suka, coz gambarnya alay bgt. Tapi, doramanya, sungguh sangat TOP! Kealayan yang ada di manganya hilang samasekali. Apik bgt nii orang2 jepang klo buat dorama suspence. Suka bgt, apalagi sblmnya gw pernah nonton Orthros no Inu dan Death Note. Keduanya juga bagus, tapi, aku masih lebih suka Bloody Monday, karena, ^_^ bukan hanya karena ada my falcon, Miura Haruma, tapi juga karena ceritanya itu bener2 ajibb! Menegangkan dan bikin mata yang udah ngantuk jadi bisa melek lagi.

Saat ini, Bloody Monday udah ada season 2’nya. Gw belum pernah nonton sesuatu hingga sampai penasaran akuu dibuatnya, sampe gw cari season 2nya ke pelosok negeri ini, di f b, di kaskus, ataupun di forum2 diskusi online lainnya. Karena gw udah g sabar nonton yang season 2nya.

Dan pada akhirnya, akuu mendapatkannya… T_T *Terharuuu,,,

Di season satu, gw lebih sering nonton sambil telapak tangan gw megang mulut, mata tegang, dan kadang berpikir juga, coz selain subtittlenya English, pembahasannya juga susah, gak kayak cerita komedi atoo cerita cinta kehidupan sekolah yang pada umumnya bahasanya ringan, meski subtittlenya English. Apalagi mereka semua ngomongnya cepet bgt, meski awalnya agak sulit mengimbangi antara baca teks dengan seksama sambil liat gambar, tapi itulah justru menurut gw yang namanya “Fun Learnig”. Klo selama ini ngebetein banget reading English text book, jurnal-jurnal ilmiah internasional, inilah cara baru buat belajar baca dan memahami bahasa inggris. Dan insyaAllah, karena kita terlanjur penasaran, akhirnya jadi terbiasa menyerap kalimat-kalimat itu dengan mudah.

Gituu juga dengan Bloody Monday 2. Kemaren baru aja selesai nonton, Gak kalah seru dibanding Bloody Monday 1. Malah menurut gw, bloody Monday 2 itu masalahnya lebih complicated, musuh2nya lebih jago, dan tetap dengan kejutan di akhirnya. Jenis kejutannya sama, yang dulu kita anggap baik, eeehhh... ternyata, dia adalah biang kejahatan.

Bloody Monday Season 2 gw gak hanya megang mulut, tapi juga megang kedua pipi sambil senyum2 sendiri... Terseponaaa... @_@v dengan kecerdasannya...

Dan, inilah yang gw sadar dari BM 2 :

  1. Viewnya, cara pengambilan gambarnya... Seperti biasa, keren! Menegangkan, visualisasinya dapet bgt... Falcon terbang ke sana ke mari menggambarkan pertarungan.
  2. Karena banyak adegan yang memperlihatkan secara close up orang yang lagi ngehack, oleh karena itu Sutradara memilih aktor dengan mata tajam, hidung mancung, ekspresi cool. Supaya klo dilihat dari samping kelihatan bagus pemandangannya. J
  3. Adalah suatu kesalahan menonton Bloody Monday 2 sebelum menonton yang pertama.
  4. Selalu hadapi masalah apapun dengan senyuman. Ngefans sama senyuman Orihara Maya. Haha... diaaa tetap berusaha tersenyum meski dua orang mengarahkan pistol ke kepalanya.
  5. Persahabatan tidak selalu harus jatuh cinta dan memiliki seperti halnya banyak film romantis bertaburan di mana-mana. Kadang perasaan cinta tak harus diungkapkan dengan cara-cara basi. Cukup disimpan di hati sampai mati.
  6. Tatapan mata ketulusan itu beda banget sama tatapan mata yang pura2 tulus.
  7. Miura Haruma alias Falcon alias Takagi Fujimaru sangatlah keren. Hacker tak selamanya jahat.
  8. Miura Haruma jadi agak jerawatan, apalagi klo diclose up, keliatan bgt jerawatnya ketutupan bedak... *_* Tapi, tetap suka melihatnya dari pinggir. Hidungnya mancung.
  9. Miura Haruma waktu kecilnya pasti lucu banget.

