Selasa, 21 Juni 2011

(Lomba Dunia Maya) TERROR

Begitu banyak persepsi masyarakat tentang dunia maya. Bagiku, dunia maya adalah salah satu hasil khayalan manusia. Khayalan yang pada awalnya mustahil, namun, apa yang terjadi saat ini adalah jawaban dari semua anggapan ketidakmungkinan. Ternyata, Tuhan menciptakan banyak dimensi dalam jagad raya ini. Ruang dan waktu yang bisa jelajahi oleh manusia dalam hitungan detik… Entah harus bagaimana kuawali kalimat-kalimat kekaguman atas khayalan manusia yang menjadi nyata ini. Otak manusia bekerja dengan sangat brilliant. Lalu bagaimana dengan Tuhan? Sang Pencipta Otak Manusia.

Jawabannya cukup diyakini dalam hati, diucapkan secara lisan, dan dibuktikan dengan amal perbuatan. Keimanan yang membuat kita mengerti, bagaimana seluruh alam dari berbagai dimensi bekerja, hingga membentuk sebuah sistem mahadahsyat yang disebut ‘kehidupan’. Simple, namun mengandung banyak unsur yang terjabar dalam banyak dimensi berbeda.

Banyak hal yang ingin kusampaikan hingga tak tahu harus menyampaikan yang mana terlebih dahulu, karena terlalu banyak pengalaman berharga yang kudapatkan dari dunia virtual ini. Mungkin, aku ingin bercerita pengalaman tidak menyenangkan terlebih dahulu, karena kewaspadaan harus selalu ada, dan kita tidak akan pernah bisa mencoba pengalaman semua orang karena keterbatasan ruang, waktu, dan usia. Oleh karena itu, aku ingin berbagi pengalaman dan beberapa tips yang insya Allah dapat membantu pembaca menghindari hal-hal buruk yang pernah terjadi padaku. Hal-hal yang sangat jarang disadari orang, namun sangat penting diperhatikan

Inilah pengalamanku beberapa waktu yang lalu… Aku adalah salah satu pengidap Social Networking Addiction, karena berdasarkan sebuah situs resmi tentang situs jejaring sosial, terdapat beberapa kriteria orang-orang yang termasuk ‘Social Networking Addiction’. Dan aku merasakan semua kriteria tersebut ada dalam diriku. Bagaimana tidak, setiap bangun tidur, yang aku cari adalah handphone dan mengetik sambil masih mengantuk, bisa dengan menutup mata, karena sudah hafal di mana letak tuts-tuts yang harus kutekan. Di angkutan umum, bahkan saat kuliah, terkadang aku membuka situs jejaring sosial (yang ini, mutlak jangan dicontoh). Hingga aku melalaikan tugas-tugas kuliah, sering menunda-nunda sholat, hingga lupa belajar saat kuis. Jika sadar akan hal itu, rasanya aku ingin kembali pada satu hari di mana aku belum mengenal situs jejaring sosial tersebut. Aku ingin memanggil jiwaku yang dulu kembali. Seorang anak yang rajin dan taat. Kini menjelma menjadi seseorang yang sangat addict terhadap sesuatu yang semu.

Aku tidak akan mengatakan bahwa aku tak berusaha menghentikan itu semua. Kecanduan memang tak ada obatnya. Tapi pasti bisa dikurangi. Banyak cara agar aku tak lagi membuka akunku di salah satu situs jejaring sosial. Seperti menulis status menggelikan, “Selamat tinggal teman-teman, maaf ya jika aku punya salah… ini adalah status terakhirku, so, jangan rindukan aku.” Tapi, keesokan harinya aku gatal membukanya kembali, dan saat kubuka, banyak komen yang mengerubungi status ‘sayonara’ku itu. Aku tak sanggup menahan untuk tak membalas komen-komen mereka, dan aku kembali menulis banyak status dalam sehari.

Usahaku kedua ialah menutup akun tersebut, namun, beberapa hari kemudian yang terasa hampa tanpa kehadirannya… kuaktifkan kembali akun tersebut, dan hari-hariku berjalan seperti biasa. Seperti biasa aku selalu hidup di dunia maya. Dan itu sedikit menyeramkan. Mengapa kukatakan sedikit? Karena, masih ada hal yang lebih menyeramkan lagi setelah itu.

Suatu hari, aku meng-upload foto-foto pribadi ke akun situs jejaring sosialku. Itu pertama kalinya aku meng-upload foto pribadi sebanyak itu. Meskipun addict, namun aku tetap menjunjung privacy. Aku tak pernah memakai profil picture asli fotoku. Karena menurutku itu privacy. Terserah orang beranggapan tentang prinsipku itu. Yang penting, sekali lagi, meskipun aku addict, tapi aku tetap memegang teguh prinsip. Hingga suatu hari… ada seseorang… sebut saja guruku… yang menyuruhku menggunakan picture asli, (selama ini aku memang selalu menggunakan picture kartun-kartun mengerikan). Seorang guru tersebut menulis status bahwa dia merasa aneh dengan orang-orang yang menggunakan profil picture palsu. Yah, ok! Aku mengerti teori beliau, tapi, itulah prinsipku, bukannya semua orang bebas melakukan sesuatu sesuai dengan hati nuraninya? Itu hak masing-masing individu, terserah orang bilang lebay atau alay… Namun, pada akhirnya, kata-kata sang guru menghantuiku, hingga aku memasang foto asli sebagai profil picture.

Keesokan harinya, aku makin terlarut dalam dunia maya, lebih spesifiknya dunia facebook… Mungkin, tak usah kudeskripsikan apa itu facebook. Aku mengenal facebook ketika awal semester tiga. Dan di sanalah aku mulai merasa sangat autis seautis-autisnya manusia. Entah apa yang membuatku betah menatap halaman biru putih yang bisa menghipnotisku, memandang lama, menanti tanda-tanda notif merah yang membuat hati berbunga-bunga. Dendam, cinta, benci, bersatu padu. Situs jejaring sosial yang membuatku lupa, bahkan ‘pernah’ hingga lupa sholat. Astagfirullah… inilah, hal yang sangat membuatku sangat menyesal. Saat itu, aku benar-benar lupa sholat ashar karena terlalu asyik chatting. Di sore hari yang sangat mencekam itu. Rasanya janggal, jika password akun facebook-mu adalah ‘muslimahsejati’ namun kamu lupa sholat karena sesuatu hal yang sungguh sia-sia. Yah, itulah password akun facebook-ku saat itu. Namun, seketika, ada seorang tak dikenal menyapaku lewat chatting, makhluk jenis itu tak pernah kutemui sewaktu profil picture-ku masih kartun-kartun menyeramkan. Ia meminta nomor handphone-ku, tapi aku tak menjawabnya. Kuhiraukan saja, namun tiba-tiba… saat ku-klik icon home…

“INVALID. YOUR PASSWORD HAS BEEN CHANGED AT 18.00. PLEASE ENTER THE NEW PASSWORD.”

Perasaanku mulai tak nyaman, kumasukan password-ku lagi, ‘muslimahsejati’. Namun yang terlihat adalah tulisan yang sama. INVALID, begitu kucoba seterusnya, hasilnya, sama. Nihil. Segala bayangan dan prasangka buruk mulai berdatangan. Saat itu aku sadar, mungkin dengan ini, Allah memperingatiku. Aku belum pantas menjadi ‘muslimah yang sejati’. Aku melalaikan banyak hal karena situs jejaring sosial ini.

Tak kehabisan ide, aku langsung log in dengan akun facebook-ku yang lain. Dan secara mengejutkan, akun facebook-ku yang tak bisa kuakses lagi itu terlihat di jendela chat online. Aku menyapanya… berpura-pura menjadi temanku, namun ia tak menjawab. Aku melihat profilku. Sangat mengerikan. Di situ, aku mulai merasa aneh, seperti terlepas dari jasad, sesosok ruh yang melihat dirinya sendiri. Bahkan seolah dia berharap mati daripada dirasuki roh jahat.

Terror itu, datang tiba-tiba, ketika memang saat itu aku sedang berada dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Kufur, futur, labil, kacau, hancur, dan lalai. Aku terlalu terlena dan terhanyut dalam kebahagiaan sesaat, kebahagiaan yang semu total, bahagia, namun di sisi lain sangat tak abadi. Entah kata apa lagi yang harus kudeskripsikan mengenai kebahagiaan semu itu. Aku menyerah jika harus menggambarkan semua itu.