Sebenernya masih banyak yang bisa kutulis di sini tentang segala hal yang menyangkut BM, tp berhubung lg banyak tgs, sgitu aja deh... ^^

Kamis, 19 Mei 2011

BLOODY MONDAY

After a biological terrorist attack kills off the population of a Russian town; Japan's Public Safety Special Third unit, code name THIRD-i, believes that the terrorist organization responsible plans to unleash the same virus known as Bloody X into Tokyo. Subsequently, THIRD-i recruits the help of genius hacker Takagi Fujimaru to find out what happened in the Russia. However, as Fujimaru becomes involved, he soon finds out that he is in over his head and that the terrorist groups influence reaches not only his school but even the police. Fujimaru must now rely on his skill as a hacker to unravel the organizations sinister plot and find out the truth behind "Bloody Monday."

Cast

Newspaper Club

THIRD-i

Terrorists

Sumber : http//wiki.d-addicts.com

Officials and Police

Others

Orthros No Inu

Genre: Suspense, human drama
Episodes: 9+SP
Broadcast period: 2009-Jul-24 to 2009-Sep-25
Theme song: Hikari Hitotsu by Takizawa Hideaki

Ryuzaki Shinji who possesses a "God Hand", the power to heal wounds and illnesses just by touching the patient, is in fact a dark introvert who does not reveal his true self to others. Aoi Ryosuke who possesses the "Demon’s Hand", the power to kill a person just by touching him, is as kind and pure as an angel. When the demon meets the God, a fatal battle begins…

Detective Hasebe Nagisa gets caught by the criminals during a deep cover operation. Ryosuke, a man she does not even know comes to save her and she witnesses his "Demon’s Hand" in action. Thereafter she discovers by coincidence the existence of Shinji’s "God Hand" and brings the two together. Little did she know that this would cause great disorder to the world and even to her own life…

Sumber : http://wiki.d-addicts.com

Selasa, 05 Oktober 2010

BECAUSE OF YOU


Aku tidak akan melakukan kesalahan yang sama…

Kesalahan yang telah kau lakukan…

Aku tak akan membiarkan hal itu terjadi,

Hatiku terlalu sering mengalami penderitaan...

Aku tidak akan menyalahkan cara yang kau ajarkan padaku,

Cara yang begitu sulit…


Aku berusaha memahami dengan keras, untuk tidak membiarkan hal itu terjadi…

Karenamu…

Aku tak pernah tersesat terlalu jauh dari jalan menuju rumah.

Karenamu…

Aku selalu belajar dan bermain di tempat yang aman, agar aku tak terluka...


Karenamu…

Aku sulit mempercayai orang lain,

Aku sulit mempercayai bahwa tak hanya aku,

Namun banyak orang di sekeliling, Mengitariku…


Karenamu…

Aku menjadi penakut...


Aku kehilangan arah…

Aku tidak sanggup menangis.

Aku hanya bisa melihat gurat kelelahan di sorot matamu,

dan terpaksa berpura-pura,

Untuk tersenyum, tertawa setiap hari, di sepanjang hidupku.

Hati ini lelah, namun tak punya waktu untuk beristirahat dari kepalsuan dan keterpaksaan itu.

Hingga aku merasa tidak bisa untuk memulainya lagi dengan caraku sendiri…

Aku mendengar kau menangis, setiap malam dalam tidurmu.

Aku masih sangat muda, kau seharusnya peduli padaku.

Kau tak pernah memikirkan orang lain

Kau hanya fokus pada rasa sakitmu sendiri.

Dan sekarang aku menangis

Di tengah malam

Untuk hal yang sama,

Hal yang dahulu membuatmu menangis…



Karenamu

Aku mencoba cara tersulit untuk melupakan semuanya…

Karenamu..

Aku tidak tahu bagaimana cara mempersilahkan orang lain masuk dalam kehidupanku…


Karenamu

Aku malu dengan hidupku yang begitu hampa dan kosong…


Karenamu…

Aku menjadi takut menjalani hidup…

Menjalani segalanya...