Saat itu, dari akun facebook-ku yang lain, kulihat sang Cracker mengendalikan semuannya. Ia mengganti profile picture-ku dengan foto asliku yang lain, dan mengajak teman-temanku chat tanpa moral. Lebih dari itu, dia mengancam. Mengancam dengan ancaman yang samasekali tidak bermoral, seketika ia tahu segalanya tentangku, termasuk nomor handphone-ku. Ia mengancam akan membuat status-status tidak senonoh jika aku tak mengikuti keinginannya. Dan aku tak mau menjelaskan apa ‘keinginannya’ itu. Karena terlalu menjijikan! Aku heran, mengapa ada orang pintar selicik, sepicik itu.

Keesokan harinya, aku share dengan seorang teman yang mengalami nasib sama sepertiku, dua orang teman yang telah ter-hack dengan orang yang sama, menerror dengan terror dan cara yang sama, dengan motif yang sama, dan dengan nomor handphone yang sama. Dan kami, para korban, berada di departemen yang sama.

Masih galau setengah mati dengan kejadian terror-terror itu. Keesokan harinya, aku membuat akun baru. Mem-protect segala hal yang bisa kukendalikan, kubuat akun baru, dan mulai dari awal, mulai membuat jaringan baru, membuat rumah baru. Ketika kusinggahi profile facebook lamaku, aku bisa merasakan sesuatu yang mistis. Biasanya, akulah yang mengendalikan, biasanya aku senang melihat profile-ku. Tapi saat itu, saat aku sudah tak bisa mengendalikannya lagi, nama akun itu seolah menjadi jahat, benar-benar jahat. Bisa menyerang kapanpun.

Tengah malam, kulihat notif teman-temanku yang telah ku-add dari akun baru, mereka mengkonfirm permintaan pertemananku. Kulihat beberapa nyawa akun hidup di jendela chat online. Agak sedih, biasanya, ketika kulihat jendela chat, begitu banyak orang yang sedang online... karena teman di facebook lamaku berjumlah ribuan. Tapi kini, hanya satu dua yang terlihat. Karena memang itu adalah akun facebook baru bagiku.

Tiga orang yang sedang online, dua orang pula yang kuajak chat. Mereka semua teman-temanku. Sebut saja nama temanku itu Olieve dan Raya. Kami satu departemen. Tiba-tiba Olieve menyapa, dengan sapaannya yang khas. Itu memang sapaan Olieve padaku, aku sangat mengenalnya, seketika kami terlibat perbincangan singkat. Seperti biasa. Dan saat itu kusapa pula Raya, yang sedang online. Aku sempat curhat pada Raya, bagaimana perasaanku saat itu, kegalauan dan ketakutan yang masih menghantui karena Cracker tak bertanggungjawab itu, aku pun meminta Raya untuk me-remove-ku dari grup departemen, karena akun dengan namaku sebelumnya telah dikuasai oleh roh jahat.

Aku berkata padanya, bahwa inilah akun facebook baruku, namun, balasannya sungguh aneh, Raya mengaku tidak tahu mengenai grup kita, dia pun semakin aneh ketika ia mengaku namanya... 'sebut saja Budie! “Ini bukan Raya, tapi Budie” aku langsung curiga, sepertinya Raya kena hack, apalagi ketika kusinggahi wall-nya, keadaannya sama seperti saat aku di-hack. Lalu kusapa kembali Olieve. Di chat box sebelah chat Raya. Aku menyuruh Olieve menyapa Raya, aku pun menjelaskan padanya mengapa aku curiga, aku mengatakan pada Olieve bahwa aku curiga facebook Raya kena hack.

TAPI.....

Apa yang dikatakan Olieve? Akun Olieve berkata, ’iya, memang facebook Raya ada di tangan saya, ini juga saya, Budie!’ seketika aku terdiam. Akun facebook Raya dan Olieve seperti hantu yang merayap di lantai bangsal tua di suatu lorong gelap. Menghantuiku.

”Kenapa? Kamu takut ya sama aku? Takut karena aku ada di mana-mana?” itu kata-kata yang keluar dari chat akun Olieve.

Dan Terror itu pun masih berlanjut keesokan harinya... Orang yang menerror kami adalah orang yang sama, dengan nomor handphone, ancaman, dan nama yang sama.

Aku tak putus asa, aku yakin pasti bisa mendapatkan akunku kembali, kuhubungi banyak teman-teman yang sekiranya dapat membantu. Terus kucoba segala cara untuk meng-hack kembali akun lamaku. Dan, akhirnya, setelah beberapa jam berkutat dengan ‘tutorial cara menghack facebook’, Alhamdulillah… aku bisa mendapatkan facebook-ku kembali. Meski keesokan harinya sempat ada perebutan kekuasaan. Maksudnya, Sang Hacker menghack facebook-ku lagi, namun aku berhasil menghack akunku lagi. Pertarungan tersebut cukup menegangkan, hingga akhirnya aku menulis surat padanya di note facebook-ku yang di-hack olehnya.

Dear Mr. hacker

I just write this letter for you. I wanna share something and told u, that I’m not afraid of your various threats. If u brave to hack my facebook account again, u will get nothing from my content account. Coz, I’ve already deleted all of my real pictures. And I’ve given up everything to Allah SWT, to protect me from many threats and terror, like u did to me. So, if you wanna make unpolite share from my account, it isn’t bring no effect at all into my life. My life will go on. Coz, although you share a nasty-bad status on my account, no body will believe that it’s created by me. Coz many people have known me as a polite-kind girl. So, whatever, what will u do. I just don’t care!

Don’t waste your time to do a stupid-vain work. Our time is not too long in this world, isn’t it? Not only for u, but also for me, we must aware that the eternal place is a world after life, there will be a heaven and hell... our place is… ‘it depends on our faith n morals during life in this not eternal places. We won’t stay live forever, buddy! So, still we want to waste our short worthy time?


Setelah kutulis note itu, aku memasrahkan segalanya pada Allah, hanya sabar dan tawakal yang bisa kulakukan. Dan, hingga saat ini, sang Hacker tak pernah menggangguku lagi dengan ancaman-ancaman tak bermoralnya, ataupun menghack facebook-ku lagi. Namun, meski demikian, kewaspadaan harus tetap ada.


Sedikit tips dariku wahai teman, protect akun facebook-mu, cara yang paling mudah ialah dengan meng-hidden friendlist. Begitu banyak motif hacker facebook. Salah satunya seperti kasusku di atas. Dan ada pula kasus lain, kasus online shop gadungan. Mereka meng-hack akun facebook orang-orang yang memiliki banyak friendlist. Dengan demikian mereka mendapatkan banyak teman dalam waktu singkat, untuk mempromosikan barangnya. Mereka merubah akunmu sehingga menjadi akun sebuah online shop.


Di samping itu, tentunya banyak pula hal-hal membanggakan, membahagiaakan dari kehidupan dunia maya. Namun, aku yakin, telah banyak yang men-share tentang itu. So, aku ingin menceritakan dari sudut pandang yang lain, dan berbagi tips pada para pembaca.

Rabu, 08 Juni 2011

FIELD OF INNOCENT

I still remember the world
From the eyes of a child
Slowly those feelings
Were clouded by what I know now

Where has my heart gone
An uneven trade for the real world
Oh I... I want to go back to
Believing in everything and knowing nothing at all

I still remember the sun
Always warm on my back
Somehow it seems colder now

Where has my heart gone
Trapped in the eyes of a stranger
Oh I... I want to go back to
Believing in everything

Where has my heart gone
An uneven trade for the real world
Oh I... I want to go back to
Believing in everything

Where has my heart gone
Trapped in the eyes of a stranger
Oh I... I want to go back to
Believing in everything

I still remember.

***

Kata-kata di atas adalah salah satu lirik lagu Evanescence yang entah kenapa, gw selalu suka sama lirik-lirik lagu grup band yang bervokalis Mbak Amy Lee ini… Kalau membahas isi lirik lagu ‘Field of Innocent’ yang tertulis di atas, mungkin kita udah tau secara sekilas dengan hanya membaca liriknya, gak kayak kebanyakan lagu Evans yang lainnya, yang pada umumnya tersimpan misteri di dalamnya, gak bisa dicerna kalau denger n baca sekilas, kayak lagu Lithium, Torniquet, Lacrymosa… Itu liriknya, saking dalemnya, jd sulit dipahami dengan hanya mendengarkan. Tapi itulah, sama dengan puisi, semakin sulit dipahami diksi dalam sebuah puisi, sebenernya, semakin bagus, ‘nyastra' gt maksudnya. Hoho, sekarang balik lagi ke lagu Field of Innocent,

Nyaris semua orang tak siap menjadi dewasa. Itu yang bisa gw simpulin dari lagu ini. ‘I still remember the world, from the eyes of a child’, dari kalimat pertama, seseorang dalam lagu itu, mengingat-ingat masa kecilnya, yang kayaknya dunia di depan matanya beda banget dengan masa setelah dia beranjak dewasa. Waktu dia kecil, dia merasa hidupnya lebih baik, karena dia percaya sama orang-orang di sekitarnya, ‘pada umumnya anak kecil kan emang suka dimanja, disayang sama orang2 yang lebih tua, pokoknya beban hidup mereka masih ringan, jadi mereka masih menganggap semua orang baik. ‘Where has my heart gone?’. Tapi, setelah beranjak dewasa, dia semakin kenal banyak orang dan dia merasa semua orang menyimpan kepalsuan, kayaknya dia ngerasa pernah dikhianati orang terdekatnya, entah keluarga, teman, atau yang lainnya. Dan dia gak tau harus percaya sama siapa. So, ‘Trapped in the eyes of a stranger, Oh I want to go back to, Believing in everything…’ dia merasa orang-orang d sekitarnya itu asing. Gak bisa dipercaya, dan ituu menyedihkan. Dia mulai mengingat masa-masa saat hidup dia enjoy2 aja… waktu kecil, sebelum dia menyaksikan banyak pengkhianatan.

Intinya kalau gw simpulkan lagu ini adalah lagu orang galau yang merasa dikhianati… Kadang, klo lagi galauu dan denger lagu ini, jd ngerasa memanjakan kegalauan, dan menyetujui bahwa ‘dunia ini kejam’. But, akhirnya, kembali lagi pada kata Huznuzon, berprasangka baik pada orang. Meski itu emang susah, apalagi jika kita sedang merasa dikhianati. Tapi pastiii BISA! J

Selebihnya, aku suka lagu itu,

karena… lagu itu menyiratkan kerinduan seseorang akan ketulusan...

And, it is me…

Sabtu, 04 Juni 2011

FALCON

Intinya, pasti semua orang pernah berkhayal dalam hidupnya. Yang berbeda adalah, apa yang mereka khayalkan. J

Sebenernya ini speechless sih, bingung mau nulis apa. Karena pada akhirnya gw sudah tak tahan lagii ingin posting tentang sesuatu, yang sebenarnya ‘seseorang’. Tp berhubung sepertinya dia makhluk unreal, jadi, alangkah lebih manis jika kita menyebutnya dengan ‘seekor falcon’.

Awalnya, gw gak tau apa itu falcon. Pas nyadar, gw harus cari tau, dan akhirnya, gw menemukan juga arti sesungguhnya apa itu falcon. Ternyata falcon adalah burung elang, dan bodohnya gw malah membayangkan burung rajawali, dan parahnya lagi, gw berpikir bahwa rajawali adalah lambang negara kita…

Hal yang sangat Bakka… (bodoh). Hehe… mungkin rasa nasionalisme gw kurang. Saat ini, gw gak akan pernah ketuker lagi antara Elang-Rajawali-Garuda.

Tapi di sini, gw gak mau bahas tentang beranekaragam burung2 penguasa langit. Gw akan fokus pada falcon. Hal yang membuat gw akhir-akhir ini jadi berpikir terus.

Gw bukannya mau bersifat lebay, tapi gw hanya berusaha untuk memberikan respon dari setiap film yang gw tonton, film apapun itu. Banyak film yang sering gw tonton, baik dari luar negeri maupun dalam negeri, dan *untuk saat ini* gw ngerti, kenapa film2 indonesia jauuh bgt klo dibandingin sama film2 jepang. Hhhe... Dulu, gw suka bgt film Hollywood,, tapi berhubung film hollywood terkadang tidak layak konsumsi (u know lah) hehe... jadi, skrg gw beralih menyukai dorama2 Jepang. Dan saat ini, gw sedang sangat demam Bloody Monday. J

Langsung aja, gw g akan bahas ceritanya gimana, karena, jujur, gw suka speechless sendiri klo disuruh cerita tentang sesuatu yang telah gw lihat. Hhe, maklum, orang visual. Orang visual biasanya hanya memberikan komentar-komentar yang meyakinkan orang lain untuk melihat dan merasakaknya sendiri apa yang telah dia lihat. Saking terlalu banyaknya apa yang ingin dia ungkapkan.

Dorama Suspence Bloody Monday adaptasi dari manga jepang. Klo diliat dari manganya, gw rada kurang suka, coz gambarnya alay bgt. Tapi, doramanya, sungguh sangat TOP! Kealayan yang ada di manganya hilang samasekali. Apik bgt nii orang2 jepang klo buat dorama suspence. Suka bgt, apalagi sblmnya gw pernah nonton Orthros no Inu dan Death Note. Keduanya juga bagus, tapi, aku masih lebih suka Bloody Monday, karena, ^_^ bukan hanya karena ada my falcon, Miura Haruma, tapi juga karena ceritanya itu bener2 ajibb! Menegangkan dan bikin mata yang udah ngantuk jadi bisa melek lagi.

Saat ini, Bloody Monday udah ada season 2’nya. Gw belum pernah nonton sesuatu hingga sampai penasaran akuu dibuatnya, sampe gw cari season 2nya ke pelosok negeri ini, di f b, di kaskus, ataupun di forum2 diskusi online lainnya. Karena gw udah g sabar nonton yang season 2nya.

Dan pada akhirnya, akuu mendapatkannya… T_T *Terharuuu,,,

Di season satu, gw lebih sering nonton sambil telapak tangan gw megang mulut, mata tegang, dan kadang berpikir juga, coz selain subtittlenya English, pembahasannya juga susah, gak kayak cerita komedi atoo cerita cinta kehidupan sekolah yang pada umumnya bahasanya ringan, meski subtittlenya English. Apalagi mereka semua ngomongnya cepet bgt, meski awalnya agak sulit mengimbangi antara baca teks dengan seksama sambil liat gambar, tapi itulah justru menurut gw yang namanya “Fun Learnig”. Klo selama ini ngebetein banget reading English text book, jurnal-jurnal ilmiah internasional, inilah cara baru buat belajar baca dan memahami bahasa inggris. Dan insyaAllah, karena kita terlanjur penasaran, akhirnya jadi terbiasa menyerap kalimat-kalimat itu dengan mudah.

Gituu juga dengan Bloody Monday 2. Kemaren baru aja selesai nonton, Gak kalah seru dibanding Bloody Monday 1. Malah menurut gw, bloody Monday 2 itu masalahnya lebih complicated, musuh2nya lebih jago, dan tetap dengan kejutan di akhirnya. Jenis kejutannya sama, yang dulu kita anggap baik, eeehhh... ternyata, dia adalah biang kejahatan.

Bloody Monday Season 2 gw gak hanya megang mulut, tapi juga megang kedua pipi sambil senyum2 sendiri... Terseponaaa... @_@v dengan kecerdasannya...

Dan, inilah yang gw sadar dari BM 2 :

  1. Viewnya, cara pengambilan gambarnya... Seperti biasa, keren! Menegangkan, visualisasinya dapet bgt... Falcon terbang ke sana ke mari menggambarkan pertarungan.
  2. Karena banyak adegan yang memperlihatkan secara close up orang yang lagi ngehack, oleh karena itu Sutradara memilih aktor dengan mata tajam, hidung mancung, ekspresi cool. Supaya klo dilihat dari samping kelihatan bagus pemandangannya. J
  3. Adalah suatu kesalahan menonton Bloody Monday 2 sebelum menonton yang pertama.
  4. Selalu hadapi masalah apapun dengan senyuman. Ngefans sama senyuman Orihara Maya. Haha... diaaa tetap berusaha tersenyum meski dua orang mengarahkan pistol ke kepalanya.
  5. Persahabatan tidak selalu harus jatuh cinta dan memiliki seperti halnya banyak film romantis bertaburan di mana-mana. Kadang perasaan cinta tak harus diungkapkan dengan cara-cara basi. Cukup disimpan di hati sampai mati.
  6. Tatapan mata ketulusan itu beda banget sama tatapan mata yang pura2 tulus.
  7. Miura Haruma alias Falcon alias Takagi Fujimaru sangatlah keren. Hacker tak selamanya jahat.
  8. Miura Haruma jadi agak jerawatan, apalagi klo diclose up, keliatan bgt jerawatnya ketutupan bedak... *_* Tapi, tetap suka melihatnya dari pinggir. Hidungnya mancung.
  9. Miura Haruma waktu kecilnya pasti lucu banget.