(based on 'because of you' song lyrics-Kelly Clarkson)


Jumat, 01 Oktober 2010

Anggap : Bukan Keluhan Konsumen

Bismillah,

Boleh ya, kali ini gw menulis sesuai apa yang ada dalam hati gw? Cuma ingin menjadi diri sendiri dulu. Gak mau nurutin aturan dalam kepenulisan yang katanya harus tidak mengandung unsur SARA dan pencemaran nama baik. Terserah, persepsi orang apa tentang posting gw hari ini, yang mungkin sangat blak-blakan dan putus asa sekali. Gw manusia biasa yang bisa mengeluh. Mengeluh itu gak dosa, mengeluh itu gak dilarang, tergantung situasi dan kondisi. Keluhan konsumen mungkin bisa membuat penyedia layanan barang dan jasa suatu produk menyadari kekeliruan, kelalaiannya dalam memberikan service yang memuaskan konsumen. Begitu juga gw. Gw adalah konsumen pendidikan dan gw pun berhak mengeluh karena itu.

Mungkin, beberapa tahun yang lalu, gw bisa berkata bohong, lain di mulut lain di hati tentang perasaan gw sama sesuatu hal. Mungkin yang salah hanya sudut pandang aja, gw juga gak nuntut banyak, gw hanya ingin mencurahkan isi hati, bahwa kayanya, jalan yang telah gw pilih selama ini, udah salah.

Sekali lagi, dengan sangat hormat, bukan jurusan gw yang salah. Tapi gw yang salah memilih. Kembali lagi, ini masalah sudut pandang dan kenyamanan aja sebenernya. Harusnya dari dulu gw sadar, gw bukan pembelajar di bidang IPS. Mungkin otak gw IPS, tapi entah kenapa semangat belajar gw itu IPA banget. Gw gak suka yang abstrak-abstrak. Bukan berarti Ilmu sosial itu buruk dan enggak banget, itu salah banget, ilmu sosial itu keren banget kok. Liat aja, banyak politisi-politisi dan anggota-anggota DPR sukses, karena emang dia bisa berfilosofi dengan kata, mengemukakan pendapat, berbicara di depan umum, hafalannya mantap. Menyampaikan topik-topik yang abstrak. Pokoknya salut banget sama beliau-beliau. (Meski sekarang banyak demo yang menyudutkan para petinggi negara yang ’katanya’ hanya mengumbar janji, bukan bukti)

Gw juga suka hal-hal itu sebenernya, hanya aja gw gak bisa membicarakan hal yang abstrak. Entah karena gw blm sampai pada tahap formal operasional, tahap akhir teori kognitif menurut Jean Piaget, atau emang gw gak berbakat melihat sesuatu yang abstrak, dan terlahir untuk menjadi pemikir tekun yang sudah jelas bentuknya. Seperti jika kita sedang meneliti fosil, mengamati bakteri-bakteri dari mikroskop, meneropong bintang, mengamati orbitnya, ataupun berjam-jam di depan komputer sambil berpikir dan belajar memahaminya.

Sungguh mungkin, gw GAK PINTAR dan GAK BERBAKAT dalam ilmu-ilmu seperti itu. Terbukti, waktu SMA, nilai-nilai mata pelajaran MIPA gw bobrok abis. Tapi, yang gw rasa, di sana tetep ada semangat belajar dan rasa ingin tahu yang tinggi tentang hal-hal itu. Yang membuat gw ingin mengerti tentang hal-hal sulit. Sehingga kalau belajar dengan tekun, baru bisa mahir.

Sekarang gw baru sadar, yang kita dapatkan harusnya bukan sesuatu yang kita INGINKAN! Tapi, harusnya yang kita BUTUHKAN! Emang salah gw juga sih dulu, gak berpikir panjang.

Ada salah satu temen yang ditanya dosen, ”Dalam seminggu ini, hal baru apa yang telah kamu dapatkan?” karena memang topik kuliah waktu itu tentang ’hal-hal baru’ yang harus kita peroleh setiap harinya. Teman gw itu jawab, ”saya mengambil minor Manajemen Basis Data. Dalam seminggu ini, saya belajar ilmu pemrograman, basis data. Saya jadi tahu cara membuat web, sebelumnya saya tidak bisa, tapi sekarang saya bisa membuatnya.” yahh... pokoknya kurang lebih seperti itu.

Dengan jawaban teman gw itu, gw semakin yakin, banyak hal yang gw lewatkan. Jawaban itu. Mungkin beliau tidak merasakan telah membuat gw semakin sadar. Tapi secara refleks dan tidak langsung, itulah faktanya. Hal yang baru itu, kenapa beliau tidak menyebutkan, ”Dari pelajaran Mayor saya, saya jadi tahu.... bla bla bla... yang sebelumnya saya tidak tahu... bla bla bla... hingga setelah belajar hal itu, saya jadi tahu.” (Kenapa harus Minor yang beliau utarakan? Kenapa gak ambil contoh mayor? Bukankah beliau lebih banyak menghabiskan waktu belajar di mata kuliah mayor?)

Intinya, jawaban itu sangat jujur beliau ungkapkan, secara tulus. Tanpa dipengaruhi siapapun. Jawaban itu berasal dari alam bawah sadarnya. Yang memaksanya berkata jujur dari hati. Tentang hal baru yang beliau telah dapatkan.

Jujur, gw ingin lebih mengenal diri sendiri. Gw adalah seorang manusia yang suka mengetahui hal-hal baru, yang belum gw ketahui sebelumnya, tidak suka diingatkan berkali-kali, hal yang gw udah tahu diingatkan kembali berkali-kali sampai lebay. Mengingatkan boleh, bagus malah, tapi kalau berlebihan juga gak baik kan? (karena biasanya gw malah suka melanggar, kalau diingatkan berkali-kali secara lebay), gw ingin perasaan sadar itu naluriah dan secara wajar diterapkan jika itu harus. Tidak usah dilebih-lebihkan, gw pembelajar yang semangat jika ilmu itu tidak abstrak. Gw ingin punya keahlian, gw suka real action, bukan sekedar NATO. Gw adalah pekerja yang tekun dan terstruktur. Gw mampu diam berlama-lama di depan komputer sambil berpikir dan bekerja, meski kadang juga main games, chating dan nonton film.

Gw adalah seorang silent thinker...

Tapi gw juga suka ngajar, jika ilmu yang akan gw ajarkan itu bersifat Konkrit. Ada beberapa orang teman, untuk beberapa kasus, gw mengerti tentang matematika (gw g bilang gw jago mate) hanya aja ada kalanya gw mahir dlm beberapa materi tertentu (gara-gara belajar sungguh2 banget). Ada teman yang bilang, gw itu enak ngajarnya. Dari dasar banget, pelan-pelan tp tepat sasaran. Jadi orang yang gw terangin itu ngerti.

Biologi, fisika, kimia juga sama, gw senang menerangkan hal-hal konkrit. (sekali lagi, gw gak bilang gw ahli dalam bidang-bidang ilmu itu, hanya ’ada kalanya gw ngerti beberapa hal’ dan ngajarin hal-hal yang kita ngerti sama orang yang gak ngerti sampai ngerti itu puas banget rasanya).

Pernah juga saat ada orang yang buta samasekali tentang excel n word, minta diajarkan, beliau pada akhirnya sangat paham dengan apa yg gw ajarkan. Beliau malah berkomentar, aku kreatif menggunakan perumpamaan ketika mengajar, sehingga ia lebih mengerti. Itulah kenapa gw tau, rasanya seorang guru pasti seneeeng banget kalau muridnya mengucap kata ”Oooohhhh.” (tanda mereka mengerti).

TAPI, gw gak bisa berbicara tentang hal-hal yang abstrak. Jangankan berbicara. Berpikir pun kadang buntu dan gak semangat. Gw akui, itu kelemahan gw. Dan saat ini, gw harus mencintai hal-hal abstrak, yang sebenarnya simple, namun complicated untuk dijelaskan.