Sebenernya masih banyak yang bisa kutulis di sini tentang segala hal yang menyangkut BM, tp berhubung lg banyak tgs, sgitu aja deh... ^^

Kamis, 19 Mei 2011

BLOODY MONDAY

After a biological terrorist attack kills off the population of a Russian town; Japan's Public Safety Special Third unit, code name THIRD-i, believes that the terrorist organization responsible plans to unleash the same virus known as Bloody X into Tokyo. Subsequently, THIRD-i recruits the help of genius hacker Takagi Fujimaru to find out what happened in the Russia. However, as Fujimaru becomes involved, he soon finds out that he is in over his head and that the terrorist groups influence reaches not only his school but even the police. Fujimaru must now rely on his skill as a hacker to unravel the organizations sinister plot and find out the truth behind "Bloody Monday."

Cast

Newspaper Club

THIRD-i

Terrorists

Sumber : http//wiki.d-addicts.com

Officials and Police

Others

Orthros No Inu

Genre: Suspense, human drama
Episodes: 9+SP
Broadcast period: 2009-Jul-24 to 2009-Sep-25
Theme song: Hikari Hitotsu by Takizawa Hideaki

Ryuzaki Shinji who possesses a "God Hand", the power to heal wounds and illnesses just by touching the patient, is in fact a dark introvert who does not reveal his true self to others. Aoi Ryosuke who possesses the "Demon’s Hand", the power to kill a person just by touching him, is as kind and pure as an angel. When the demon meets the God, a fatal battle begins…

Detective Hasebe Nagisa gets caught by the criminals during a deep cover operation. Ryosuke, a man she does not even know comes to save her and she witnesses his "Demon’s Hand" in action. Thereafter she discovers by coincidence the existence of Shinji’s "God Hand" and brings the two together. Little did she know that this would cause great disorder to the world and even to her own life…

Sumber : http://wiki.d-addicts.com

Mengenali Diri

Detik-detik liburan singkat minggu ini akan berakhir dalam hitungan jam. Tapi entah kenapa, hari libur minggu ini aneh binti ajaib. Bukan kayak hari libur. Tapi hari pembuktian. Pembuktian bahwa saat ini gw lebih mengenal diri sendiri, terutama kelemahan. Bukannya mau membicarakan aib sendiri dan orang lain, tapi inilah memang fakta yang harus gw yakini keberadaannya. Gw juga gak mau bilang dengan mudahnya bahwa kayaknya gw mengidap schizophrenia. Coz semua orang pasti gak sama dalam menghadapi situasi yang bervariasi. Ada kalanya seseorang yang sangat sanguinis, suka bersosialisasi, tiba-tiba menjadi pendiam ketika dihadapkan dalam kondisi-kondisi tertentu di lingkungan dan di tengah-tengah kelompok tertentu. Dan nyaris semua orang menyangka dirinya mempunyai kepribadian ganda. Padahal, gak selalu begitu.

Gitu juga dengan gw, dari hasil tes kepribadian. Emang agak berubah-ubah sih hasilnya, mungkin membuktikan bahwa gw agak-agak labil, khabi kushi khabi gam lahh pokoknya, kadang suka kadang duka. Tapi intinya, gw sering dapet point gede pada dua kategori, yaitu melankolis dan sanguinis, yang kadarnya emang bisa berubah-ubah, bahkan setara. Dan menurut buku tentang kepribadian, seseorang yang melankolis sanguinis, ataupun sebaliknya, adalah tipe sahabat yang baik. J hhe... jadi ge errr...’ Nah, klo koleris sanguinis atau sebaliknya itu tipe pemimpin yang baik. Dan klo Melankolis phlegmatis, dan sebaliknya, itu orang yang ’jenius’. Tp, semuanya kembali lagi pada orangnya masing-masing, itu kan hanya rata-rata, yang kadang menghiraukan data-data pencilan...

Kenapa gw jadi membahas tentang masalah kepribadian? Karena gw jadi semakin mengerti tentang arti lingkungan, dan pengaruh yang tertanam sejak kecil. Contohnya, Sebut aja, ada dua kelompok besar, kelompok A dan kelompok B. Entah kenapa, di kelompok A gw bisa leluasa ngobrol, bergaul dengan santai, asyik, seruuu, rameee, enak lahhh pokoknya, klo udah kumpul sama kelompok A, gw menjadi orang yang super sanguinis, dan gw sangat senang berada di sana. Tapi, saat gw berkumpul dengan komunitas B, sifat gw bisa berubah seratus delapan puluh derajat. Gw menjadi AMAT SANGAT PENDIAM, bahkan bisa gak berbicara sama sekali. Dan sebenernya gw gak nyaman dengan suasana itu. Entah kenapa. (hmm... sebenarnya tau c kenapa).

Bukannya ingin menyalahkan seseorang atau suatu kelompok tertentu, tapi, satu pesan dari gw yang seorang melankolis-sanguinis-yang-diduga-schizoprenia-ini, jika anda punya anak. Jangan pernah menyebutkan hal-hal yang jelek-jelek tentang diri anak anda ke saudara atau orang lain *perlu diingat, semua anak pasti punya kelemahan dan kelebihannya masing-masing, dan JANGAN PAMERKAN KELEMAHAN anak anda. Kasian anak anda, orang-orang yang anda curhatin itu akan beranggapan anak anda buruk selamanya, bahkan ketika anda sudah sadar pun, orang lain akan tetap mengingat ucapan anda yang mengeksposs keburukan anak anda. (jika anda ingin mempunyai anak yang sempurna, janganlah melahirkan!) *coz no body’s perfect!

OK... tadinya, paragraf ini berisi tentang hal-hal yang mungkin ambigu. Daripada ambigu, lebih baik gw menceritakan hal-hal yang indah dalam hidup gw. Salah satu hal yang indah dalam hidup gw adalah, mempunyai saudara dan sahabat seperti kalian. Alhamdulillahirabil’alamin, di sekolah, gw g pernah gak punya temen. Waktu TK, SD, SMP, SMA, bahkan hingga kini, Alhamdulillah, meskipun gw bukan termasuk orang2 atau genk yang ’populer’ di sekolah or kampus, tapi gw punya banyak teman dan sahabat sejati, gw suka bergaul dan bercanda, bersahabat tanpa syarat, dan saling support menyupport. Di SD, bahkan persahabatan qta kentel bgt, apalagi SMP, hhe... qta bersahabat 10 orang sampe buat genk, dan sering main2 bareng, ke rumah si ini lah, nginep di rumah si itu lah... ke mall lah... pokoknya, SMP itu masa paling hedon, yaa masa, besoknya UAN qta malah rame2 ke mall. Dan saat SMA, gw agak insyafan dikit... pergaulan gw lebih ke arah pergaulan islami, dengan orang2 yang taat beragama, dan klo qta kumpul pun lebih sering bermanfaat (intinya g terlalu hedon lah). Dan, pas kuliah... hhe... belum bisa berkomentar, tapi gw sangat senang berada di sini, di suatu fakultas dan departemen yang anak2nya sangat kompak, gw juga menemukan sahabat-sahabat sejati di sini. Namanya Grup Gyaboo... J hihi... *lain kali akan gw ceritakan tentang ini.

Bukan hanya sahabat sekolah atau kampus. Gw juga punya banyaaak saudara-saudara yang baik, ketika berkumpul dengan mereka, gw merasa nyaman dan bisa menjadi diri sendiri. Entahlah karena apa, meskipun jauh, qta sangat kompak, gw seneng banget klo kumpul2 bareng mereka. Meskipun intensitasnya sedikit, tapi mereka selalu membuat gw bisa menjadi diri gw sendiri. Menjadi orang yang sanguinis. Gw tau, apa penyebabnya... Papa secara bijaksana berbicara tentang kebaikan pada saudara dan kerabatnya tentang anak2nya, papa selalu memotivasi anak-anaknya dengan sebuah acungan jempol dan pujian penyemangat, meski gw tau, gw belum bisa membuktikan dan membanggakan beliau. Tapi mungkin menurutnya, kehadiran kami adalah kebanggaan baginya.

Tampak sekali...

Bahwa perkataan orangtua tentang anaknya berpengaruh pada anggapan orang. Gw seneng, saat berkumpul dengan sahabat dan saudara-saudara di mana gw bisa merasakan diri ini hadir seratus persen. Gak kayak hantu yang ada doang, tanpa dipedulikan.

Papa...

Saat berkumpul bersama keluarga besar, saat tertawa bercanda lepas bersama mereka, aku jadi ingin berterima kasih pada papa. Karena telah memperkenalkanku pada perkumpulan orang-orang di mana aku nyaman berada dengan mereka.

Intinya,

I love my friends, I love my families, I Love My Life...

Thanks God… J

Sabtu, 07 Mei 2011

AKU MASIH KUAT

Raga ini terabaikan.

Jasad ini dipertanyakan,

Apa aku masih kuat?