Hmm... kawan, salahkah gw yang merasa, seharusnya masalah simple jangan dirumit2kan. Bukannya yang kita butuhkan adalah orang yang bisa menyederhanakan hal yang rumit?

Gw hanya merasa, semua yang HARUS gw lakukan itu sangat berlebihan untuk kasus-kasus ’seperti itu’. Masih banyak cara yang lebih efektif untuk mengefisienkan ilmu agar lebih aplikatif lagi. Tidak sekedar NATO, ataupun apalah itu presentasi atau makalah yang gara-gara mepet deadline dengan terpaksa akhirnya kita copy-paste.

Jujur, gw sangat tertekan dengan itu...

Biarpun ada orang yang bilang, ”Ahh.. kamu mah gak bisa teh tapi nilainya tetep bagus.”

Apalah artinya huruf mutu, Kawan? Bukankah yang kita butuhkan adalah ilmu?

Jumat, 11 Juni 2010

Rekomendasi Film "MULAN"

Inti Cerita :

Kisah ini berawal dari serangan pada sebuah dinasti di Republik Rakyat Cina oleh bangsa Hun, peperangan tersebut membuat kaisar melaksanakan penetapan wajib militer untuk masyarakatnya, untuk kaum laki-laki. Oleh karena itu, setiap keluarga harus mengirim seorang pria, termasuk keluarga Fa, keluarga Mulan. Namun, di keluarga Fa, hanya ayah Mulan saja yang merupakan seorang pria, dan meskipun ayah Mulan adalah seorang mantan prajurit veteran, namun usianya sudah sangat lanjut, tidak memungkinkan dirinya untuk ikut serta program wajib militer yang sang Kaisar tetapkan.

Masalah lain muncul pada diri Mulan yang sesungguhnya, yang berusaha ia perjuangkan, namun masyarakat dan orang-orang di sekitarnya, termasuk keluarganya, ingin Mulan menjadi seorang gadis manis yang feminim. Padahal Mulan merasa bahwa sebenarnya ia bukanlah gadis yang sangat feminim. Ia lebih nyaman menjadi dirinya sendiri, penuh semangat kebebasan tanpa kekangan. Ia bukan gadis yang hobi bersolek meski masyarakat mengharapkannya menjadi seperti itu, maka dari itu saat ia dilatih menjadi seorang wanita sejati, hatinya sangat berontak. Ia hanya ingin diterima sebagaimana adanya. Ia ingin memperoleh kebebasan untuk menjadi dirinya sendiri.

Mulan yang tidak ingin ayahnya pergi berperang menyamar menjadi pria dan pergi menggantikan ayahnya, ia kabur dari rumah lalu memotong rambutnya, berpakaian seperti laki-laki dan mengikuti wajib militer seperti kaum laki-laki pada umumnya. Melihat hal itu, para leluhur keluarga Fa mengirim Mushu, seekor naga kecil untuk membantu Mulan. Mulan dan teman-temannya kemudian dikirim berperang di bawah komando Shang dan, setelah melewati berbagai masalah, berhasil menghambat musuh. Namun, pada akhirnya penyamaran Mulan terbongkar.

Pasukan musuh yang bangkit kembali membuat kekacauan, dan pada akhirnya menyerang istana serta hampir membunuh kaisar, namun Mulan bersama teman-teman sepasukannya berhasil menyelamatkan kaisar serta seluruh dinasti itu. Ide-ide Mulan sangat brilliant dalam melumpuhkan musuh-musuhnya. Ia menerima penghargaan dari sang Kaisar, sebagai penyelamat bangsa. Ayah Mulan terharu dengan perjuangan anak gadisnya itu.