Apa aku masih kuat menyaksikan hidup mereka?

Apa aku masih kuat menyaksikan hidupku sendiri?

Aku hidup bukan untuk putus asa, bukan pula untuk merasa asing.

Segala hal yang ada pada diri ini, jiwa raga...

Meski tak tertata, meski tak seirama, namun mereka masih kuat.

Mungkin banyak hal yang tak ingin kuungkap.

Mereka harus tetap tersembunyi agar tak terperangkap.

Oleh jejak sesat yang tersekat hingga ia sekarat...

Aku masih kuat.

Tak peduli apapun yang AKAN kujalani.

Tak peduli apapun yang HARUS kujalani.

Aku masih kuat.

Karena Tuhan tak kan membiarkanku terjerat.

Oleh jejak sesat yang mengikat...

Hingga detik ini,

Aku masih kuat.

Tak ada beban yang terlalu berat.

Karena Tuhan selalu membuat cerita kehidupan yang sangat memikat.

BELAJAR

Hari ini, sebenarnya aku gak mau menyalahkan siapa-siapa, atas segala hal yang seharusnya terjadi, tapi tak terjadi, begitu juga sebaliknya. Maaf, diary elektronikku yang selalu setia menampung tulisanku, tak peduli seberapa indah tuannya merangkai kata. Meski kadang aku tak tahu harus menulis dengan cara seperti apa. Meski kadang tulisanku sangatlah tak enak dibaca, karena mungkin terlalu sarkatis, terlalu munafik, terlalu tak beraturan. Namun aku puas bisa menulis sebebas-bebasnya, seluas-luasnya, tanpa jeda penghalang yang membuatku berhenti berpikir sejenak, untuk menyambung kata yang harus sempurna.

Tidak, hal itu tidak kulakukan untuk menulis di tubuhmu... mungkin, aku terlalu takut menulis saat ini, karena terbelenggu aturan yang membuatku berfikir, kata apa yang tepat untuk melanjutkan kalimatku yang terputus. Aku tak mau menyebut aturan itu secara gamblang, hanya saja, tuntutan itu membuatku harus berhenti, atau setidaknya untuk sementara waktu mengurangi intensias menulis karangan bebas, sebebas-bebasnya.

Sekali lagi, aku tak ingin menyalahkan siapa-siapa. Bukan hanya aku, tapi kita semua mempunyai jiwa seorang ilmuan yang harus terbiasa dengan pola sekuensial maupun random. Harus terstruktur dan sesuai dengan aturan. Aturan sempurna yang dapat membuat seorang manusia layak diberi kehormatan sebagai seorang scientist yang berpikir dengan fakta empiris, dan penyajian tulisan yang sangat amat tertata. Tak ada toleransi kecacatan ataupun melenceng dari standar aturan baku.

Aku baru saja memikirkan tentang suatu mata kuliah yang menurutku sangat menarik, karena, ajarannya bukan hanya berbeda, tapi sangat bertolak belakang dengan apa yang selama ini kuyakini, kupelajari. Aku bukan ingin mengeluh dan menyalahkan siapapun. Aturan itu benar adanya. Hanya saja, tak jarang aku kesulitan untuk menerapkan aturan itu ketika menulis. Sering kutulis sebuah kalimat, lalu kuhapus kembali, menulis lagi, hapus lagi, begitu seterusnya hingga menghasilkan satu paragraf sesuai aturan, setelah perjuangan yang cukup memeras pikiran.

Intinya, saat ini, aku harus berhenti menulis dengan caraku sendiri (untuk sementara waktu). Karena ada panduan yang harus kutaati. Ada janji yang harus kupenuhi. Ada kontrak yang harus kusepakati.

Pembuatan Proposal, skripsi, adalah dunia baru yang akan kugeluti, dan sangat bertolak belakang dengan kegiatan menulis kreatif yang sering kulakukan. Ketika menulis kreatif, otak kananmu yang harus bekerja, dengan sama sekali mengabaikan otak kiri, karena otak kiri bekerja di akhir kegiatan. Sedangkan pada pembuatan Proposal, penggunaan otak kiri lebih diutamakan, dan otak kanan mendampingi dengan kadar kehati-hatian yang sangat tinggi.

Tak ada yang baik dan yang buruk di antara keduanya. Dua-duanya baik ketika ditempatkan pada situasi yang tepat. Apapun jika pada tempat yang tepat, akan berlangsung dengan baik. Tak ada yang salah dengan kedua itu. Aku hanya ingin meyakinkan diri, bahwa aku mau belajar, aku mau menaati segala aturan dan pedoman penulisan itu. Meski sulit, aku mau belajar.


Selasa, 12 April 2011

MY WN Series

Judul : Sorry Jek, aku ‘gak bakal ketipu (lagi)!!!
Penulis : Arumanis, dkk.
Tebal : iv + 65hlm
ISBN : 978-602-9079-36-4
Harga : Rp 23.700,-

Alhamdulillah, akhirnya terbit juga, buku kumpulan kisah nyata tentang pengalaman tertipu yang disajikan secara unik dan menarik oleh para pemenang Lomba Weekly Notes Leutika.

Sinopsis :

“Mas, ini hadiah gratis buat Mas,” kata seorang karyawan berkemeja rapi di mal.

Wah, hadiah gratis nih. Kesempatan yang tidak boleh dilewatkan! ujarku dalam hati.

“Ok, silakan ikut saya Mas. Tolong isi dulu formulirnya buat pengambilan hadiah gratisnya,” katanya dengan tersenyum. Aku menurut saja, toh cuma mengisi formulir.

Tak lama kemudian, karyawan itu kembali dengan muka tersenyum. “Baik Mas, ini hadiah buat Mas. Semoga bermanfaat ya,” katanya sambil menjabat tanganku. Hore! Aku mendapat hadiah gratis. Lumayan buat koleksi dan kenang-kenangan untuk orang tua. Aku pun pulang ke rumah dengan perasaan bahagia.

Beberapa hari kemudian, “Ini Mas ada kiriman barang buat Mas dari Perusahaan Alala. Silakan ditandatangani,” katanya sambil menyodorkan surat padaku. Hah? Beli juga tidak, kok bisa ada kiriman barang dari Alala? Dengan heran, kutanda tangani surat itu dan menerima barang yang dimaksud.

Aku membuka paket yang dikemas itu secepat mungkin. Alangkah terkejutnya aku ketika barang yang kulihat adalah kompor gas yang pernah ditawarkan karyawan Alala padaku. Kok bisa sih? Rasanya aku nggak pernah memesan barang ini deh, kataku dalam hati.

Jangan-jangan formulir yang kuisi adalah formulir pembelian? Oh, bodohnya aku! Aku mulai mengumpat, “Dasar karyawan sia**n, bisa-bisanya menjebak dengan cara kotor!”

Aku benar-benar marah pada aksi penipuan halus dengan iming-iming hadiah.

Ps : Buku ini sudah bisa dipesan sekarang via website www.leutikaprio.com, inbox Fb dengan subjek PESAN BUKU, atau SMS ke 0821 38 388 988. Untuk pembelian minimal Rp 90.000,- GRATIS ONGKIR seluruh Indonesia. Met Order,all!!

Our Flash Fiction Book

Judul : Wujudkan Mimpimu: Sebuah Episode Pengamen
Penulis : Ceko & Pemenang Lomba FF Pengamen Cinta
Tebal : viii + 165 hlm ISBN : 978-602-9079-54-8
Harga : Rp 38.700,-

Sinopsis :
Hingga kini, terwujud sudah antolo...gi flash fiction: “Wujudkan Mimpimu: Sebuah Episode Pengamen” yang berisi 50 karya penulis terpilih. Plus sebuah flash fiction yang diadaptasi dari cerita pementasan teater “Wujudkan Mimpimu” yang diperankan oleh Anak-anak Komunitas Tol Pasteur di bawah naungan Ubuntu Theatre Organization, ‘mainteater’, dan Yayasan Bahtera.

Barisan huruf, rangkaian kata, dan kalimat dalam buku ini seolah bukan hanya bentuk visual bacaan inspiratif, namun akan terasa berubah menjadi audio berbentuk rangkaian nada-nada mayor-minor. Seperti saat mendengarkan para musisi jalanan menjual suaranya, apakah akan kita dengarkan atau abaikan begitu saja?

“Buku yang inspiratif dan humanis. Kisahnya pendek-pendek, namun menghentak, menghunjam rasa kemanusiaan, membangun empati pada orang-orang yang terpinggirkan, sekaligus pembangkit semangat. Bahwa harapan itu selalu ada. Layak dibaca oleh para pejuang kehidupan.” (Tethy Ezokanzo, penulis lebih dari 25 buku)

Ps : Buku ini sudah bisa dipesan sekarang via website www.leutikaprio.com, inbox Fb dengan subjek PESAN BUKU, atau SMS ke 0821 38 388 988. Untuk pembelian minimal Rp 90.000,- GRATIS ONGKIR seluruh Indonesia. Met Order,all!!

1. Sebuah Episode Pengamen - Dewi Irianti
2. Di Bawah Rinai Hujan – Riawani Elyta
3. Ketika Laut Jatuh Cinta – Yuridista Putri Pratiwi
4. Peluk Kitaro – Diannafi 5. Pengamen Tiga Masa – Santi Nugroho
6. Binar – Naya Latief
7. Sebening Luka – Yazmin Aisyah
8. Si Ujang – Devina Listasari
9. Malaikat Itu Mati Dibunuh – Abdillah Putera Siregar
10. Rahasia Adrian – Lia Herliana
11. Kamuflase – Alisa Aja
12. Dendangan Nada – RURIN KURNIATI
13. Sebait Kidung Kakek – Diba Azzukhruff
14. Kotak Amal Pengamen Cilik – Lara Ahmad
15. Pengamen Cilik Dan Anjingnya – Ragil Kuning
16. Tirani Kehidupan – Novyarini
17. Bintang Tak Tersentuh - Wicha Spicca Breeze
18. Dokter Pengamen – Haya Najma
19. Cintaku Kembali – Rihan Alveo
20. Beutifull Winter Songs – Aura Aurora
21. Cinta Pengamen Jalanan – Fuan Fauzi
22. Fragmen Kecil Dengan Pengamen Itu – Tsuraya Widuri
23. Cinta Sunyi Di Tepian Serayu – Mukhanif Yasin Yusuf
24. Dawai Cinta Untuk Fatima – Rouzix Az-Zahra
25. Hadiah Terindah Dari Pengamen – Karina Anggara
26. Halte – Lusi Apriyani
27. The Touched Pengamen I Ever Met – Visya Blue
28. Harmoni Cinta – Arif Zunaidi
29. Bokong Si Pengamen – Amanda Ratih Pratiwi
30. Lagu Cinta Untuk Ratna – Richa Miskiyya
31. Lagu Cinta Untuk Ulang Tahun – Desi Sachiko
32. Lamaran Seorang Pengamen – Naqiyah Syam
33. Pengamen Dan Kesedihannya – Esa Wibowo
34. Cinta Dua Puluh Ribu Perak – Rofiq Hasansah
35. Mr. Cepek – Pik Parwati
36. Ketika Prajurit Bernyanyi – Upik Supriyanti
37. Cerita Nasi Bungkus – Mieny Angel
38. Mimpi – Yuliana Indriyani
39. Dia Adikku – Nurus Sa’adah
40. Nyanyian Pelangi – Dila Saktika Negara
41. Oh… Asisten Dosenku – Riana Yahya
42. Pelangi Di Atas Jambore – Hasudungan Rudy Yanto Sitohang
43. Pengamen Di Taman Victory – Zita Elross
44. Sewa Kontrakan – Widya Rosanti
45. Sweet Couple On The Bus – Selvy Erline S
46. Sweet Dream Or Nightmares? – Tuti Sitanggang
47. Nafas – Sanchia Surya
48. Nyanyian Lima Ratus Rupiah – Aulia Izzati
49. Irama Persahabatan – Prima Citra Devi
50. Di Bawah Terik Mentari Terselip Cinta – Rosita Dani

Sabtu, 26 Maret 2011

MY ANTHOLOGY BOOK

Gemercik gerimis menyenandungkan resonansi memori yang lambat dengan arahan sang waktu, bagaikan sebuah difraksi yang menyebar dari suatu titik cahaya, suara hujan memanggil kembali kenangan yang telah kukubur dalam-dalam di dasar hati sanubari. Sebuah pintu rahasia yang telah kututup rapat. Kukunci dengan sekuat hati, lalu kemudian kulemparkan kunci itu ke dasar samudera, agar tak ada yang menemukannya, termasuk keinginanku sendiri.

Namun, kini, irama deras hujan, yang lambat laun mengarah pada gerimis syahdu tanpa cela, memanggil sekawanan impian, harapan, serta mendatangkan rasa kesepian yang mengawalinya. Untuk selanjutnya, aku hanya bisa memandang ke luar jendela, mendengarkan melodi kerinduan yang ditimbulkan dari suara hujan, yang tak bisa dijelaskan secara ilmiah. Hanya bisa dirasakan dengan hati yang sedang dilanda rindu.

Aku teringat tentang seseorang yang sempat singgah di hatiku, namun kini, tak bisa lagi kutemukan kehadirannya dalam duniaku. Awalnya, aku tak tahu, perasaan apa yang sedang kurasakan itu, kenapa perasaan itu ada? Perasaan itu begitu aneh dan tak wajar. Aku dapat merasakannya, tapi aku tak tahu perasaan itu dinamakan apa. Mungkin aku tahu, tapi, tak tega menyebutkannya, karena terlalu nista untuk disebutkan.

Perasaan itu terlalu mengerikan, sangaaat mengerikan! Lebih mengerikan daripada hal apapun. Perhatiannya, rasa pedulinya serta tawa dan canda yang ia tawarkan, mewarnai hidupku. Entah sejak kapan aku selalu mengharapkan kehadirannya, di berbagai acara, di setiap hariku. Jika dia tidak ada, aku merasa dunia ini penuh dengan kehampaan tanpa jeda.

COMING SOON : SHADOW OF DEATH

Diana Chaterin mencari ilmu hingga ke negara Lord Camblle, negeri di mana ia selalu dihantui bayang-bayang kematian. Dalam mimpinya, ia melihat dirinya dalam sebuah peti mati, didandani, dan disembah banyak orang. Ia tinggal bersama Clarissa, gadis periang yang memiliki tingkah laku unik dengan kisah cintanya yang penuh dengan teka-teki.

Hingga akhirnya, perjalanan hidup penuh cinta, canda, kebahagiaan, impian, tangisan, dan harapan, menyadarkan mereka bahwa di dunia ini ‘kita tidak pernah berjalan sendiri’, selalu ada perlindungan Tuhan yang meliputi langkah kita.

Bagaimana Diana dan Clarry mengukir persahabatan indah mereka di Negeri Lord Camblle?

Bagaimana pula hari-hari bersama yang menyenangkan direnggut dari kehidupan Clarry yang ceria?

Negeri kecil itu, walau hanya sebentar, memberikan beribu-ribu kenangan manis dan tragis untuk mereka....

Minggu, 13 Maret 2011

Behind The Process

Di posting kali ini, aku akan membahas sedikit tentang sebuah kisah yang pernah menemani hari-hariku, di sela-sela semester tiga lalu. Sebuah kisah fiksi yang lumayan menyita waktu liburan semester. Di sini aku pengen berbagi pengalaman dan menceritakan suka duka di balik proses penggarapan kisah tersebut. Berhubung, Alhamdulillah, cukup banyak yang merespon positif, bahkan ada beberapa orang pembaca yang memintaku membuat kelanjutan ceritanya, so, aku tertarik untuk menceritakan misteri yang ada di balik itu semua, baik itu proses pembuatannya, ataupun tokoh-tokoh yang terlibat di dalamnya. Hehe… abiss, banyak yang tanya, ‘itu kisah nyata, ya?’ kalau ditanya seperti itu, aku langsung refleks jawab ‘menurut loe?’

Dan inilah proses di balik pembuatan novel ‘HearT ReflectionS’.

Diawali dari masa awal liburan semester tiga sekitar satu setengah bulan. Meski gak terlalu ambil jatah waktu banyak, tapi diusahakan aku konsisten dan secara teratur menulis setiap harinya, selama liburan itu. Itu juga untuk menjaga mood. Berhubung dulu itu aku lagi sedeng2nya facebook addict, jadi itulah kendala utama yang kadang bikin target-target gak tercapai. Atau pas lagi waktunya nulis, mata udah cape duluan karena abis dipake facebookan. Yah, tapi, itulah proses, pasti ada hambatan dan godaan.

Acara tulis menulis ter’cutt’ sementara, karena harus menjalani Masa Pengenalan Fakultas dan Departemen, yang pastinya membutuhkan perhatian, waktu, dan tenaga yang super. Jadi, paling kalaupun sempet melanjutkan, di malam hari. Tapi, kadang malam hari juga dipake kerjain tugas2. Jadi, hehe... gak keburu. (Padahal targetnya selesai liburan naskah jadi).