Pelajaran Berharga

Kisah gadis bernama Fa Mulan dalam film tersebut menyadarkan kita akan peran wanita di mata masyarakat yang sangat jauh berbeda dengan kaum pria. Kaum pria dan kaum wanita memang jelas sangat berbeda. Namun, pada kenyataannya, dalam masyarakat, wanita hanya dipandang sebagai makhluk nomor dua yang tugasnya hanya merawat rumah dan mengasuh anak (bagi seorang ibu), menyenangkan orang-orang di sekitarnya dengan berpakaian yang rapi serta bersolek (untuk para gadis). Hal ini tentu saja dapat mengekang kebebasan kaum perempuan. Padahal, banyak perempuan-perempuan yang mempunyai potensi sama bahkan lebih dari kaum laki-laki. Kebebasan kaum perempuan sangat terkekang, dan film Mulan menunjukan salah satu emansipasi dan keikutsertaan wanita dalam mensejahterakan bangsa. Wanita berkontribusi dalam pembangunan negara, itu adalah sesuatu yang sangat patut dihargai dan dikembangkan. Bahwa sudah tidak sepantasnya lagi kaum wanita tersisih, terpinggirkan. Bila mencontoh sifat Mulan yang pemberani, tidak takut kesulitan dengan penuh perjuangan membuat prestasi militer yang luar biasa. Setelah memperoleh kemenangan, dia tidak mau diberi jabatan tinggi tetapi hanya menginginkan untuk memulihkan status wanita seperti pada umumnya.

Mulan adalah wanita dengan kemampuan luar biasa, dan sama seperti orang biasa. Dia tidak hanya seorang pahlawan, tetapi juga seorang gadis biasa. Dia adalah kombinasi dari pejuang pemberani dan seorang gadis cantik. Dia rajin dan baik serta tabah dan berani, jujur dan sederhana namun waspada dan energik, mencintai keluarganya serta berkontribusi dalam mensejahterakan negaranya.

Pada awalnya, ayah Mulan tidak menyetujui dengan rencana Mulan untuk menggantikan ayahnya, dan masyarakat lebih menyukai Mulan menjadi seperti gadis yang feminim dan suka bersolek, namun, setelah ia berhasil membuktikan bahwa meskipun dia wanita, tapi, kemampuannya tak kalah hebat dari pria. Setelah itu, masyarakat dan ayahnya tak hanya menyetujuinya, namun menerimanya, bahkan bangga dengan apa yang telah berhasil ia capai.

Itulah, mengapa sebabnya bahwa kaum wanita memiliki hak-hak dan kewajiban yang harus dipenuhi, dapat melakukan aktivitas tanpa batasan atau kekangan, selama itu demi kebaikan. Tak ada batasan untuk mengembangkan potensi wanita di belahan dunia manapun. Emansipasi wanita, harus terus dibina.

Hal yang didapat Setelah Menonton Film Mulan

Setelah menonton film Mulan dengan seksama, saya sangat bersyukur menjadi seorang wanita. Pada awalnya, saya masih mempertanyakan dan meragukan sesuatu hal, meskipun telah banyak dikemukakan bahwa kesetaraan gender perlu digalakan, karena pada umumnya, wanita maupun pria, sama-sama mempunyai potensi yang bisa dikembangkan dengan baik. Tanpa perbedaan, tanpa kekangan, namun, pada kenyataanya, masih banyak kasus yang memojokan, dan menomorduakan kaum wanita. Terkadang, masih sering bertanya, apakah iya, sebenarnya wanita itu lebih lemah daripada pria? Tetapi, setelah menonton film Mulan, saya yakin bahwa kekuatan kaum wanita sungguh sangat besar. Banyak Super Woman di dunia ini yang telah sukses membuat perubahan besar pada dunia. Salah satu contohnya adalah tokoh Mulan dalam film tersebut, sangat menginspirasi saya untuk berjuang, berkontribusi dalam membangun negara. Mungkin, dalam hal ini, bukan meniru Mulan dan ikut berperang, tapi, dengan aplikasi kegiatan lain yang bermanfaat bagi orang-orang sekitar, masyarakat, bangsa, dan agama. Karena sesungguhnya orang yang baik itu adalah orang yang bermanfaat bagi sesama. Oleh karena itu, dengan pemikiran, dengan ide-ide, dengan kontribusi tenaga lahiriah dan batiniah, kita semua, kaum wanita pun bisa menjadi tiang penegak pondasi bangunan sebuah negeri yang sejahtera.