Dan, akhirnya, saat masuk semester tiga, dan selama berjalannya semester tiga, aku sama sekali gak melanjutkan proses pembuatan naskah, karena lebih fokus ke kuliah, lebih lagi, kampusku jauh dan sering keluar kelas sore, jadi pas sampe rumah udah gelap dan tepar duluan, kalau ada waktu pun, pasti diluangkan untuk tugas-tugas wajib negara.

Baru, pas akhir semester. UAS terakhir, menjelang libur panjang, aku bertekad melanjutkannya lagi. Kali ini, alhamdulillah targetku berhasil. Minggu pertama libur semester 3 akhir, rampung juga itu naskah. Tapi, masih ada tahap pengeditan dari awal sampai akhir. Untuk koreksi tanda baca dan kepaduan antar kalimat, (udah kaya Metode Penelitian dan Penyajian Ilmiah aje) J

Proses penggarapan novel itu agak-agak percis kayak proses kehamilan....

Proses Pembuatan Naskah = Merawat kandungan (gak tega bilang 'proses pembuatan kandungan')

Naskah / Hasil Karya = Janin,

Terbit = Melahirkan.

Kadang malah waktu itu, aku sempet bilang, ‘Tenang Ya Nak, ibu akan melahirkanmu ke dunia...” (ke naskah novel yang baru aja diprint) hoho... ‘agak2 kayak anak autis psikopat!’

Yah, jadi intinya, kalau mau buat naskah novel fiksi, harus niat dan sabar. Aku pernah, dulu waktu SMP, gak niat dan gak sabar. Ehh... jadinya beneran Gak jadi! (dan semua hal memang harus diawali dengan niat dan didampingi oleh kesabaran)

Kembali lagi ke novel ‘Heart Reflections’ setelah baca ulang, aku agak-agak serem jg sih sama diri sendiri. Aku kira, novel ‘Shadow of Death’ (novel pertamaku) adalah novel pertama dan terakhir yang aku buat. Karena pernah sempat bertekad untuk berhenti menulis, karena sesuatu hal yang tak bisa dijelaskan oleh nalar... “hhe... tp, pokoknya alhamdulillah lah, semua ini juga atas pertolongan Allah. J There’s can be Miracle… When u Believe!

Kalau kita bahas ‘kisahnya’, sebenernya agak-agak terinspirasi dari kehidupan nyata juga sih. Inspirasi itu kan banyak, jadi, jujur, aku terinspirasi dengan kehidupanku sendiri dan orang lain tentunya. Of course, itu yang harus diakui para penulis atas tulisannya. Yah, kalau enggak ada sama sekali diambil dari kehidupan nyata, dijamin, emosi ceritanya jadi kurang dapet. Perhatikan Laskar Pelangi Andrea Hirata, Lima Menara Fuad. Contoh novel2 dahsyat yang terilhami dari kisah nyata.

Hanya aja, mungkin, memang ada kolaborasi antara fakta dan khayalan. Terinspirasi kisah nyata bukan artinya harus benar-benar percis dengan kejadian nyata yang telah berlangsung.

Di dalam novel Heart Reflections, bagi yang udah baca, pasti gak asing lagi dengan nama ’Dirghantara Esa Putra’ dan ’Danisha Farizy’. Dua karakter yang sangat berlainan. Untuk menuliskan dalam dua sudut pandang kita butuh ’bisa membedakan watak keras dan tegas, pria dan wanita, konsisten dan labil. Sebelum membuat novel ini, aku coba baca buku-buku psikologi kepribadian yang membedakan antara otak pria dan wanita. Hehe.. Gak mau dong, pas sudut pandang yang seharusnya pria banget, kita buatnya malah jadi feminim. Hehe... nanti berasa kemayu dong jadinya... ^^

Novel ini menggunakan lebih dari dua sudut pandang. Nano-nano, campur-campur. Bergilir. Dan jujur, aku lebih nyaman menulis saat sedang sudut pandang ’Danisha’. (karena mungkin, kadang, suara hati Danisha, yang suka protes, kadang, itu adalah pelampiasan pikiran2ku sendiri dan juga memang karena dia itu perempuan, jadi pas nulis, ya lepas aja, sentimental, sarkatisnya luas. Jadi berasa bebas).

Aku baru pertama kali nulis novel dengan sudut pandang pria. Dan itu yang aku takutin banget, takut gak berasa ’pria’. Hhe... Tapi, akhirnya, ’kata orang’, bahkan nyaris semua orang yang telah membaca novel ini berkata bahwa, mereka menyukai tokoh ’Dirgha’. Dan, bahkan beberapa orang dari mereka menginginkan judul novelnya itu ’Dirgha’ bukan ’Heart Reflections’. Hhehe... *bjimane ceritanye?!

Judul Heart Reflections, terinspirasi dari kata ’Hati’ yang artinya ambigu. Bisa konkrit bisa abstrak. Aku ingin pembaca terlibat dalam cerita, mengira-ngira apa yang terjadi, gak jarang aku menyisipkan keambiguan di dalam kisah itu. Tapi justru itu, aku ingin pembaca gak hanya membaca, tapi juga membayangkan, merasakan, dan berfikir. Ikut aktif menduga.

Heart = Jantung, Heart = Hati

Reflections = Pencerminan.

Yang udah baca, pasti tau semua makna yang tersembunyi dalam judul itu.

Mengenai hal Respon pembaca, beraneka ragam. Ada yang datang-datang langsung ngatain aq tega, ada juga yang langsung nyekek, seolah aku ini Momo (nama tokoh antagonis di novel itu). Ada yang berbinar-binar, dan sebaliknya, ada juga yang nelepon, lewat HP (beda operator) dan menangis. (*nangis beneran) 0,0v hehe, piss ahh! Dan aku hanya berusaha menghibur, apalagi saat ditanya oleh beliau, apakah itu kisah nyata? Aku refleks jawab, ‘enggak lah, bukan banget kok, gak ada satu pun hal nyata di novel itu’. Dan memang iya, jikapun ada, itu hanya ‘terinspirasi’. Terinspirasi bukan artinya harus ‘percis sama’.

So, semua itu kolaborasi banyak hal. J

Pembentukan tokoh, setting tempat, waktu, kejadian, semuaaa kolaborasi.

Orang yang mengenalku dan membaca novel itu, rata-rata mengaku terbayang-bayang wajahku saat membaca setiap babnya. Tapi ada juga yang tak menyangka, aku, seorang anak manusia yang sering kesulitan berkonsentrasi, sering tak serius dan sering ketawa-ketawa melebihi batas kewajaran, dan sangat tidak romantis, bisa menuliskan kata-kata itu. Mereka berkata bahwa aku mampu ‘menghidupkan’ jiwa tokoh-tokoh dalam novel tersebut. Dan, pernyataan itu kurasa salah besar, justru akulah yang merasa, Allah ‘menghidupkan’ jiwaku lewat tokoh-tokoh itu.

Aku belajar banyak dari tokoh-tokoh fiksi itu. Kadang, aku merasa tidak bisa seperti mereka, atau jika aku mulai mengeluh, mulai ingin menyerah pada keadaan, mulai ingin menyalahkan, jika kuingat kisah itu, aku merasa tak pantas mengeluh, tak pantas menyalahkan, tak pantas menyerah. Karena, jika kulakukan semua proses menuju kekalahan itu. Berarti aku adalah orang yang munafik.

Aku memang tak sebaik tokoh yang kuciptakan, terkadang, sandiwara selalu memperlihatkan sisi baik dan jahat dunia saja. Padahal, rata-rata manusia mengalami pasang-surut iman. Tak selamanya manusia baik, tak selamanya manusia jahat.

Jangan lihat siapa yang menyampaikan pesannya, tapi lihatlah apa isi pesannya. Meskipun aku bukan orang yang sempurna baik, bahkan kadang aku melalaikan banyak hal. Namun, aku akan selalu berusaha untuk melakukan yang terbaik. ^^

Dan terakhir, Ending...

Ambigu!

Itu yang membuat banyak temen yang udah baca minta aku melanjutkan ceritanya. Jujur, aku ini jahat lho... hhe... coz gak terlalu suka sama ending yang bahagia, kalaupun harus bahagia, aku akan buat ending itu ambigu.

Dari semua permintaan lanjutan sekuel. Dalam hal ini, aku gak ‘keep my mind wide open’. Untuk saat ini, aku pengen pembacalah yang mempersepsikan sendiri jalan ceritanya setelah itu, sesuai dengan keinginan mereka sendiri. Setiap orang pasti mempunyai harapan masing-masing, yang tak jarang berbeda satu sama lainnya… So, dalam hal ini, aku gak mempunyai rencana untuk membuat sekuel ke-2. Aku ingin kisah ini menjadi kisah interaktif yang inspiratif...

Karena aku sangat berharap, kisah ini dapat menginspirasi para pembaca, termasuk penulis sendiri… J

Senin, 07 Maret 2011

SOLITUDE

Hari ini, mungkin berawal dari kesal yang tak beralasan, hanya kesedihan yang dipersilahkan menjenguk kesunyian yang sangat kunantikan. Sunyi. Aku suka kesunyian, karena lewat kesunyian, sepi datang memberi tanda, bahwa kita semua butuh bahagia. Dan bahagia, bukanlah harus selalu memiliki keramaian.

Saat ini, kusaksikan diri ini sebagai penonton, menyaksikan jalannya semesta raya yang semestinya. Berbagi senyum pada orang lain, meski saat sunyi, aku malas memberikan senyum pada diri sendiri. Bukan karena ketidakikhlasan, namun hanya ingin memanjakan kepedihan, memenjarakan jerat tawa yang berusaha merawat luka. Yah, aku hanya ingin pulih dari rasa pedih, karena berat rasanya tersenyum ditengah kesedihan. Berat rasanya tertawa ditengah duka. Aku hanya ingin memanjakan kesedihan, sebentar saja...

Aku bukanlah pengungkap yang hebat, bibirku tak dapat berucap saat berhadapan dengan tatap-tatap mata menjerat penuh tanya. Aku mungkin hanya bisa terdiam, atau mengungkapkan beberapa patah kata inti saja. Yang mungkin, itu pun tak kau mengerti. Aku pun tak pandai menarik perhatian dengan seni tulisan. Mungkin, tulisan ini pun tak kan pernah kau baca. Karena, aku tak pernah memaksa siapapun untuk membaca hal-hal yang tak mempengaruhi hidup manusia.

Aku memang tak memiliki kuasa apapun, aku hanyalah manusia, yang biasa, dan akan binasa. Dan ketika hari kebinasaanku datang, mungkin tak banyak manusia yang datang ke persinggahan terakhirku, karena aku pun tak pernah memaksa mereka datang ke tempat peristirahatan terakhirku, dan karena aku memang hanyalah manusia biasa, yang pasti binasa. Hanya akan ada saudara, tetangga, dan sahabat-sahabat dekat menyentuh nisanku. Lalu pergi, berlalu... dan, melupakan?

Hanya satu hal yang ingin kutinggalkan untuk mereka. Bukan lewat pesan-pesan ini, bukan lewat ucapan manis ataupun tulisan-tulisan yang pernah kutulis. Bukan karena filosofi, bukan karena diksi. Tapi karena kebersamaan yang pernah terjalin di antara kita. Dan manfaat yang didatangkan dari kebersamaan yang indah di hari-hari sebelumnya.

Aku takut binasa tanpa sempat meminta maaf pada kalian....

Terimalah pesan maaf ini, yang mungkin tak bisa terjabar dengan rinci.

Aku, sebagai saudara, anak, teman, sahabat kalian...

Ingin meminta maaf, sebelum langkahku terhenti di kilometer terakhir yang tak bisa lagi kujangkau.

sumber gambar : redbubble.com

Rabu, 02 Maret 2011

HANYA TEREKAM

Aku ingin menjadi sesuatu yang mungkin bisa Kau rindu, karena langkah melepuh tanpa diriMu, karena hati telah letih…

Aku ingin Kau tahu, bahwaku, selalu memujaMu, tanpaMu sepinya waktu merantai hati, bayangMu seakan-akan… Kau seperti nyayian dalam hatiku yang memanggil rinduku padaMu, seperti udara yang kuhela Kau selalu ada…

Hanya diriMu yang bisa membuatku tenang, tanpa diriMu aku merasa hilang…

Dan sepi…

Sepenggal bait-bait yang diambil dari sebuah lagu berjudul… ‘Dealova’.

Tersentuh, itulah perasaanku saat mendengarkan lagu seperti itu, aku suka mendengarkan lagu, mungkin, ilmuku terlalu dangkal untuk memahami hukum mendengarkan lagu dan musik, namun, yang selalu kurasakan seumur hidup ialah, aku menyukai musik. Dan mengubah perasaan itu adalah suatu hal yang sulit.

Ketika mengetahui fakta bahwa otak kirimu yang lebih berkembang dibanding otak kanan, mungkin mudah untuk berhenti menyukai musik. Namun, ketika banyak penelitian membuktikan bahwa orang dengan otak kanan lebih dominan keceradasan musikal. Ia akan sangat menyukai musik, dan dia akan sulit untuk melupakan bahwa musik memang ada di dunia ini.

Orang dengan otak kanan dominan, akan sering terngiang-ngiang di pikirannya, lagu kesukaannya, dan itu bukanlah hal yang disengaja. Secara alami, ketika ia mendengarkan musik yang ia sukai, sekali, ia akan merasakan seperti ada yang menyanyikan lagu itu lagi di otaknya. Terekam, tak disengaja, dan tak bisa dihindari.

Namun, ada cara pandang lain di tengah maraknya musik-musik yang sering ‘terdengar’ di telinga. Tak semua musik itu baik, dan Tak semua jenis musik yang kusukai. Aku pernah belajar piano, gitar, dan bass, hanya sekilas2 saja. Tapi walaupun begitu, aku sangat menikmatinya. Dan mudah bagiku untuk mengikuti instruksi-instruksinya. Meski kini, tak ada sarana yang menghubungkanku dengan kegemaran itu lagi. Dulu, aku sempat bercita-cita ingin menjadi pianist. Namun, karena banyak keadaan yang tak memungkinkan, kini aku hanya menjadi pengagum saja. Dan aku menikmatinya. J

Aku suka musik klasik dan mellow yang biasanya dihasilkan dari gelombang cello, biola, dan piano. Aku kurang suka suara gitar, karena semellow apapun, suara gitar tetap ’khas’ dan agak keras, apalagi untuk seorang yang mempunyai kepribadian ’melankolis dominan’. Dan kadang, aku merasa, itulah aku.

Kembali lagi pada lagu di atas, lagu itu adalah salah satu soundtrack sebuah film berjudul sama dengan judul lagunya, diangkat dari sebuah novel teenlit yang terkenal pada tahun 2005. Sebenarnya, lagu itu bercerita tentang kisah sepasang adam dan hawa yang terikat dalam kisah cinta, seperti layaknya lagu-lagu cinta lain. Tapi, ketika aku mendengarnya, ataupun mendengar lagu-lagu cinta lain, aku selalu berusaha untuk memikirkan liriknya dari sudut pandang yang berbeda.

Seperti, tentu saja, kata ’Mu’ di dalam lagu itu sebenarnya dimaksudkan untuk sang kekasih hati, atau lebih populer disebut ’pacar’. Tapi, ketika mendengar atau terdengar lagu itu, aku sering mengartikan lirik itu dari dimensi yang berbeda. Kutempatkan perasaan itu untuk Tuhan. Bahkan, jika aku telah berada jauh dariNya, dan merasa segala sesuatu tak dapat menyentuh hatiku kembali. Kesadaran muncul ketika aku mendengar lagu-lagu yang dapat mengundang perenungan dan muhasabah.

Intinya, masing-masing orang mencintai, mengungkapkan perasaan cintanya dengan cara yang berbeda-beda. Hanya Allah yang tahu, hanya Allah yang boleh menilai, seberapa benar ungkapan cinta masing-masing hamba. Aku pun tak berani membenarkan caraku dan menyalahkan cara orang lain. Seperti aku sesungguhnya telah mengetahui hukum musik, namun, aku hanyalah manusia yang tak luput dari pikiran holistik dan perasaan kritis. Dan karena itu pula, aku sering bertanya ’musik seperti apa dulu, yang diharamkan?’ mengingat segala hal yang dapat mengingatkan kita pada Tuhan adalah baik.

Tentang ini, memang ada pro dan kontra. Ada yang berpendapat bahwa musik apapun tidak boleh, ada pula yang berpendapat bahwa ada beberapa jenis musik yang diperbolehkan, ada pula yang tak ragu berpendapat bahwa musik itu diperbolehkan.

Dan aku yakin, mereka mempunyai dalil-dalil yang menguatkan tentang pendapat2 itu. Dan kembali lagi pada diri ini di situasi seperti ini, karena aku, tak mungkin tak pernah tidak mendengarkan musik. Meskipun aku tutup telinga pun, musik akan selalu terdengar... baik disengaja ataupun ’tidak disengaja’. Dan saat ini, yang bisa kulakukan adalah menempatkan musik sebagai ’salah satu cara’ untuk mensyukuri nikmat Tuhan.